LITERASI MEDIA – Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) terus menggencarkan sosialisasi program kerja ke luar negeri yang bertajuk Be Star International (Bestari). Program ini merupakan inisiatif pembinaan dan penempatan tenaga kerja profesional ke berbagai negara.
Program Bestari menjadi salah satu unggulan Pemkot Sukabumi di bawah kepemimpinan Wali Kota, dengan target ambisius memberangkatkan 3.500 tenaga kerja resmi ke kawasan Asia, Timur Tengah, hingga Eropa pada tahun 2026.
Kepala Disnaker Kota Sukabumi, Punjul Saepul Hayat, menjelaskan bahwa program ini dirancang sebagai solusi konkret untuk menekan angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) yang saat ini mencapai sekitar 15.240 orang atau 8,19 persen dari total angkatan kerja. Selain itu, program ini juga bertujuan mencegah praktik penempatan tenaga kerja ilegal.
“Program ini merupakan salah satu upaya kita untuk menurunkan angka pengangguran terbuka di Kota Sukabumi,” ujar Punjul kepada literasimedia.com, Senin (27/4).
Ia mengungkapkan, sejak diluncurkan pada Januari 2026, antusiasme masyarakat terhadap program Bestari cukup tinggi. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 390 warga telah berhasil diberangkatkan bekerja ke luar negeri, meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencapai 180 orang dalam satu tahun.
Punjul menegaskan bahwa paradigma pekerja migran kini telah berubah. Jika sebelumnya identik dengan pekerjaan informal seperti asisten rumah tangga, kini program Bestari fokus pada penempatan tenaga kerja formal yang telah dibekali pelatihan.
“Yang kita berangkatkan sekarang adalah pekerja formal. Mereka sudah dilatih dari sisi bahasa, keterampilan, hingga pemahaman budaya negara tujuan, sehingga mendapatkan pekerjaan yang layak dan terlindungi secara hukum,” jelasnya.
Menurutnya, tenaga kerja yang diberangkatkan secara resmi akan mendapatkan perlindungan hukum di negara tujuan, termasuk pengawasan dan jaminan hak-hak pekerja. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan para pekerja serta memberikan dampak positif saat mereka kembali ke tanah air.
“Harapannya, setelah kembali ke Sukabumi, mereka memiliki modal untuk membuka usaha mandiri dan berkontribusi bagi masyarakat sekitar,” tambahnya.
Selain berdampak pada individu, program ini juga dinilai memiliki manfaat ekonomi secara luas, terutama melalui remitansi yang dikirimkan pekerja kepada keluarga di Indonesia.
Untuk memastikan program berjalan optimal, Disnaker juga menerapkan sistem pendaftaran berjenjang dengan melibatkan unsur masyarakat mulai dari RT, RW, kelurahan, hingga kecamatan.
“Kami berharap dukungan semua pihak agar program Bestari ini bisa menjangkau lebih banyak masyarakat dan menjadi solusi nyata dalam menekan angka pengangguran,” pungkasnya. (Boy)
Editor : Nuria Ariawan









