Wali Kota Sukabumi Hadiri Rakor Pembahasan Kuota Haji dan Umrah, Ini yang Dibahas!

- Penulis

Kamis, 4 Desember 2025 - 17:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, menghadiri rakor pembahasan kuota haji dan umrah yang berlangsung di Kampung Pakuan, Subang, pada Rabu (3/12). Foto: Humas Pemkot Sukabumi.

Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, menghadiri rakor pembahasan kuota haji dan umrah yang berlangsung di Kampung Pakuan, Subang, pada Rabu (3/12). Foto: Humas Pemkot Sukabumi.

LITERASI MEDIA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat bersama Kementerian Haji dan Umrah menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) pembahasan kuota haji dan umrah yang berlangsung di Kampung Pakuan, Subang, pada Rabu (3/12).

Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, hadir langsung dalam pertemuan penting tersebut untuk memastikan Kota Sukabumi mendapatkan informasi dan arahan terbaru terkait kebijakan nasional dan internasional mengenai penyelarasan kuota haji.

Rakor yang dipimpin oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang sering disapa KDM ini digelar sebagai respons terhadap kebutuhan global untuk menata ulang sistem kuota haji dan umrah berdasarkan prinsip keadilan, keamanan, dan efisiensi.

Baca Juga :  Usai Tejo jadi Tersangka Korupsi, Wali Kota Sukabumi Tunjuk Reni Sebagai Plt Kadisdukcapil

Dalam rakor tersebut, H. Ayep Zaki menyampaikan bahwa kebijakan normalisasi kuota merupakan upaya pemerintah pusat untuk memastikan pemerataan keberangkatan haji dan umrah di seluruh Indonesia.

“Malam ini rapat koordinasi pembahasan tentang kuota haji dan umrah. Penjelasan dari Wakil Menteri Kementerian Haji dan Umrah menyebutkan adanya penormalan keberangkatan yang lebih berkeadilan,” ujarnya.

Melalui normalisasi ini, lanjut Ayep, maka akan ada wilayah yang waktu tunggu awalnya sebentar menjadi lebih lama, dan yang lama menjadi lebih cepat.

“Jadi sekarang lebih adil di seluruh Indonesia. Untuk Kota Sukabumi, ada penurunan kuota keberangkatan pada tahun 2026 nanti, tepatnya sesuai dengan daftar antrean,” jelasnya.

Baca Juga :  Bulan Ramadan, DPRD Kota Sukabumi Minta Pengawasan MBG Diperketat

Penyesuaian kuota menjadi instrumen vital untuk memastikan seluruh proses perencanaan, mulai dari akomodasi, transportasi, hingga layanan kesehatan dapat terkelola dengan baik.

Rakor ini sekaligus menegaskan bahwa pemerintah daerah memiliki peran strategis dalam memastikan kebijakan kuota haji dan umrah dapat diterapkan secara efektif di tingkat kota.

Dengan koordinasi yang solid antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah daerah, pelaksanaan ibadah haji dan umrah diharapkan dapat berjalan lebih berkeadilan dan aman bagi seluruh jemaah. (Boy)

Editor : Nuria Ariawan

Berita Terkait

Dari Disiplin hingga Judi Online, Ini Pesan Kepala Diskominfo Kota Sukabumi kepada ASN
AIDS, TBC, dan Malaria Jadi Perhatian, Dinkes Kota Sukabumi Siapkan Strategi Baru
Kota Sukabumi Sukses Tekan Inflasi Agustus hingga Masuk 10 Besar Inflasi Terendah
Sambut HUT ke-106, RSUD R. Syamsudin SH Tawarkan Promo Layanan Terapi Regeneratif
Sudah Dilaporkan Sejak 2025, Kenapa Mantan Legislator Sukabumi Baru Jadi Tersangka?
Polisi Periksa Mantan Legislator Sukabumi, Dugaan Penipuan dan Penggelapan Diselidiki
Kantor Kecamatan Gunungpuyuh Mulai Berdiri, DPUTR Pastikan Proyek On Track
Disdikbud Kota Sukabumi Minta Orang Tua Dampingi Anak Selama PJJ Imbas Abu Vulkanik
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 16:29 WIB

Dari Disiplin hingga Judi Online, Ini Pesan Kepala Diskominfo Kota Sukabumi kepada ASN

Rabu, 9 September 2026 - 16:12 WIB

AIDS, TBC, dan Malaria Jadi Perhatian, Dinkes Kota Sukabumi Siapkan Strategi Baru

Selasa, 8 September 2026 - 21:05 WIB

Kota Sukabumi Sukses Tekan Inflasi Agustus hingga Masuk 10 Besar Inflasi Terendah

Selasa, 8 September 2026 - 16:22 WIB

Sambut HUT ke-106, RSUD R. Syamsudin SH Tawarkan Promo Layanan Terapi Regeneratif

Senin, 7 September 2026 - 19:07 WIB

Sudah Dilaporkan Sejak 2025, Kenapa Mantan Legislator Sukabumi Baru Jadi Tersangka?

Berita Terbaru