Krisis Sampah di TPA Cikundul, Dampak Lingkungan dan Kesehatan Jadi Sorotan

- Penulis

Senin, 27 April 2026 - 11:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TPA Cikundul, di Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi. Foto: Istimewa

TPA Cikundul, di Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi. Foto: Istimewa

LITERASI MEDIA – Kondisi sampah yang menggunung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cikundul, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi, menuai keluhan masyarakat dan sorotan dari Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kota Sukabumi.

Tumpukan sampah yang terus meningkat disebut menimbulkan bau menyengat yang mengganggu aktivitas warga sekitar. Bahkan, sejumlah warga dilaporkan mengalami sesak napas yang diduga akibat dampak lingkungan dari kondisi tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Sukabumi, Ayi Jamiat, mengakui bahwa kondisi bau menyengat di kawasan TPA memang terjadi. Namun, pihaknya masih akan memastikan terkait laporan warga yang mengalami gangguan pernapasan.

Baca Juga :  Menginap Semalam, Berakhir Maut! Polisi Ungkap Kronologi Kematian Perempuan di Hotel Sukabumi

“Ya betul, kondisi di TPA Cikundul memang bau menyengat. Untuk yang mengalami sesak napas, nanti akan kami cek dan koordinasikan dengan Dinas Kesehatan,” ujarnya kepada awak media.

Dalam waktu dekat, DLH bersama Dinas Kesehatan akan turun langsung ke lokasi guna melakukan pengecekan lapangan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan penyebab utama keluhan warga, apakah murni berasal dari bau sampah atau faktor lain.

“Kami akan datang langsung ke wilayah terdampak untuk memeriksa kondisi sebenarnya dan mencari tahu penyebabnya,” jelasnya.

Sebagai upaya penanganan, DLH akan menerapkan metode pengelolaan landfill atau pengurugan tanah untuk mengurangi bau dan mencegah sistem open dumping. Sampah yang telah diratakan akan ditutup dengan tanah secara berkala setiap tujuh hari.

Baca Juga :  Cegah Peredaran Rokok Ilegal, Pemkot Sukabumi Gelar Sosialisasi Pengenalan BKCHT

“Setiap tujuh hari sampah diratakan lalu ditutup tanah agar tidak menimbulkan bau. Kemarin kendalanya karena hujan terus, jadi tanahnya lengket,” ungkap Ayi.

Diketahui, volume sampah yang masuk ke TPA Cikundul mencapai sekitar 190 ton per hari. Namun, yang benar-benar masuk ke TPA sekitar 110 ton karena sebagian telah diolah menjadi residu melalui TPS 3R.

Meski demikian, kondisi yang terjadi tetap menjadi perhatian serius karena berdampak langsung terhadap kesehatan dan kenyamanan warga di sekitar lokasi. (Boy)

Editor : Nuria Ariawan

Berita Terkait

Selaraskan Prioritas Pembangunan, Bappeda dan DPRD Kota Sukabumi Bahas KUA-PPAS 2027
International Job Fair 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan Lebih dari 5.000 Peluang Kerja Global
Iman Adinugraha Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Kasepuhan Cipta Mulya, Ajak Semua Pihak Gotong Royong
Lapang Merdeka Sukabumi Kian Tertib, Kehadiran Security Beri Rasa Aman bagi Pengunjung
HUT ke-65 IKWI Kota Sukabumi Diisi Aksi Berbagi, Tebarkan Semangat Kepedulian Sosial
Optimalkan Pajak Air Tanah, BPKPD Kota Sukabumi Kaji Penerapan Water Meter Ultrasonik
DLH Kota Sukabumi Perkuat Pengelolaan Sampah, Edukasi Warga Jadi Fokus Utama
53 Tahun KNPI: Dirintis Bung H. Hamami, Harmoni dalam Estafeta Kepemimpinan Bung Sudar Fauzi
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 20:44 WIB

Selaraskan Prioritas Pembangunan, Bappeda dan DPRD Kota Sukabumi Bahas KUA-PPAS 2027

Senin, 27 Juli 2026 - 19:59 WIB

International Job Fair 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan Lebih dari 5.000 Peluang Kerja Global

Senin, 27 Juli 2026 - 14:40 WIB

Iman Adinugraha Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Kasepuhan Cipta Mulya, Ajak Semua Pihak Gotong Royong

Sabtu, 25 Juli 2026 - 21:53 WIB

Lapang Merdeka Sukabumi Kian Tertib, Kehadiran Security Beri Rasa Aman bagi Pengunjung

Sabtu, 25 Juli 2026 - 13:36 WIB

HUT ke-65 IKWI Kota Sukabumi Diisi Aksi Berbagi, Tebarkan Semangat Kepedulian Sosial

Berita Terbaru