LITERASI MEDIA- Seperti yang Kita Tahu, olahraga yang lagi tren Selain padel ada juga pilates yang banyak digemari. Olahraga satu ini dilihat sebagai solusi untuk kebutuhan tubuh sehat, lentur, dan postur ideal. Namun, dibalik popularitasnya, muncul kekhawatiran.
Apakah pilates bisa menyebabkan saraf kejepit?
Tak sedikit selebritas dan influencer yang memamerkan sesi pilates mereka di media sosial, membuat olahraga ini semakin populer. Sebagian orang tertarik mencoba tapi khawatir akan risiko saraf kejepit.
Salah Satu Dokter spesialis ortopedi tulang belakang mengatakan pada dasarnya pilates merupakan olahraga yang sangat baik untuk tubuh, termasuk dalam menjaga kekuatan otot dan kelenturan tulang belakang.
Dibandingkan olahraga beban berat atau olahraga di gym, kata dia, Pilates tergolong lebih aman jika dilakukan dengan teknik yang tepat.
Meski demikian, bahwa risiko cedera termasuk saraf kejepit, bisa muncul bila olahraga pilates dilakukan melebihi kemampuan tubuh sendiri.
Saraf kejepit atau herniated nucleus pulposus (HNP) terjadi saat bantalan di antara ruas tulang belakang bergeser dan menekan saraf di sekitarnya. Gejalanya bisa berupa nyeri punggung bawah, kesemutan, mati rasa, bahkan kelemahan otot.
Kasus ini, tidak hanya dialami oleh orang tua, tetapi bisa menyerang kalangan muda yang terlalu memforsir tubuh saat berolahraga.
Dengan kata lain, bukan jenis olahraganya yang berbahaya, melainkan cara dan intensitas pelaksanaannya yang menentukan apakah olahraga itu berdampak positif atau justru memicu masalah.
Apakah pilates bisa menyebabkan saraf kejepit? Jawabannya bisa, jika dilakukan secara asal dan berlebihan. Namun, jika Anda melakukannya dengan benar dan bertahap, pilates justru bisa menjadi olahraga andalan untuk menjaga kesehatan tulang belakang.









