LITERASI MEDIA – Deru ombak yang bergulung dari Samudra Hindia seolah tak pernah lelah menyapa pesisir selatan Kabupaten Sukabumi. Di momen libur Lebaran, panorama ini menjadi magnet yang kuat, menarik ribuan wisatawan dari berbagai daerah untuk datang, menikmati hamparan pantai yang eksotis sekaligus menantang.
Suasana ramai terasa di sejumlah titik wisata. Tawa pengunjung, jejak kaki di pasir, hingga deretan kendaraan yang memadati kawasan pantai menjadi pemandangan khas setiap musim liburan. Namun di balik keindahan itu, tersimpan karakter alam yang tak bisa dianggap remeh.
Sebagai putra daerah asli Palabuhanratu, Anggota DPR RI dari Partai Demokrat, Iman Adinugraha, memahami betul wajah ganda pesisir selatan, indah sekaligus berisiko.
Ia pun mengingatkan, euforia liburan kerap membuat wisatawan lengah terhadap potensi bahaya yang mengintai, terutama dari ombak besar dan arus laut yang kuat.
“Pantai selatan Sukabumi memang indah dan menjadi destinasi favorit saat libur Lebaran. Tapi wisatawan harus memahami karakter ombak dan arus laut yang cukup kuat,” ujarnya, pada Minggu (22/3).
Bagi Iman Adinugraha, keselamatan bukan sekadar imbauan formal, melainkan hal utama yang harus disadari setiap pengunjung. Ia menekankan pentingnya disiplin dalam mematuhi rambu-rambu yang telah dipasang di titik-titik rawan.
Bendera merah yang berkibar, menurutnya, bukan sekadar penanda, melainkan peringatan serius agar wisatawan tidak memaksakan diri berenang di area berbahaya.
“Jangan abaikan peringatan, apalagi jika sudah dipasang bendera merah. Keselamatan harus menjadi prioritas utama, bukan sekadar mengejar kesenangan,” tegasnya.
Di sisi lain, ia juga memberikan apresiasi kepada para petugas gabungan mulai dari Balawista, TNI-Polri, hingga relawan yang tetap siaga di tengah padatnya arus kunjungan. Mereka menjadi garda terdepan dalam memastikan keamanan wisatawan, sering kali bekerja tanpa henti di bawah terik matahari dan terpaan angin laut.
Menurut Iman, upaya petugas akan semakin efektif jika diimbangi dengan kesadaran pengunjung. Sinergi antara kewaspadaan wisatawan dan kesiapsiagaan petugas menjadi kunci untuk menekan angka kecelakaan laut yang kerap terjadi di kawasan ini.
“Petugas sudah bekerja maksimal. Tinggal bagaimana wisatawan bisa disiplin dan menjaga diri. Mari kita jaga bersama agar libur Lebaran ini tetap aman dan menyenangkan,” pungkasnya.
Di tengah riuhnya liburan, pesan itu menjadi pengingat sederhana: menikmati keindahan alam tetap harus seiring dengan kehati-hatian. Karena di pesisir selatan Sukabumi, keindahan dan kekuatan alam berjalan berdampingan. (kio).









