LITERASI MEDIA – Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, bertemu langsung dengan Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya, dalam rangkaian agenda Munas VII Apeksi 2025 di Surabaya.
Pertemuan ini dimanfaatkan Ayep Zaki untuk memaparkan sejumlah langkah strategis Pemerintah Kota Sukabumi dalam memperkuat kemandirian fiskal dan pembangunan ekonomi daerah.
“Saya bicara langsung dengan Pak Bima Arya, sesuai arahan Kemendagri, Sukabumi sedang berproses meningkatkan PAD agar fiskalnya kuat,” ujar Ayep Zaki.
Ia juga secara langsung meminta agar Kementerian Dalam Negeri turut memantau perkembangan dan implementasi program di Kota Sukabumi.
Salah satu prioritas yang disampaikan adalah penyehatan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dan BUMD, dengan target tegas, seluruh unit harus mencatatkan keuntungan pada akhir tahun 2025.
“Empat BLUD kita, tahun ini harus untung. Desember 2025 semua sudah harus sehat secara finansial,” tegasnya.
Selain itu, Ayep Zaki juga menggarisbawahi komitmennya terhadap program Koperasi Merah Putih, yang kini dalam tahap penyusunan struktur organisasi.
“Kita sudah mulai, sedang menyusun struktur: dua pengawas dan lima pengurus. Dana abadi sebesar Rp10 juta per RT akan dimasukkan sebagai modal koperasi,” katanya.
Ayep Zaki memaparkan, bahwa implementasi dana tersebut akan mengikuti aturan perundang-undangan yang berlaku agar tidak terjadi kesalahan nomenklatur atau regulasi.
Dirinya juga mengungkapkan rencana pembangunan Dekranasda (Dewan Kerajinan Nasional Daerah) Sukabumi yang akan berlokasi di kawasan Kenari, dekat Trok.
“Saya lihat Dekranasda di Surabaya luar biasa. Kita akan bangun pusat yang representatif agar menjadi etalase produk unggulan daerah,” ujar Ayep Zaki.
Langkah-langkah strategis ini menjadi bagian dari visi jangka panjang Pemkot Sukabumi dalam membangun ekonomi daerah yang kuat, mandiri, dan berdaya saing. (Kio).









