LITERASI MEDIA.COM – Aula SMK Putra Mandala 1 Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, tampak dipenuhi pelajar dan warga yang duduk berdampingan mengikuti Sosialisasi Empat Pilar MPR RI.
Suasana kegiatan terasa hangat, bukan sekadar agenda formal, tetapi ruang diskusi tentang bagaimana masyarakat menghadapi perubahan sosial yang semakin cepat di era digital.
Di tengah maraknya informasi yang datang tanpa batas melalui media sosial, persoalan seperti hoaks, intoleransi, hingga lunturnya rasa kebersamaan dinilai menjadi tantangan baru yang dihadapi masyarakat, khususnya generasi muda.
Hal itu disampaikan Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat Dapil IV Jawa Barat Kota dan Kabupaten Sukabumi, Iman Adinugraha, saat kembali menggelar Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di hadapan pelajar dan masyarakat.
Menurut Iman, tantangan menjaga bangsa saat ini tidak lagi hanya berbicara soal ancaman fisik, tetapi juga bagaimana masyarakat mampu menjaga persatuan di tengah derasnya arus informasi dan perbedaan pandangan.
“Sekarang tantangan generasi muda berbeda. Informasi sangat cepat menyebar, tapi tidak semuanya benar. Karena itu pemahaman tentang nilai kebangsaan menjadi penting agar masyarakat tidak mudah terpecah,” ujarnya.
Ia menegaskan, Empat Pilar MPR RI yang meliputi Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika harus dipahami sebagai pedoman hidup bermasyarakat, bukan hanya materi hafalan.
Menurutnya, generasi muda memiliki peran penting sebagai garda terdepan menjaga keutuhan bangsa karena mereka hidup paling dekat dengan perkembangan teknologi dan media sosial.
“Pemuda harus jadi pelopor persatuan, bukan justru ikut memperkeruh keadaan melalui konflik di media sosial atau penyebaran informasi yang belum jelas kebenarannya,” kata Iman.
Selain generasi muda, ia juga menilai masyarakat memiliki tanggung jawab yang sama dalam menjaga suasana kebersamaan dan toleransi di lingkungan masing-masing. Sebab, kekuatan bangsa tidak hanya ditentukan pembangunan fisik, tetapi juga karakter masyarakatnya.
Dalam kegiatan tersebut, Iman turut mengajak masyarakat untuk kembali memperkuat budaya gotong royong dan kepedulian sosial yang mulai terkikis akibat perubahan gaya hidup modern.
“Bangsa ini kuat karena persatuannya. Kalau masyarakatnya saling menjaga, saling menghargai, dan peduli terhadap lingkungan sosialnya, maka bangsa ini akan tetap kokoh menghadapi tantangan zaman,” pungkasnya. (Kio).









