LITERASI MEDIA – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bumi Wibawa (TBW) Kota Sukabumi saat ini tengah berupaya meningkatkan pelayanan termasuk memenuhi kebutuhan puluhan ribu sambungan pelanggan (SL). Hal tersebut guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), sesuai dengan dorongan Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, pasca pertemuan antara jajaran PDAM pada beberapa waktu lalu.
Baca juga: Ayep Zaki Dorong Optimalisasi Peningkatan PAD Melalui PDAM TBW Sukabumi
“Inti dari pertemuan itu, pak Wali menginginkan PDAM bisa melayani minimal 50 ribu SL untuk memenuhi kebutuhan arah sana, karena NRW (Non-Revenue Water) atau tingkat kehilangan air PDAM masih tinggi di atas 70 pertahun nya, dan perbulannya fluktuatif ya,” ujar Kepala Bagian Hubungan Langganan (Hublang) PDAM TBW Kota Sukabumi ,Tia Kusumawanti Kosasih, kepada literasimedia.com, pada Selasa (17/6).
Guna menambah cakupan pelayanan atau menambah SL, kata Tia, poin utamanya adalah pendistribusian air harus continue. Kendati demikian, saat ini NRW nya tinggi, maka PDAM masih memiliki wilayah yang pengairannya dua hari satu kali. Namun pihaknya juga berupaya tidak terjadi hal tersebut.
“Saat ini PDAM masih memiliki wilayah atau pelayanan yang pengairannya dua hari satu kali, jadi hari ini tidak mengalir besok baru mengalir, dan pelanggannya sudah ok, yang penting ada. Tapi kami sedang mengusahakan tidak dua hari sekali, tapi setiap hari dengan pengaliran misalnya 12 jam tapi tiap hari ada,” jelasnya.
Lebih lanjut, Tia menambahkan bahwa untuk menekan NRW itu tidak seperti membalikkan telapak tangan, karena butuh proses, butuh ketekunan, dan intinya butuh finansial nya. Namun untuk saat ini, dengan Penyertaan Modal Pemerintah (PMP) kepada PDAM yang hanya Rp 1 miliar pertahun, hal tersebut belum bisa terlaksana.
“Untuk saat ini, kalau dengan dana PDAM sendiri kita belum bisa, karena pipa yang bocornya kemungkinan di asbes, itu kan pipa yang lama dan memang sebetulnya kita sudah tidak boleh ada pipa asbes, untuk mengganti itu tidak bisa butuh uang Rp 1 miliar atau Rp 2 miliar.
“PMP kitakan dikasih Rp 1 miliar dan akan berakhir, PMP itu sebetulnya harusnya modal awal, tapi karena PAD di Kota Sukabumi kecil, jadi akhirnya ke PDAM nya di tuntut setiap tahun Rp 1 miliar dari PMP APBD Kota. Rp 1 miliar itu tidak bisa mengganti seperti itu, jadi memang butuh dana,” tambahnya.
Saat ini, kata Tia, Dirut PDAM TBW Kota Sukabumi tengah mengupayakan bisa ada suntikan dana seperti CSR dari luar. Bahkan saat ini pihaknya juga sedang melaksanakan lobi dengan salah satu pihak.
“Ya kalau memang mereka tertarik mungkin ada sedikit bantuan seperti itu. Jadi intinya kita belum bisa memenuhi keinginan pak Wali Kota untuk 50 ribu SL, karena kehilangan air, tapi kita juga tetap berupaya, terakhir kita melakukan RDS (Real Demand Survey) kepeminatan masyarakat agak rendah, kenapa rendah, karena air di Kota Sukabumi itu mudah didapat,” pungkasnya. (***)
Editor : Nuria Ariawan









