15.800 Butir Obat-obatan Disita, Dua Pelaku Ditangkap di Kota Sukabumi

- Penulis

Jumat, 17 April 2026 - 10:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LITERASI MEDIA – Satuan Reserse Narkoba (Satnarkoba) Polres Sukabumi Kota berhasil mengungkap kasus peredaran Obat Keras Terbatas (OKT) di wilayah Kota Sukabumi. Dalam pengungkapan tersebut, dua terduga pelaku berinisial MM (25) dan MI (23) yang diketahui merupakan pria kelahiran Bireuen, Aceh, diamankan petugas.

Penangkapan dilakukan di pinggir jalan kawasan Jalan Balandongan, Sudajaya Hilir, Kecamatan Baros, Kota Sukabumi, pada Rabu (15/4) sekitar pukul 14.30 WIB.

Dari tangan kedua pelaku, polisi berhasil menyita barang bukti sebanyak 15.800 butir obat keras terbatas jenis Tramadol HCl dan Hexymer, serta dua unit handphone yang diduga digunakan untuk transaksi ilegal tersebut.

Kasat Narkoba Polres Sukabumi Kota, AKP Tenda Sukendar, mengatakan bahwa pengungkapan kasus ini berawal dari informasi masyarakat terkait aktivitas mencurigakan di lokasi penangkapan.

Baca Juga :  Bentuk Kepedulian, RSUD R Syamsudin Lakukan Pendampingan Pasien Pulang Tanpa Identitas

“Petugas kemudian melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan kedua terduga pelaku di lokasi. Saat dilakukan penggeledahan, ditemukan ribuan butir obat keras terbatas yang disimpan di dalam tas,” ujar AKP Tenda, pada Kamis (16/4).

Tak berhenti di situ, polisi langsung melakukan pengembangan dengan menggeledah rumah kontrakan yang ditempati kedua pelaku. Dari lokasi tersebut, petugas kembali menemukan ribuan butir OKT lainnya yang siap edar.

“Dari hasil interogasi awal, keduanya mengaku memperoleh barang tersebut dari seseorang berinisial G untuk kemudian diedarkan kembali di wilayah Sukabumi. Keduanya juga diketahui tidak memiliki pekerjaan tetap (tunakarya) dan telah menjalankan aktivitas peredaran obat keras terbatas ini selama kurang lebih tiga bulan,” tambahnya.

Saat ini, kedua pelaku telah diamankan di Mapolres Sukabumi Kota guna menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Sementara itu, polisi masih melakukan pengejaran terhadap pemasok berinisial G yang telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Baca Juga :  Kota Sukabumi Sukses Tekan Inflasi Agustus hingga Masuk 10 Besar Inflasi Terendah

Atas perbuatannya, MM dan MI terancam dijerat Pasal 435 jo Pasal 145 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan jo Pasal 20 huruf (c) KUHP Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang penyertaan dalam tindak pidana, dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 12 tahun.

AKP Tenda menegaskan, pihaknya akan terus menggencarkan upaya pemberantasan peredaran obat-obatan terlarang di wilayah hukum Polres Sukabumi Kota.

“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak terlibat dalam penyalahgunaan maupun peredaran obat keras terbatas tanpa izin. Segera laporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan aktivitas mencurigakan di lingkungan masing-masing,” pungkasnya. (***)

Berita Terkait

Dari Disiplin hingga Judi Online, Ini Pesan Kepala Diskominfo Kota Sukabumi kepada ASN
AIDS, TBC, dan Malaria Jadi Perhatian, Dinkes Kota Sukabumi Siapkan Strategi Baru
Kota Sukabumi Sukses Tekan Inflasi Agustus hingga Masuk 10 Besar Inflasi Terendah
Sambut HUT ke-106, RSUD R. Syamsudin SH Tawarkan Promo Layanan Terapi Regeneratif
Sudah Dilaporkan Sejak 2025, Kenapa Mantan Legislator Sukabumi Baru Jadi Tersangka?
Polisi Periksa Mantan Legislator Sukabumi, Dugaan Penipuan dan Penggelapan Diselidiki
Kantor Kecamatan Gunungpuyuh Mulai Berdiri, DPUTR Pastikan Proyek On Track
Disdikbud Kota Sukabumi Minta Orang Tua Dampingi Anak Selama PJJ Imbas Abu Vulkanik
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 16:29 WIB

Dari Disiplin hingga Judi Online, Ini Pesan Kepala Diskominfo Kota Sukabumi kepada ASN

Rabu, 9 September 2026 - 16:12 WIB

AIDS, TBC, dan Malaria Jadi Perhatian, Dinkes Kota Sukabumi Siapkan Strategi Baru

Selasa, 8 September 2026 - 21:05 WIB

Kota Sukabumi Sukses Tekan Inflasi Agustus hingga Masuk 10 Besar Inflasi Terendah

Selasa, 8 September 2026 - 16:22 WIB

Sambut HUT ke-106, RSUD R. Syamsudin SH Tawarkan Promo Layanan Terapi Regeneratif

Senin, 7 September 2026 - 19:07 WIB

Sudah Dilaporkan Sejak 2025, Kenapa Mantan Legislator Sukabumi Baru Jadi Tersangka?

Berita Terbaru