Alumni Ponpes Dzikir Al-Fath Sukabumi Laporkan Pencemaran Nama Baik KH. Fajar Laksana

- Penulis

Selasa, 29 Juli 2025 - 13:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah santri dan alumni Ponpes Dzikir Al-Fath Sukabumi usai melaporkan pencemaran nama baik KH. Fajar Laksana di akun media sosial ke Mapolres Sukabumi Kota, pada Selasa (29/7). Foto: Nuria Ariawan.

Sejumlah santri dan alumni Ponpes Dzikir Al-Fath Sukabumi usai melaporkan pencemaran nama baik KH. Fajar Laksana di akun media sosial ke Mapolres Sukabumi Kota, pada Selasa (29/7). Foto: Nuria Ariawan.

LITERASI MEDIA – Sejumlah santri dan alumni Pondok Pesantren (Ponpes) Dzikir Al-Fath Sukabumi mendatangi Mapolres Sukabumi Kota pada Selasa (29/7). Kedatangan mereka untuk melaporkan akun media sosial yang diduga menghina pimpinan Ponpes Dzikir Al-Fath Sukabumi, KH. Fajar Laksana.

Aksi ini dilakukan menyusul unggahan salah satu akun Facebook yang menyamakan sang KH. Fajar Laksana dengan dukun, yang dinilai mencemarkan nama baik dan martabat ulama.

“Kami datang sebagai warga negara yang menuntut keadilan. Unggahan itu sangat menyakitkan bagi kami, karena menyamakan kiai dengan dukun adalah bentuk penistaan yang tak bisa ditoleransi,” ujar perwakilan alumni Ponpes Dzikir Al-Fath Sukabumi, Tantan Sutandi, kepada awak media.

Baca Juga :  Wakil Wali Kota Sukabumi Ajak Buruh dan Pengusaha Perkuat Sinergi

Menurutnya, penyamaan antara kiai yang merupakan panutan umat dengan dukun yang identik dengan praktik klenik, adalah tindakan yang melukai nilai-nilai keislaman. Mereka menilai bahwa tindakan tersebut bukan sekadar penghinaan personal, tetapi juga serangan terhadap simbol keagamaan yang sangat dihormati masyarakat.

“Kami bukan hanya marah, kami merasa dilecehkan secara kolektif. Ini bukan soal satu orang, tapi tentang kehormatan seluruh pesantren,” tegasnya.

Mereka menyatakan bahwa laporan terhadap akun tersebut sebelumnya telah diajukan oleh pihak lain, namun belum ada hingga saat ini belum perkembangan. Bahkan, unggahan yang memicu kemarahan itu masih bertahan di media sosial, tanpa permintaan maaf ataupun klarifikasi dari pemilik akun.

Baca Juga :  DPRD Kota Sukabumi Minta Kaji dan Evaluasi Berkala Soal WFH ASN yang Segera Berlaku

“Kami beri waktu tujuh hari. Jika tidak ada proses hukum yang jelas, kami akan datang lagi dengan massa lebih besar. Kami siap mengepung Polres sebagai bentuk protes atas lambannya penanganan kasus ini,” ancam Tantan.

Pihak santri dan alumni juga mendesak Kapolres Sukabumi Kpta agar memberikan perhatian serius terhadap kasus ini untuk mencegah konflik horizontal. Mereka mengingatkan bahwa masyarakat, khususnya umat Islam, sangat sensitif terhadap penghinaan terhadap tokoh agama.

“Kami menekankan pentingnya etika dalam bermedia sosial. Kami juga berharap kejadian ini menjadi pelajaran agar publik lebih bijak dalam menyampaikan opini di ruang digital, terutama yang menyangkut tokoh keagamaan,” pungkasnya. (Boy)

Penulis : Nuria Ariawan

Berita Terkait

Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Apresiasi Pelayanan dan Pembinaan di Lapas Sukabumi
Kinerja Diskominfo Kota Sukabumi Dipuji DPRD, Transformasi Digital Terus Diperkuat
Selaraskan Prioritas Pembangunan, Bappeda dan DPRD Kota Sukabumi Bahas KUA-PPAS 2027
International Job Fair 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan Lebih dari 5.000 Peluang Kerja Global
Iman Adinugraha Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Kasepuhan Cipta Mulya, Ajak Semua Pihak Gotong Royong
Lapang Merdeka Sukabumi Kian Tertib, Kehadiran Security Beri Rasa Aman bagi Pengunjung
HUT ke-65 IKWI Kota Sukabumi Diisi Aksi Berbagi, Tebarkan Semangat Kepedulian Sosial
Optimalkan Pajak Air Tanah, BPKPD Kota Sukabumi Kaji Penerapan Water Meter Ultrasonik
Berita ini 34 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:53 WIB

Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Apresiasi Pelayanan dan Pembinaan di Lapas Sukabumi

Selasa, 28 Juli 2026 - 17:47 WIB

Kinerja Diskominfo Kota Sukabumi Dipuji DPRD, Transformasi Digital Terus Diperkuat

Senin, 27 Juli 2026 - 20:44 WIB

Selaraskan Prioritas Pembangunan, Bappeda dan DPRD Kota Sukabumi Bahas KUA-PPAS 2027

Senin, 27 Juli 2026 - 19:59 WIB

International Job Fair 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan Lebih dari 5.000 Peluang Kerja Global

Senin, 27 Juli 2026 - 14:40 WIB

Iman Adinugraha Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Kasepuhan Cipta Mulya, Ajak Semua Pihak Gotong Royong

Berita Terbaru