LITERASI MEDIA – Langkah serius Pemerintah Kota Sukabumi dalam menekan angka kemiskinan ekstrem mendapat sambutan hangat dari Kementerian Sosial Republik Indonesia.
Dalam pertemuan bersama Menteri Sosial Saifullah Yusuf di Jakarta, Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, membahas sejumlah kolaborasi strategis, termasuk rencana pendirian *Sekolah Rakyat* di Kota Sukabumi.
Program Sekolah Rakyat yang digagas Kementerian Sosial menjadi terobosan besar dalam upaya memberikan akses pendidikan gratis dan berasrama bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
Melalui Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025, program ini dirancang untuk mencakup pendidikan dari jenjang SD hingga SMA dengan seluruh kebutuhan hidup siswa mulai dari biaya sekolah, tempat tinggal, konsumsi, hingga layanan kesehatan sepenuhnya ditanggung oleh negara.
“Sekolah Rakyat bukan sekadar tempat belajar, tetapi menjadi pusat pemberdayaan masyarakat. Anak-anak dari keluarga miskin akan dibekali pendidikan akademik, pembentukan karakter, keterampilan vokasi, dan nilai kebangsaan,” ujar Mensos Saifullah Yusuf.
Ia menegaskan bahwa program tersebut merupakan bagian penting dari strategi nasional menurunkan angka kemiskinan ekstrem di bawah 5 persen, melalui berbagai dukungan sosial seperti PBI BPJS Kesehatan, bantuan lansia, dan santunan bagi anak yatim piatu.
Di sisi lain, Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki menegaskan komitmennya untuk menjadikan Sukabumi sebagai kota percontohan nasional dalam implementasi program pengentasan kemiskinan.
“Alhamdulillah, kita diterima dengan sangat baik oleh Pak Menteri. Bahkan, program-program yang kita jalankan selama ini ternyata sudah terintegrasi dengan data nasional,” ungkapnya.
Pemerintah Kota Sukabumi kini tengah menyiapkan lahan untuk pembangunan Sekolah Rintisan Sekolah Rakyat dengan empat rombongan belajar (rombel) sebagai langkah awal.
Selain itu, Pemkot juga terus memperkuat sinergi program 12 PAS (Pemerlu Atensi Sosial) dan gerakan Ayeuna Waktuna Berbagi Berkah dalam menuntaskan persoalan stunting, pengangguran, dan kemiskinan menuju angka nol.
“Semua ini adalah bagian dari upaya membangun Sukabumi yang inklusif, adil, dan berdaya. Kami ingin memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh, belajar, dan bermimpi,” tutur Ayep Zaki. (Kio).









