Ekspansi Minimarket Dinilai Tak Terkendali, DPRD Kota Sukabumi Minta Perlindungan UMKM

- Penulis

Rabu, 7 Januari 2026 - 08:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LITERASI MEDIA – Pertumbuhan minimarket modern di berbagai sudut Kota Sukabumi semakin marak pasca pencabutan moratorium izin pendirian. Kondisi ini menuai sorotan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Sukabumi yang menilai kebijakan pemerintah daerah terlalu berorientasi pada investasi, namun mengabaikan perlindungan terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Anggota Komisi I DPRD Kota Sukabumi Fraksi Partai Demokrat, Henry Slamet, menegaskan UMKM merupakan tulang punggung ekonomi masyarakat. Namun, keberadaan mereka kini terancam akibat ekspansi ritel modern yang dinilai tidak terkendali.

“Pemerintah daerah jangan hanya memikirkan investasi, tetapi juga harus memikirkan nasib UMKM,” ujarnya, Rabu (7/1).

Baca Juga :  Bukti PAD Meningkat, Wali Kota Sukabumi Resmikan Jembatan Kopeng

Henry mengingatkan, pada masa kepemimpinan Wali Kota Mohamad Muraz dan Achmad Fahmi, pemerintah daerah menunjukkan keberpihakan kepada UMKM melalui kebijakan moratorium izin minimarket modern. Kebijakan itu dinilai efektif menjaga ruang hidup usaha kecil dan pasar tradisional. Namun, pencabutan moratorium pada masa Penjabat (Pj) Wali Kota dilakukan tanpa kajian matang dan minim komunikasi dengan DPRD.

“Faktanya, moratorium dicabut pada masa Pj Wali Kota, dan DPRD tidak dilibatkan dalam pengambilan keputusan tersebut,” tegas Henry.

Ia menambahkan, dampak pencabutan moratorium kini nyata terlihat dengan menjamurnya minimarket modern di berbagai wilayah. Kondisi ini dikhawatirkan semakin menekan daya saing UMKM, terutama pedagang kecil yang menggantungkan hidup dari usaha mikro.

Baca Juga :  Usai Dilantik Inspektur Daerah Kota Sukabumi, Ini Langkah yang akan Diutamakan Yudi Yustiawan

Meski minimarket yang sudah berdiri tidak mungkin ditutup sepihak, Henry menekankan pemerintah daerah tetap memiliki tanggung jawab menjaga keseimbangan kebijakan.

“Perlindungan UMKM harus diwujudkan melalui langkah konkret, seperti pembatasan izin baru, bantuan permodalan, serta pembinaan berkelanjutan,” jelasnya.

Komisi I DPRD Kota Sukabumi, lanjut Henry, telah menegur dinas terkait agar lebih selektif dalam menerbitkan izin ke depan. Ia menekankan agar pemerintah tidak menjadikan investasi semata sebagai indikator keberhasilan pembangunan.

“Investasi penting, tapi keberlangsungan pengusaha kecil jauh lebih penting untuk menjaga ekonomi kerakyatan,” pungkasnya.

Berita Terkait

Dari Disiplin hingga Judi Online, Ini Pesan Kepala Diskominfo Kota Sukabumi kepada ASN
AIDS, TBC, dan Malaria Jadi Perhatian, Dinkes Kota Sukabumi Siapkan Strategi Baru
Kota Sukabumi Sukses Tekan Inflasi Agustus hingga Masuk 10 Besar Inflasi Terendah
Sambut HUT ke-106, RSUD R. Syamsudin SH Tawarkan Promo Layanan Terapi Regeneratif
Sudah Dilaporkan Sejak 2025, Kenapa Mantan Legislator Sukabumi Baru Jadi Tersangka?
Polisi Periksa Mantan Legislator Sukabumi, Dugaan Penipuan dan Penggelapan Diselidiki
Kantor Kecamatan Gunungpuyuh Mulai Berdiri, DPUTR Pastikan Proyek On Track
Disdikbud Kota Sukabumi Minta Orang Tua Dampingi Anak Selama PJJ Imbas Abu Vulkanik
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 16:29 WIB

Dari Disiplin hingga Judi Online, Ini Pesan Kepala Diskominfo Kota Sukabumi kepada ASN

Rabu, 9 September 2026 - 16:12 WIB

AIDS, TBC, dan Malaria Jadi Perhatian, Dinkes Kota Sukabumi Siapkan Strategi Baru

Selasa, 8 September 2026 - 21:05 WIB

Kota Sukabumi Sukses Tekan Inflasi Agustus hingga Masuk 10 Besar Inflasi Terendah

Selasa, 8 September 2026 - 16:22 WIB

Sambut HUT ke-106, RSUD R. Syamsudin SH Tawarkan Promo Layanan Terapi Regeneratif

Senin, 7 September 2026 - 19:07 WIB

Sudah Dilaporkan Sejak 2025, Kenapa Mantan Legislator Sukabumi Baru Jadi Tersangka?

Berita Terbaru