DPRD Kota Sukabumi Kritisi Pembentukan Tim 10

- Penulis

Selasa, 13 Januari 2026 - 08:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LITERASI MEDIA – Anggota DPRD Kota Sukabumi Fraksi PKS, Danny Ramdhani, mengkritik pembentukan Tim 10 yang dibentuk Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki. Tim ini dibentuk untuk mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Menurutnya, pembentukan tim khusus tersebut dinilai tidak mendesak dan berpotensi menimbulkan tumpang tindih peran serta fungsi dalam birokrasi pemerintahan daerah. Danny menilai, mekanisme optimalisasi PAD sejatinya telah diatur secara jelas dalam struktur birokrasi pemerintahan daerah.

“Sebenarnya tidak usah ada tim-tim seperti itu. Di birokrasi sudah jelas, terkait optimalisasi pendapatan asli daerah dari pajak dan retribusi, ada Sekda sebagai Ketua TAPD, kemudian Badan Pendapatan Daerah, dan perangkat daerah terkait lainnya,” ujar Danny, yang juga merupakan anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Sukabumi, Selasa (13/1).

Baca Juga :  Optimalkan Pajak Air Tanah, BPKPD Kota Sukabumi Kaji Penerapan Water Meter Ultrasonik

Danny menilai, apabila fungsi-fungsi tersebut dimaksimalkan secara optimal, maka pembentukan tim tambahan tidak lagi diperlukan. Ia khawatir keberadaan Tim 10 justru menimbulkan kebingungan dalam pelaksanaan tugas dan kewenangan antar perangkat daerah.

Selain itu, Danny juga mempertanyakan komposisi Tim 10 yang disebut melibatkan sejumlah aparatur sipil negara (ASN) dari perangkat daerah yang tidak secara langsung berkaitan dengan sektor peningkatan PAD. Menurutnya, hal tersebut berpotensi menciptakan kerancuan dalam pelaksanaan kebijakan.

“Tidak perlu adanya tim-tim baru yang ke depannya bisa membuat peran dan fungsi birokrasi tumpang tindih. Jangan sampai tim optimalisasi yang dibentuk melibatkan banyak ASN yang bukan core dinas instansi yang berhubungan dengan peningkatan PAD. Itu pasti rancu,” tegasnya.

Baca Juga :  Bukan Sekadar Perayaan, Lapas Sukabumi Isi HUT ke-81 RI dengan Aksi Sosial

Danny menyarankan agar Pemerintah Kota Sukabumi lebih memfokuskan perhatian pada kesiapan operasional pemerintahan dalam beberapa bulan ke depan, terutama menjelang Ramadan dan Idul Fitri. Ia menilai, penekanan peningkatan PAD sebaiknya dilakukan setelah kondisi ekonomi masyarakat dan pelaku usaha lebih stabil.

“Penekanan terkait peningkatan PAD kepada pengusaha dan warga sebaiknya setelah awal tahun. Saat ini lebih baik fokus pada penyiapan operasional beberapa bulan ke depan. Kasihan, masa awal tahun sudah di genjot, padahal pengusaha dan warga sebentar lagi menghadapi Ramadhan dan Lebaran,” pungkasnya.

Berita Terkait

TPID Kota Sukabumi Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi, Jaga Harga dan Pasokan Pangan
Polres Sukabumi Kota Gelar Operasi Patuh Lodaya 2026, Berikut Sasaran Pelanggarannya
Lapas Sukabumi Perkuat Komitmen Pemberantasan Narkoba Lewat Tes Urine Mendadak
110 Orang Positif HIV di Sukabumi hingga Oktober, Sejauh Mana Efektivitas Pencegahannya?
Disdikbud Kota Sukabumi Evaluasi Revitalisasi Sekolah, 11 SD Masih Menunggu Kepastian Bantuan
“Jaket Boleh Berbeda, Semangat Tetap Satu”, Pesan Kapolres Sukabumi Kota kepada Ojol
Hotel dan Restoran Minim Parkir, DPRD Kota Sukabumi Minta Dishub Bertindak
Yosep Pujianto Targetkan PKB Kota Sukabumi Lebih Dekat dengan Masyarakat
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:33 WIB

TPID Kota Sukabumi Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi, Jaga Harga dan Pasokan Pangan

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:26 WIB

Polres Sukabumi Kota Gelar Operasi Patuh Lodaya 2026, Berikut Sasaran Pelanggarannya

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:32 WIB

Lapas Sukabumi Perkuat Komitmen Pemberantasan Narkoba Lewat Tes Urine Mendadak

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:53 WIB

110 Orang Positif HIV di Sukabumi hingga Oktober, Sejauh Mana Efektivitas Pencegahannya?

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 18:00 WIB

“Jaket Boleh Berbeda, Semangat Tetap Satu”, Pesan Kapolres Sukabumi Kota kepada Ojol

Berita Terbaru