LITERASI MEDIA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Sukabumi meminta dukungan orang tua untuk mendampingi anak selama penerapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau daring bagi peserta didik jenjang PAUD, SD, dan SMP pada Senin (7/9).
Kebijakan PJJ diterapkan Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi sebagai langkah antisipasi menyusul dampak erupsi Gunung Anak Krakatau yang menyebabkan sebaran abu vulkanik hingga berdampak terhadap kualitas udara di sejumlah wilayah, termasuk Kota Sukabumi.
Kepala Disdikbud Kota Sukabumi, Novian Restiadi, mengatakan peran orang tua sangat dibutuhkan agar proses pembelajaran dari rumah tetap berjalan dengan baik.
“Kami mohon dukungan orang tua untuk mendampingi anak selama PJJ, memastikan mereka tetap mengikuti pembelajaran, sekaligus menjaga kondisi kesehatan anak. Mari bersama-sama menciptakan suasana belajar di rumah yang nyaman dan aman,” ujar Novian, kepada literasimedia.com, Senin (7/9).
Ia juga mengimbau para siswa untuk tetap semangat mengikuti pembelajaran meski dilakukan dari rumah. Anak-anak diminta menjaga kesehatan dan mengurangi aktivitas di luar rumah selama kondisi udara belum sepenuhnya kondusif.
“Untuk anak-anak, tetap semangat belajar dari rumah, jaga kesehatan, kurangi aktivitas di luar rumah, dan jangan lupa ikuti PJJ dengan baik. Keselamatan kalian adalah yang utama. Tetap semangat, karena belajar bisa di mana saja,” katanya.
Diketahui, penerapan PJJ dilakukan sebagai langkah perlindungan terhadap kesehatan dan keselamatan peserta didik. Pemkot Sukabumi masih melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi udara sebelum menentukan kebijakan pembelajaran selanjutnya.
Di sisi lain, tenaga pendidik dan tenaga kependidikan tetap diminta menjalankan tugas seperti biasa. Mereka diwajibkan menggunakan masker serta menerapkan protokol kesehatan lainnya selama beraktivitas.
Kebijakan PJJ tersebut telah disampaikan Pemkot Sukabumi melalui surat kepada berbagai satuan pendidikan dengan Nomor 400.3.7/2927/DISDIKBUD/2026.
Selain kegiatan pembelajaran, Pemkot Sukabumi juga memberikan perhatian terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di tengah kondisi tersebut.
Sekolah dipersilakan berkoordinasi dengan kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) masing-masing untuk menyesuaikan pelaksanaan program MBG dengan kondisi di lapangan.
Pemkot Sukabumi memastikan perkembangan kualitas udara akan terus dipantau. Hasil pemantauan tersebut akan menjadi bahan evaluasi dalam menentukan kebijakan pembelajaran dan aktivitas pendidikan berikutnya. (Boy)
Editor : Nuria Ariawan









