LITERASI MEDIA – Warga Kampung Kebonmanggu, Desa Pasirhalang, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, dihebohkan dengan penemuan sesosok mayat perempuan yang ditemukan di dalam kamar kosnya, pada Senin (4/8), sekira pukul 18.30 WIB.
Korban yang diketahui berinisial SL (41), asal warga Jalan Pasir Raharja, Kelurahan Nanggeleng, Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi ini, ditemukan dalam posisi terlentang dan sudah tidak bernyawa.
Kasi Humas Polres Sukabumi Kota, AKP Astuti Setyaningsih mengatakan, peristiwa ini pertama kali diketahui oleh F (35), tetangga kos korban yang menjadi saksi kunci. F mengaku semula hanya berniat menegur SL seperti biasanya. Namun, panggilannya tak dijawab. Kecurigaan mulai muncul saat tak ada respon, dan lampu kamar dalam keadaan mati.
“Nah karena khawatir, F berinisiatif membuka pintu yang kebetulan tidak terkunci. Saat ia nyalakan lampu, F langsung kaget melihat korban sudah tergeletak dalam posisi terlentang,” kata Astuti kepada Radar Sukabumi pada Selasa (05/8).
Setelah itu, F langsung meminta bantuan warga lain berinisial A. Bersama-sama mereka mencoba memeriksa kondisi tubuh SL. Namun, saat dicek bagian nadi dan hidung, SL sudah tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan.
Selanjutnya, korban langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) R. Syamsudin S.H Kota Sukabumi, untuk menjalani visum luar. “Dari hasil visum awal tidak ditemukan tanda kekerasan. Namun, penyebab pasti kematian masih menunggu hasil lanjutan,” ujarnya.
Untuk itu, aparat kepolisian menghimbau warga untuk tidak berspekulasi. Penyidikan masih berlangsung, dan semua kemungkinan akan ditelusuri. Polisi juga membuka layanan informasi bagi siapa pun yang mengenal korban lebih dekat atau memiliki informasi tambahan.
“Kami masih akan mendalami lebih jauh latar belakang korban dan kemungkinan faktor-faktor lain yang melatarbelakangi kematian tersebut,” tandasnya.

Sementara itu, Humas dan Ketua Tim Penanganan Keluhan RSUD R. Syamsudin SH, dr. Irfanugraha Triputra Irawan mengatakan, bahwa RSUD R. Syamsudin, SH Kota Sukabumi telah menerima jenazah seorang perempuan yang diantarkan oleh pihak Polsek Sukaraja bersama penyidik pada Senin (04/8) malam.
“Benar, ada jenazah perempuan yang diantarkan ke RSUD R Syamsudin SH pada malam hari oleh Polsek Sukaraja yang didampingi oleh penyidik,” kata dr. Irfanugraha.
Setibanya di rumah sakit, jenazah langsung menjalani pemeriksaan luar oleh dr. Aida, spesialis forensik. Berdasarkan hasil visum luar tersebut, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Dari hasil pemeriksaan luar oleh dr. Aida, tidak ditemukan luka terbuka maupun luka lainnya. Tidak ada lebam biru atau luka yang mencurigakan,” jelas dr. Irfanugraha.
Terkait adanya dugaan luka lecet pada jari, pihak rumah sakit menegaskan bahwa secara medis luka tersebut tidak teridentifikasi dalam visum luar sebagai sesuatu yang signifikan. “Secara keseluruhan, hasil visum tidak menunjukkan adanya tanda kekerasan,” tambahnya.
Pemeriksaan luar dilakukan sekitar pukul 22.30 WIB. Saat tiba di rumah sakit, jenazah diketahui masih dalam kondisi berpakaian lengkap. Pihak rumah sakit sebenarnya menyarankan agar dilakukan autopsi guna memastikan penyebab kematian, namun pihak keluarga tidak memberikan persetujuan. Akibatnya, penyebab pasti kematian tidak dapat disimpulkan secara medis.
“Tanpa autopsi, kami tidak bisa menentukan penyebab kematian. Itu nanti akan menjadi bagian dari penyelidikan kepolisian. Untuk waktu kematian, korban hingga ditemukan, itu sekitar 2 sampai 6 jam. Jenazah kemudian diambil kembali oleh pihak keluarga sekitar pukul 01.00 dini hari,” pungkasnya. (Boy)
Penulis : Nuria Ariawan









