10 Trofi dan 3 Gelar Beruntun! Persib Resmi Jadi Legenda Sepak Bola Indonesia

- Penulis

Minggu, 24 Mei 2026 - 11:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Persib bersama masyarakat melanjutkan pesta juaranya dengan melakukan pawai pada Minggu (24/5). (Foto: Dok. Persib)

Persib bersama masyarakat melanjutkan pesta juaranya dengan melakukan pawai pada Minggu (24/5). (Foto: Dok. Persib)

LITERASI MEDIA – Persib menegaskan diri sebagai salah satu klub tersukses, bukan hanya era amatir, melainkan juga kompetisi profesional. Penegasan itu dilakukan dengan mencatatkan diri sebagai klub Indonesia pertama yang mampu juara tiga kali beruntun di kompetisi kasta tertinggi nasional. Terkini, Persib menjuarai Super League 2025/26.

Persib tampil sebagai juara usai bermain imbang tanpa gol dengan Persijap Jepara pada laga pamungkas di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Sabtu, 23 Mei 2026. Meski memiliki nilai yang sama dengan Borneo FC, yaitu 79, Persib berhak mengangkat trofi juara berkat keunggulan head to head.

Kepastian Persib bisa tampil sebagai juara di rumah sendiri merupakan momen pertama kali dalam sejarah. Sebab sebelumnya, Persib selalu mengunci trofi juara di luar kota, mulai dari Surakarta hingga Bangkalan. Pada musim lalu, Persib memang mengangkat trofi di Stadion GBLA, namun kepastian juara ditentukan oleh hasil akhir pertandingan Persik dan Persebaya di Kediri.

Bagi Persib, keberhasilan menjuarai Super League 2025/26 ini melengkapi panca takhta atau bintang kelima mereka sejak era Liga Indonesia. Sebelumnya, PERSIB menjuarai Liga Indonesia 1994/95, Liga Super Indonesia (LSI) 2014, serta back to back pada Liga 1 2023/24 dan 2024/25.

Panca takhta bukan hanya di era Liga Indonesia, tetapi juga ketika tampil di kompetisi amatir. Sepanjang sejarah, Persib pernah menjuarai Kejuaraan Nasional (Kejurnas) PSSI 1937, 1959/61, Kompetisi Perserikatan 1986, 1989/90 dan 1993/94.

Berikut kisah manis juara Persib sepanjang sejarah;

Kejurnas PSSI 1937 (Surakarta)

Sejak PSSI menggelar kejuaraan nasional, Persib untuk pertama kalinya menjadi kampiun pada tahun 1937. Bulao, julukan Persib pada masa itu, tampil sebagai kampiun setelah mengubur harapan tiga rivalnya, Persis Surakarta, PSIM Mataram dan PSIT Tjirebon.

Persib menjadi juara dengan status “invincible” alias tidak terkalahkan di putaran final berformat 4 Besar dengan sistem round robin (setengah kompetisi). Setelah mengalahkan PSIM 1-0 di Bandung (2 Mei 1937), Persib memastikan juara usai menjinakan PSIT 2-1, 16 Mei 1937, dan juara bertahan Persis 1-0 pada pertandingan penentuan di Surakarta (17 Mei 1937).

Kejurnas PSSI 1959/1961 (Semarang)

Persib mengakhiri puasa gelar selama 24 tahun setelah menjuarai Kejurnas PSSI 1959/1961 yang berlangsung panjang dan melelahkan. Pada putaran final berformat 7 Besar, Persib memimpin klasemen akhir dengan mengumpulkan nilai 11, hasil 5 kali menang, sekali imbang, dan lagi-lagi tak terkalahkan.

Pada putaran final, Ade Dana dan kawan-kawan mengawali perjuangan di Makassar dengan membantai Persema Malang 7-1 (3 Juni 1961) dan bermain imbang 1-1 dengan tuan rumah sekaligus juara bertahan PSM Makassar dalam pertandingan yang berakhir dengan kericuhan pada 4 Juni 1961.

Setelah mengalahkan PSMS Medan 5-3 (16 Juni 1961) dan PSIS Semarang (18 Juni 1961) di Stadion Siliwangi Bandung, Persib memastikan trofi juara di Semarang usai menundukkan Persebaya Surabaya 2-1 (28 Juni 1961) dan Persija Jakarta 3-1 (1 Juli 1961).

Baca Juga :  Jamkrindo Perkuat Pemberdayaan Warga di Raja Ampat Lewat Program TJSL Terpadu

Kompetisi Perserikatan 1986 (Jakarta)

Sempat digagalkan PSMS Medan dalam dua grand final tahun 1983 dan 1985, Persib akhirnya kembali menjadi juara kompetisi kasta tertinggi nasional setelah menundukkan Perseman Manokwari 1-0 di partai puncak Kompetisi Divisi Utama Perserikatan 1986 di Stadion Utama Senayan (sekarang Gelora Bung Karno) Jakarta, 11 Maret 1986. Gol tunggal kemenangan Persib dicetak Djadjang Nurdjaman menit 77.

