DLH Kota Sukabumi Tangani 12 Pengaduan Lingkungan, Sembilan Kasus Terbukti Pencemaran

- Penulis

Jumat, 26 Juni 2026 - 10:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LITERASI MEDIA – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Sukabumi mencatat sebanyak 12 pengaduan terkait dugaan pencemaran lingkungan sepanjang Januari hingga Juni 2026.

Dari jumlah tersebut, sembilan laporan dinyatakan terbukti mengarah pada pencemaran lingkungan, sementara tiga laporan lainnya tidak terbukti setelah melalui proses verifikasi di lapangan.

Kepala Bidang Penataan dan Penaatan Perlindungan Pengelolaan Lingkungan Hidup (P4LH) DLH Kota Sukabumi, May Widyastutie, mengatakan setiap laporan masyarakat yang diterima langsung ditindaklanjuti sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.

Menurutnya, tim DLH wajib melakukan verifikasi lapangan paling lambat dalam waktu 2×24 jam sejak pengaduan diterima.

“Ketika ada pengaduan, kami memiliki SOP yang mengharuskan tim turun maksimal 2×24 jam untuk memverifikasi laporan yang masuk,” ujar May.

Ia menjelaskan, proses verifikasi dilakukan bersama berbagai unsur, mulai dari aparat kelurahan, ketua RT/RW hingga petugas puskesmas. Langkah tersebut bertujuan memastikan dugaan pencemaran benar berasal dari kegiatan usaha atau sumber yang dilaporkan masyarakat.

Baca Juga :  Respons Cepat UPTD PU: Jembatan Darurat Dibangun, Irigasi Cikakak Dibenahi

Setelah pemeriksaan selesai, DLH menyusun berita acara dan memberikan rekomendasi maupun teguran tertulis apabila ditemukan pelanggaran. Pihak yang bertanggung jawab diwajibkan melakukan perbaikan sesuai hasil pemeriksaan, seperti memperbaiki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang rusak atau menghentikan sumber pencemaran lainnya.

“Pelaku usaha wajib melakukan perbaikan sesuai rekomendasi yang diberikan agar pencemaran tidak berlanjut,” katanya.

May mengungkapkan, sejumlah kasus yang ditangani berdampak langsung terhadap masyarakat. Beberapa di antaranya menyebabkan sumur warga tercemar hingga limbah masuk ke kolam ikan milik warga yang berujung pada kematian ikan.

Meski demikian, ia menegaskan DLH tidak memiliki kewenangan dalam penyelesaian ganti rugi antara pihak pelapor dan pihak yang dilaporkan. Tugas instansi tersebut difokuskan pada penghentian sumber pencemaran serta memastikan upaya perbaikan dilakukan.

Dari sembilan kasus yang terbukti, mayoritas berasal dari usaha skala kecil seperti rumah makan dan usaha kontrakan yang berada di kawasan padat penduduk. Kasus pencemaran lebih banyak ditemukan pada usaha yang berdekatan dengan permukiman dibandingkan industri berskala besar.

Baca Juga :  Polisi dan TNI Amankan 2 Terduga Geng Motor di Sukabumi

“Alhamdulillah seluruh pihak yang kami tangani sejauh ini cukup kooperatif dan bersedia memperbaiki sumber pencemarannya,” ungkapnya.

Selain memberikan rekomendasi, DLH juga melakukan pemantauan lanjutan dalam kurun waktu sekitar 30 hingga 60 hari guna memastikan sumber pencemaran telah ditangani dan tidak lagi menimbulkan dampak bagi masyarakat.

May menambahkan, jumlah pengaduan lingkungan hidup pada semester pertama 2026 tercatat sama dengan periode yang sama tahun sebelumnya, yakni sebanyak 12 laporan. Sebagian besar pengaduan diterima melalui layanan E-Lapor sebelum didisposisikan kepada DLH untuk ditindaklanjuti.

Ia mengimbau masyarakat untuk menyampaikan dugaan pencemaran melalui saluran resmi, baik melalui media sosial DLH, datang langsung ke kantor DLH, melalui kelurahan, maupun kanal pengaduan pemerintah.

“Kalau ada dugaan pencemaran lingkungan, sebaiknya disampaikan melalui saluran resmi agar bisa segera diverifikasi. Dengan begitu, penyelesaiannya bisa lebih cepat dan sesuai fakta yang terjadi di lapangan,” pungkasnya. (Boy)

Editor : Nuria Ariawan

Berita Terkait

TPID Kota Sukabumi Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi, Jaga Harga dan Pasokan Pangan
Polres Sukabumi Kota Gelar Operasi Patuh Lodaya 2026, Berikut Sasaran Pelanggarannya
Lapas Sukabumi Perkuat Komitmen Pemberantasan Narkoba Lewat Tes Urine Mendadak
110 Orang Positif HIV di Sukabumi hingga Oktober, Sejauh Mana Efektivitas Pencegahannya?
Disdikbud Kota Sukabumi Evaluasi Revitalisasi Sekolah, 11 SD Masih Menunggu Kepastian Bantuan
“Jaket Boleh Berbeda, Semangat Tetap Satu”, Pesan Kapolres Sukabumi Kota kepada Ojol
Hotel dan Restoran Minim Parkir, DPRD Kota Sukabumi Minta Dishub Bertindak
Yosep Pujianto Targetkan PKB Kota Sukabumi Lebih Dekat dengan Masyarakat
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:33 WIB

TPID Kota Sukabumi Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi, Jaga Harga dan Pasokan Pangan

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:26 WIB

Polres Sukabumi Kota Gelar Operasi Patuh Lodaya 2026, Berikut Sasaran Pelanggarannya

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:32 WIB

Lapas Sukabumi Perkuat Komitmen Pemberantasan Narkoba Lewat Tes Urine Mendadak

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:53 WIB

110 Orang Positif HIV di Sukabumi hingga Oktober, Sejauh Mana Efektivitas Pencegahannya?

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 18:00 WIB

“Jaket Boleh Berbeda, Semangat Tetap Satu”, Pesan Kapolres Sukabumi Kota kepada Ojol

Berita Terbaru