LITERASI MEDIA – PT Daya Mas Cisolok Geothermal (DMCG) menggelar sosialisasi rencana pengembangan Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Cisolok–Cisukarame bersama ratusan warga Desa Sirnarasa, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, Kamis (12/2/2026).
Kegiatan ini dihadiri perwakilan Direktorat Jenderal EBTKE Kementerian ESDM RI, Dinas ESDM Provinsi Jawa Barat, Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Sukabumi, unsur Forkopimcam, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga dari empat dusun di Desa Sirnarasa.
Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog terbuka antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat guna menyampaikan informasi teknis sekaligus menjawab berbagai pertanyaan warga terkait keamanan, dampak lingkungan, serta manfaat ekonomi proyek panas bumi. Pemerintah menegaskan pengembangan energi bersih ini tetap mengedepankan pengawasan ketat dan kepatuhan terhadap regulasi lingkungan.
Penjelasan Ilmiah Soal Longsor dan Gempa
Pakar Vulkanologi Prof. Dr. Ir. Nana Sulaksana, MSP, menjelaskan bahwa proses pengambilan uap panas bumi dilakukan melalui sumur berdiameter relatif kecil yang diperkuat pipa baja, sehingga tidak mengubah struktur gunung. Menurutnya, proyek panas bumi menerapkan standar teknik pengamanan lereng yang ketat, termasuk pengaturan drainase dan pembangunan dinding penahan tanah.
“Secara teknis, sistemnya dirancang untuk menjaga stabilitas. Bahkan, penataan area kerja yang terencana dapat membantu mengurangi potensi longsor,” jelasnya.
Sementara itu, Pakar Geologi Dr. Ir. Dewi Gentana, MM, menegaskan bahwa operasional panas bumi memiliki tingkat risiko geologi yang rendah. Ia menjelaskan bahwa energi yang terlibat dalam proses produksi jauh lebih kecil dibandingkan gempa bumi alami.
Sistem reinjeksi atau pengembalian fluida ke dalam tanah dilakukan untuk menjaga keseimbangan tekanan bawah permukaan. Adapun mikroseismik yang mungkin terjadi bersifat sangat kecil dan dipantau secara real-time menggunakan jaringan seismograf guna memastikan keamanan wilayah sekitar.
Dukungan Pemerintah dan Dampak Ekonomi
Pemerintah pusat dan daerah menyatakan dukungannya terhadap proyek ini sebagai bagian dari agenda transisi energi nasional menuju sumber energi ramah lingkungan. Pengembangan panas bumi dinilai berperan dalam menjaga kualitas udara, stabilitas iklim mikro, serta keberlanjutan sektor pertanian di kawasan sekitar.
Selain aspek lingkungan, proyek ini juga diharapkan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, antara lain melalui penyerapan tenaga kerja lokal dan kontribusi Bonus Produksi yang dapat mendorong pembangunan infrastruktur serta peningkatan kesejahteraan desa sekitar wilayah operasional.
Komitmen Transparansi
Pimpinan Proyek DMCG, Doni Masditok, menegaskan bahwa keberhasilan proyek tidak hanya bergantung pada aspek teknis, tetapi juga pada kepercayaan publik.
Ia menyatakan perusahaan berkomitmen menjaga komunikasi terbuka dengan pemerintah desa, tokoh adat, dan masyarakat agar setiap tahapan pengembangan berjalan transparan dan partisipatif.
“Kami ingin memastikan PLTP Cisolok memberikan manfaat nyata, baik dari sisi energi, sosial, maupun lingkungan. Dialog dengan masyarakat akan terus kami kedepankan,” ujarnya.
Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Cisolok–Cisukarame di Kabupaten Sukabumi merupakan bagian dari proyek strategis nasional dalam mendukung ketahanan energi dan transisi menuju energi bersih. Tahap awal pengembangan ditargetkan berkapasitas 2×25 MW dengan potensi total mencapai 45 MW, yang diharapkan mampu memperkuat pasokan listrik ramah lingkungan di Jawa Barat. (kio).









