Waspada! Penyakit yang Mengancam saat Musim Hujan dan Cuaca Ekstrem

- Penulis

Rabu, 5 November 2025 - 13:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Flu. 
Foto: Istimewa

Ilustrasi Flu. Foto: Istimewa

LITERASI MEDIA- Di Indonesia tengah memasuki masa cuaca ekstrem Peralihan musim berimbas pada terjadinya hujan lebat, angin kencang, hingga ancaman siklon tropis.

Dalam beberapa waktu belakang, hujan mulai meluas di sejumlah daerah. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan, intensitas hujan akan terus meningkat dalam beberapa pekan depan.

Puncak musim hujan sendiri diprediksi terjadi pada November 2025. Artinya, sudah saatnya juga bagi kita untuk mewaspadai ancaman penyakit yang disebabkan.

Musim peralihan yang diwarnai cuaca ekstrem rentan memicu sejumlah masalah kesehatan. Peralihan musim mendukung perkembangbiakan beberapa mikroorganisme seperti virus dan bakteri penyebab penyakit.

Ancaman penyakit saat cuaca ekstrem

Pada musim ini, virus dan bakteri juga disebut lebih mudah masuk ke dalam tubuh. Hal ini disebabkan oleh lingkungan yang dingin dan kering membuat lapisan jaringan yang membatasi rongga saluran cerna dan napas menjadi kering.

Nah untuk itu, waspadai beberapa penyakit berikut di cuaca ekstrem ini.

1. Influenza
Belakangan, banyak orang mengeluhkan gejala flu. Wajar saja, influenza memang jadi salah satu ancaman di tengah musim hujan yang ekstrem.

Baca Juga :  Dinkes Kota Sukabumi Perkuat Kolaborasi dan Budaya Kerja melalui Apel Pagi

Gejalanya bisa berupa hidung tersumbat, batuk, nyeri saat menelan, tubuh terasa lemas, hingga demam.

Penyakit ini bisa menular antar-manusia melalui droplet orang yang terinfeksi. Selalu kenakan masker saat beraktivitas untuk melindungi diri dari ancaman penyakit.

2. Diare
Risiko diare meningkat saat musim hujan. Pasalnya, air hujan dapat mencemari sumber air bersih dan makanan.

Umumnya, diare disebabkan oleh Rotavirusyang ditularkan melalui konsumsi air atau makanan yang terkontaminasi.
Gejala diare sendiri meliputi mual, muntah, intensitas BAB meningkat, feses yang lebih encer, hingga demam.

3. Demam berdarah
Kamu juga perlu mewaspadai penyakit yang bisa mengancam jiwa satu ini. Demam berdarah jadi ancaman di musim hujan yang ekstrem seperti sekarang.

Salah satu pasalnya adalah genangan air hujan yang bisa jadi tempat berkembangbiaknya nyamuk Aedes aegypti.

Gejala demam berdarah sendiri meliputi demam tinggi, nyeri otot dan persendian, bercak merah di kulit, dan perdarahan dalam kasus yang parah.

Baca Juga :  Gara-gara Sound Horeg, Pasien Gangguan Telinga di Lumajang Meningkat!

4. Leptospirosis
Leptospirosis harus diwaspadai di wilayah yang rawan banjir. Genangan air banjir bisa jadi sarang penularan penyakit ini.

Penyakit ini dipicu oleh bakteri Leptospirayang masuk ke dalam tubuh manusia lewat kontak langsung dengan air atau tanah yang terkontaminasi urine
hewan yang terinfeksi.

Gejalanya sendiri berupa demam, sakit kepala, nyeri otot dan persendian, hingga bisa memicu gangguan hati yang serius.

5. Dehidrasi
Coba perhatikan beberapa hari ke belakang. Pada siang hari, cuaca terasa amat panas dan terik. Sementara sore hingga malam hari, langit diselimuti awan gelap dan guyuran air hujan.

Suhu yang tinggi dan kelembapan yang rendah di siang hari dapat membuat tubuh kehilangan banyak cairan hingga meningkatkan risiko dehidrasi.

Selalu penuhi kebutuhan cairan harian. Orang dewasa umumnya dianjurkan untuk memenuhi kebutuhan cairan sebanyak 2 liter per hari.

Nah, itulah 5 penyakit yang wajib kalian waspadai dan mencegahnya dengan cara jaga imun tubuh agar tetap kuat dan minum vitamin.(pau)

Berita Terkait

AIDS, TBC, dan Malaria Jadi Perhatian, Dinkes Kota Sukabumi Siapkan Strategi Baru
Sambut HUT ke-106, RSUD R. Syamsudin SH Tawarkan Promo Layanan Terapi Regeneratif
Disdikbud Kota Sukabumi Minta Orang Tua Dampingi Anak Selama PJJ Imbas Abu Vulkanik
Abu Vulkanik Anak Krakatau, Lurah Gunungpuyuh Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan
Tak Sekadar Perayaan, Boenoet Fest 2026 Jadi Momentum Perkuat Kebersamaan dan Pengabdian
Promo Kemerdekaan! Klinik Eksekutif RSUD R. Syamsudin SH Tawarkan Tarif Lebih Hemat
Dinkes Kota Sukabumi Perkuat Kolaborasi dan Budaya Kerja melalui Apel Pagi
Bahas KUA-PPAS, Komisi III DPRD Dorong Penguatan Layanan Kesehatan di RSUD R. Syamsudin SH
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 16:12 WIB

AIDS, TBC, dan Malaria Jadi Perhatian, Dinkes Kota Sukabumi Siapkan Strategi Baru

Selasa, 8 September 2026 - 16:22 WIB

Sambut HUT ke-106, RSUD R. Syamsudin SH Tawarkan Promo Layanan Terapi Regeneratif

Senin, 7 September 2026 - 11:36 WIB

Disdikbud Kota Sukabumi Minta Orang Tua Dampingi Anak Selama PJJ Imbas Abu Vulkanik

Senin, 7 September 2026 - 11:15 WIB

Abu Vulkanik Anak Krakatau, Lurah Gunungpuyuh Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Senin, 7 September 2026 - 07:00 WIB

Tak Sekadar Perayaan, Boenoet Fest 2026 Jadi Momentum Perkuat Kebersamaan dan Pengabdian

Berita Terbaru