LITERASI MEDIA – Direktur RSUD R. Syamsudin, SH (RS Bunut), Yanyan Rusyandi, menegaskan komitmennya untuk memperkuat tata kelola dan transparansi keuangan rumah sakit sebagai tindak lanjut dari arahan Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki.
Yanyan mengungkapkan, dalam kegiatan Hari Bakti Dokter Indonesia ke-117, Wali Kota menekankan pentingnya membangun “rumah sakit yang sehat” sebelum berbicara tentang pelayanan kesehatan masyarakat.
“Pak Wali menyampaikan bahwa sebelum Rumah Sakit Bunut bisa menyehatkan pasien, maka rumah sakitnya dulu yang harus sehat,” ujar Yanyan usai kegiatan, pada Sabtu (11/10).
Menurutnya, konsep “Rumah Sakit Sehat” yang dimaksud meliputi perbaikan kinerja keuangan, tata kelola manajemen, serta akuntabilitas pengelolaan BLUD (Badan Layanan Umum Daerah).
“Kami sedang memperbaiki sistem manajemen pasca temuan BPK 2023–2024. Fokus kami pada transparansi, akuntabilitas, dan penerapan good corporate governance agar rumah sakit dapat beroperasi secara efisien dan profesional,” jelasnya.
Sebagai bentuk pengawasan dan keterbukaan, Yanyan menyebut bahwa dirinya wajib melaporkan kondisi keuangan RSUD setiap hari kepada Wali Kota Sukabumi.
“Ada tiga hal yang saya laporkan setiap hari. Pertama, posisi kas BLUD. Kedua, jumlah piutang dari BPJS, masyarakat, maupun pihak lainnya. Ketiga, cadangan dana yang bisa digunakan, termasuk pinjaman,” terang Yanyan.
Ia menilai langkah tersebut sebagai bagian dari kontrol dan pembinaan langsung dari Wali Kota selaku pimpinan daerah dan penanggung jawab rumah sakit milik pemerintah.
“Ini bentuk pengawasan yang sehat. Pak Wali ingin kami transparan dan tertib, agar ke depan RS Bunut benar-benar menjadi rumah sakit yang sehat dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegasnya.
Yanyan menambahkan, pembenahan ini merupakan langkah awal untuk membangun kepercayaan publik terhadap layanan kesehatan daerah, sekaligus memperkuat peran RS Bunut sebagai rumah sakit rujukan utama di Sukabumi. (Kio).









