Hiswana Migas Sukabumi Himbau Dapur Mitra MBG tak Gunakan LPG 3 Kg

- Penulis

Jumat, 9 Mei 2025 - 11:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Hiswana Migas Sukabumi, Eten Rustandi. Foto: Nuria Ariawan.

Ketua Hiswana Migas Sukabumi, Eten Rustandi. Foto: Nuria Ariawan.

LITERASI MEDIA – Penggunaan gas bumi sangat signifikan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Indonesia, terutama dalam mendukung operasional dapur-dapur yang memasak makanan untuk anak sekolah.

Namun demikian, penggunaan liquefied petroleum gas (LPG) atau LPG 3 kilogram di dapur umum mitra program MBG itu dilarang. Pasalnya, penggunaan LPG 3 kilogram hanya untuk rumah tangga dan usaha mikro yang memenuhi kriteria tertentu.

Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Sukabumi, Eten Rustandi, mengatakan rata-rata di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) itu menggunakan gas 12 kilogram atau 50 kilogram. Namun ada juga yang menggunakan gas Compressed Natural Gas (CNG) karena harganya yang lebih murah.

Baca Juga :  Penjelasan Kadisdikbud Kota Sukabumi Soal Isu Titip-Menitip Siswa dalam SPMB hingga Sanksi

“Tapi keliatannya mereka kan pasti nyarinya yang lebih murah, kalau yang lebih murah itu sebenarnya memang ada yang CNG, nah itu kan diluar dari kita, banyak yang pakai seperti itu. Tapi yang jelas LPG 3 kilogram nggak dipakai, nggak diperbolehkan gitu,” ujar Eten, kepada literasimedia.com, pada Jumat (9/5/2025).

Di Kota Sukabumi, lanjut dia, penggunaan LPG 3 kilogram terutama ditujukan untuk rumah tangga dan usaha mikro untuk memasak. Pemerintah sendiri telah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) LPG 3 kilogram sebesar Rp 19 ribu per tabung.

Baca Juga :  Jelang Ramadan, Lapas Sukabumi Bersih-Bersih TMP Suryakencana dengan Libatkan 15 Warga Binaan

“Kalau LPG 3 kilogram itu hanya untuk rumah tangga, rakyat miskin. Nah jadi tidak bisa untuk produksi seperti rumah makan, itu kan kapasitasnya besar, jadi anjurannya pakai 12 kilogram atau 50 kilogram, tapi ada juga yang lari ke produk selain Pertamina, yaitu CNG karena lebih murah, tapi ada kekurangannya yaitu tekanannya memang kurang,” pungkasnya. (***)

Penulis : Nuria Ariawan

Berita Terkait

TPID Kota Sukabumi Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi, Jaga Harga dan Pasokan Pangan
Polres Sukabumi Kota Gelar Operasi Patuh Lodaya 2026, Berikut Sasaran Pelanggarannya
Lapas Sukabumi Perkuat Komitmen Pemberantasan Narkoba Lewat Tes Urine Mendadak
110 Orang Positif HIV di Sukabumi hingga Oktober, Sejauh Mana Efektivitas Pencegahannya?
Disdikbud Kota Sukabumi Evaluasi Revitalisasi Sekolah, 11 SD Masih Menunggu Kepastian Bantuan
“Jaket Boleh Berbeda, Semangat Tetap Satu”, Pesan Kapolres Sukabumi Kota kepada Ojol
Hotel dan Restoran Minim Parkir, DPRD Kota Sukabumi Minta Dishub Bertindak
Yosep Pujianto Targetkan PKB Kota Sukabumi Lebih Dekat dengan Masyarakat
Berita ini 47 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:33 WIB

TPID Kota Sukabumi Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi, Jaga Harga dan Pasokan Pangan

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:26 WIB

Polres Sukabumi Kota Gelar Operasi Patuh Lodaya 2026, Berikut Sasaran Pelanggarannya

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:32 WIB

Lapas Sukabumi Perkuat Komitmen Pemberantasan Narkoba Lewat Tes Urine Mendadak

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:53 WIB

110 Orang Positif HIV di Sukabumi hingga Oktober, Sejauh Mana Efektivitas Pencegahannya?

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 18:00 WIB

“Jaket Boleh Berbeda, Semangat Tetap Satu”, Pesan Kapolres Sukabumi Kota kepada Ojol

Berita Terbaru