LITERASI MEDIA – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Sukabumi menggelar peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-50 yang berlangsung di Gedung Pusat Kajian Islam (Puski), di Jalan Veteran II, Kecamatan Cikole, pada Sabtu (26/7).
Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, mengatakan bahwa harlah MUI yang ke-50 ini menjadi momentum persatuan umat Islam dan juga persatuan umat lintas Agama, seperti Katolik, Kristen, Hindu, Budha, Konghucu dan ada juga lintas kepercayaan. Bahkan dalam momen tersebut telah ditandai dengan fakta integritas kebersamaan.
“Ini penting untuk kepentingan iklim politik di Kota Sukabumi, karena saya akan bekerja dengan khidmat di Kotà Sukabumi,” ujar Ayep Zaki, kepada awak media.
Ia mengaku tak mungkin bisa bekerja sendiri. Maka dari itu Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi harus bersama-sama dengan 35 anggota DPRD untuk membangun Kota Sukabumi.
“Dan itu tidak mungkin dilakukan oleh eksekutif sendiri tapi membutuhkan kolaborasi dengan legislatif,” ucapnya.
Kedepan, kata dia, pihaknya akan membuktikan seperti apa hubungan harmonisasi antara eksekutif dengan legislatif, dan juga hubungan harmonisasi antara seluruh masyarakat Kota Sukabumi, lintas Agama dan kerukunan umat beragama.
“Diusia (MUI) yang ke 50 adalah usia yang sangat matang dan kita buktikan di Kota Sukabumi, kematangan MUI benar-benar berwujud,” tandasnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, menyampaikan selamat harlah MUI yang ke-50. Ia berharap MUI tetap menjadi poros untuk keberagaman agama di Kota Sukabumi, dan tentunya menjadi pelopor pemersatu.
“Saya mau membahas simbolnya tadi. Itu luar biasa, ada seluruh ormas-ormas Islam dipersatukan,” kata Bobby.
Bobby menyampaikan bahwa seperti itulah harusnya MUI Kota Sukabumi agar bisa mempersatukan umat seluruh Agama, khususnya ormas-ormas Islam yang ada di Kota Sukabumi.
“Harapannya, semoga semakin bersatu, mendoakan, mendukung Kota Sukabumi bercahaya ke depan,” singkatnya. (Boy)