Persib lolos ke grand final setelah menempati peringkat kedua babak 6 Besar yang menggunakan sistem round robin. Kemenangan “hadiah” 6-0 dari Perseman (6 Maret 1986) mengantarkan Persib ke grand final karena unggul selisih gol dengan Persija Jakarta.

Di grand final, pelatih Nandar Iskandar menurunkan komposisi tim terbaiknya yaitu Sobur (kiper), Adeng Hudaya, Robby Darwis, Suryamin, Ade Mulyono (belakang); Adjat Sudradjat, Bambang Sukowiyono, Iwan Sunarya (tengah); Suhendar, Dede Rosadi/Wawan Karnawan, dan Djadjang Nurdjaman (depan).

Kompetisi Perserikatan 1989/1990 (Jakarta)

Ditandai proses regenerasi dari generasi 1980-an ke era 1990-an yang berjalan relatif mulus, Persib menjuarai Kompetisi Divisi Utama Perserikatan 1989/1990 usai mengalahkan Persebaya 2-0 pada pertandingan final di Stadion Utama Senayan Jakarta, 11 Maret 1990. Dua gol kemenangan Persib dicetak melalui gol bunuh diri Subangkit menit 7 dan Dede Rosadi menit 59.

Sebelumnya, lolos sebagai runner-up Wilayah Barat, Persib menundukkan Persebaya 2-0 (4 Maret 1990) dan imbang tanpa gol dengan PSMS (5 Maret 1990) untuk melaju ke semifinal sebagai juara Grup II. Di semifinal, 8 Maret 1990, Persib menyingkirkan PSM 3-0.

Di partai puncak, pelatih Ade Dana menurunkan komposisi tim Samai Setiadi (kiper), Dede Iskandar, Ade Mulyono, Robby Darwis, Adeng Hudaya, Asep Sumantri, Nyangnyang/Dede Rosadi, Yusuf Bachtiar, Sutiono Lamso, Adjat Sudradjat, dan Djadjang Nurdjaman.

Kompetisi Perserikatan 1993/1994 (Jakarta)

Persib berhasil mengabadikan Piala Presiden di Bandung setelah menjuarai Kompetisi Divisi Utama Perserikatan 1993/1994 yang merupakan kompetisi amatir terakhir usai menundukkan PSM Makassar 2-0 di Stadion Utama Senayan Jakarta, 17 April 1994. Dua gol kemenangan Persib disumbangkan Yudi Guntara menit 26 dan Sutiono Lamso menit 71.

Sebelumnya, Persib melaju ke semifinal dengan status juara Grup K setelah menundukkan Persiraja Banda Aceh 4-1 (8 April 1994), PSIR Rembang 1-0 (10 April 1994) dan imbang 0-0 dengan PSM (12 April 1994). Di semifinal, 15 April 1994, Persib menyingkirkan Persija 5-4 melalui drama adu penalti setelah bermain imbang 1-1 di waktu normal dan perpanjangan waktu.

Pada pertandingan final, pelatih Indra M. Tohir menurunkan komposisi tim Aris Rinaldi (kiper), Robby Darwis, Roy Darwis, Yadi Mulyadi, Dede Iskandar, Nandang Kurnaedi; Asep Kustiana, Yusuf Bachtiar, Yudi Guntara (gelandang); Kekey Zakaria dan Sutiono Lamso.

Liga Indonesia 1994/1995 (Jakarta)

Meski masih berstatus sebagai klub amatir, Persib menunjukkan kapasitasnya dengan menjuarai Liga Indonesia 1994/1995, kompetisi semi profesional edisi perdana yang digelar PSSI, usai menundukkan Petrokimia Putra 1-0 di Stadion Utama Senayan Jakarta, 30 Juli 1995. Gol tunggal kemenangan Persib dicetak Sutiono Lamso menit 76.

Baca Juga :  DPC Partai Gerindra Kota Sukabumi Gelar Silaturahmi Idul Adha dan Bagikan 250 Paket Kurban

Persib lolos ke final dengan status juara Grup B babak 8 Besar setelah bermain imbang 0-0 dengan Petrokimia Putra (20 Juli 1995), serta mengalahkan Medan Jaya 2-1 (23 Juli 1995), dan Assyabaab Salim Grup Surabaya 3-0 (26 Juli 1995). Di semifinal, 28 Juli 1995, Persib menyingkirkan Barito Putera dengan skor 1-0.

Di partai puncak, pelatih Indra M. Tohir menurunkan komposisi tim Anwar Sanusi (kiper), Dede Iskandar, Nandang Kurnaedi, Mulyana, Robby Darwis, Yadi Mulyadi; Yudi Guntara/Asep Sumantri (51), Yusuf Bachtiar, Asep Kustiana; Kekey Zakaria, dan Sutiono Lamso.

