Waspada Penyakit Psikosomatik, Merasa Sakit Tapi Pemeriksaan Tubuh Sehat!

- Penulis

Rabu, 30 Juli 2025 - 19:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LITERASI MEDIA- Pernahkah Kalian Merasa tubuh lemas, mual berkepanjangan, sulit tidur, atau jantung berdebar-debar, namun hasil pemeriksaan medis mengatakan semuanya normal?

Jangan buru-buru menyimpulkan Anda baik-baik saja. Bisa jadi, keluhan fisik tersebut bukan berasal dari tubuh semata, melainkan dari pikiran yang lelah dan penuh tekanan. Kondisi ini dikenal dengan nama penyakit psikosomatik.

Salah Satu, Dokter spesialis penyakit dalam konsultan psikosomatik dan paliatif medik mengatakan, psikosomatik adalah kondisi medis yang nyata namun sangat dipengaruhi oleh faktor psikologis dan emosional.

Bukan berarti pasien berpura-pura sakit, tapi emosi negatif seperti kecemasan, ketakutan, atau trauma masa lalu dapat ‘menyamar’ menjadi gejala fisik di berbagai organ tubuh.

Baca Juga :  Disdikbud Kota Sukabumi Minta Orang Tua Dampingi Anak Selama PJJ Imbas Abu Vulkanik

Dalam dunia medis, psikosomatik dianggap sebagai jembatan antara kesehatan mental dan fisik. Emosi yang tidak tersalurkan dengan baik dapat memengaruhi kerja sistem saraf, hormon, hingga kekebalan tubuh.

Akibatnya, pasien merasakan berbagai gejala fisik yang sulit dijelaskan oleh diagnosa medis biasa.

Gejala yang dialami bisa berpindah-pindah dan sering kali membingungkan, mulai dari nyeri lambung, pusing, tubuh lemas, hingga jantung berdebar.

Nah, Uniknya keluhan ini bisa muncul silih berganti tanpa pola yang jelas, membuat pasien merasa semakin frustrasi karena merasa sakit, namun tak kunjung mendapat penjelasan medis yang pasti.

Baca Juga :  Dinkes Kota Sukabumi Ajak Orang Tua Manfaatkan Bulan Imunisasi Kejar

Satu hal penting yang perlu dipahami, psikosomatik bukan penyakit rekaan. Kondisi ini benar-benar membuat pasien merasa tidak nyaman secara fisik, meski hasil laboratorium dan radiologi menunjukkan tubuh dalam keadaan normal.

Karena itu, pendekatan yang dibutuhkan bukan hanya dari sisi medis, tapi juga psikologis.

Penanganan penyakit psikosomatik biasanya melibatkan kombinasi antara terapi psikologis, meditasi atau relaksasi, perubahan gaya hidup, dan bila perlu, pengobatan untuk meredakan gejala fisik.

Berita Terkait

110 Orang Positif HIV di Sukabumi hingga Oktober, Sejauh Mana Efektivitas Pencegahannya?
Dinkes Kota Sukabumi Ajak Orang Tua Manfaatkan Bulan Imunisasi Kejar
Dinkes Kota Sukabumi Evaluasi Program HIV AIDS, Perluas Cakupan Layanan
AIDS, TBC, dan Malaria Jadi Perhatian, Dinkes Kota Sukabumi Siapkan Strategi Baru
Sambut HUT ke-106, RSUD R. Syamsudin SH Tawarkan Promo Layanan Terapi Regeneratif
Disdikbud Kota Sukabumi Minta Orang Tua Dampingi Anak Selama PJJ Imbas Abu Vulkanik
Abu Vulkanik Anak Krakatau, Lurah Gunungpuyuh Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan
Tak Sekadar Perayaan, Boenoet Fest 2026 Jadi Momentum Perkuat Kebersamaan dan Pengabdian
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:53 WIB

110 Orang Positif HIV di Sukabumi hingga Oktober, Sejauh Mana Efektivitas Pencegahannya?

Jumat, 2 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Dinkes Kota Sukabumi Ajak Orang Tua Manfaatkan Bulan Imunisasi Kejar

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:02 WIB

Dinkes Kota Sukabumi Evaluasi Program HIV AIDS, Perluas Cakupan Layanan

Rabu, 9 September 2026 - 16:12 WIB

AIDS, TBC, dan Malaria Jadi Perhatian, Dinkes Kota Sukabumi Siapkan Strategi Baru

Selasa, 8 September 2026 - 16:22 WIB

Sambut HUT ke-106, RSUD R. Syamsudin SH Tawarkan Promo Layanan Terapi Regeneratif

Berita Terbaru