Liga Super Indonesia 2014 (Palembang)

Setelah menunggu 19 tahun, Persib tampil sebagai kampiun Liga Super Indonesia 2014 usai menjungkalkan juara bertahan Persipura Jayapura 5-3 melalui drama adu penalti setelah dalam waktu normal dan perpanjangan waktu bermain imbang 2-2 pada pertandingan final di Stadion Gelora Sriwijaya Palembang, 7 November 2014.

Sebelumnya, Persib melaju ke babak 8 Besar sebagai runner-up Wilayah Barat dengan nilai 41, hasil 12 kali menang, 5 imbang dan 3 kekalahan. Selanjutnya, Persib melenggang ke semifinal setelah menjuarai Grup 2 babak 8 Besar. Di semifinal, Persib secara dramatis menyingkirkan Arema Indonesia 3-1 melalui babak perpanjangan waktu.

Di final, pelatih Djadjang Nurdjaman menurunkan komposisi tim I Made Wirawan; Supardi Nasir Bujang, Vladimir Vujovic, Achmad Jufriyanto, Tony Sucipto; Hariono, Firman Utina, Makan Konate, Muhammad Ridwan, Tantan/(Atep (66) dan Ferdinand Alfred Sinaga.

Liga 1 2023/2024 (Bangkalan)

Puasa gelar juara Persib selama 10 tahun diakhiri dengan menjadi kampiun Liga 1 2023/2024 setelah mengubur impian Madura United di partai puncak. Setelah menang 3-0 pada leg pertama di Stadion Si Jalak Harupat Kabupaten Bandung, 26 Mei 2024, Persib memastikan trofi juara di Stadion Gelora Bangkalan, Jumat, 31 Mei 2024, usai menundukkan tuan rumah Madura United dengan skor .3-1.

Sebelumnya, Persib melaju ke babak championships series setelah menempati peringkat kedua klasemen akhir regular series dengan nilai 62, hasil 16 kali menang, 14 imbang, dan 4 kekalahan. Di semifinal, Persib bertemu peringkat ketiga Bali United.

Di babak semifinal, setelah bermain imbang 1-1 di Bali United Training Center (14 Mei 2024), Persib melaju ke final berkat kemenangan 3-0 pada leg kedua di Stadion Si Jalak Harupat Kabupaten Bandung, 18 Mei 2024.

Liga 1 2024/2025

Bersama pelatih Bojan Hodak, Persib kembali mementahkan mitos sulit menjadi yang terbaik dalam sistem kompetisi penuh dengan menjuarai Liga 1 2024/2025. Luar biasanya, Persib sudah memastikan gelar juara pada pekan ke-31. Meski kalah di kandang Malut United, Persib mengunci trofi setelah Persebaya Surabaya gagal mengalahkan Persik Kediri di Stadion Brawijaya.

Secara keseluruhan, pada musim itu, Persib melakukan back to back juara setelah mengumpulkan nilai 69 dari 34 pertandingan, unggul 8 poin dari Dewa United yang harus puas menjadi runner-up. (***)

Sumber Berita: Persib.co.id

Berita Terkait

Puluhan Penerima Manfaat Terima Hewan Qurban dari Polres Sukabumi Kota
Anggaran Program Unggulan Insentif Masyarakat Kota Sukabumi di 2026 Dipastikan Naik
Petugas Gabungan Sita 10.705 Batang Rokok Ilegal di Kota Sukabumi
Respon Keluhan Warga, Satpol PP Gerebek Kios Penjual Tramadol dan Hexymer di Jalan R.A Kosasih
Polemik Dana Abadi Rp10 Juta per RT, Agus Samsul Singgung Janji Politik Tak Matang
Kelurahan Gunung Puyuh Genjot Pendapatan Pajak Lewat Inovasi Mawar Bajak
Persib Bikin Klub Lain Minder, Penghargaan Musim Ini Diborong Maung Bandung
Persib Juara, Flare Menyala di Sukabumi! Euforia Bobotoh Tak Terbendung
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 12:54 WIB

Puluhan Penerima Manfaat Terima Hewan Qurban dari Polres Sukabumi Kota

Senin, 25 Mei 2026 - 23:10 WIB

Anggaran Program Unggulan Insentif Masyarakat Kota Sukabumi di 2026 Dipastikan Naik

Senin, 25 Mei 2026 - 18:35 WIB

Petugas Gabungan Sita 10.705 Batang Rokok Ilegal di Kota Sukabumi

Senin, 25 Mei 2026 - 16:35 WIB

Respon Keluhan Warga, Satpol PP Gerebek Kios Penjual Tramadol dan Hexymer di Jalan R.A Kosasih

Senin, 25 Mei 2026 - 12:17 WIB

Polemik Dana Abadi Rp10 Juta per RT, Agus Samsul Singgung Janji Politik Tak Matang

Berita Terbaru