105 Tahun Rumah Sakit Bunut, Menyingkap Jejak Sejarah RSUD Tertua di Kota Sukabumi

- Penulis

Selasa, 9 September 2025 - 12:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gedung RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi di masa lalu. Foto: Istimewa.

Gedung RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi di masa lalu. Foto: Istimewa.

LITERASI MEDIA – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) R Syamsudin SH, atau yang akrab disebut Rumah Sakit Bunut, telah berdiri lebih dari satu abad. Usianya kini menginjak 105 tahun sejak pertama kali berdiri pada 9 September 1920, menjadikannya salah satu fasilitas kesehatan bersejarah sekaligus rumah sakit tertua di Sukabumi.

Plt Direktur RSUD R Syamsudin SH, Yanyan Rusyandi, menjelaskan bahwa rumah sakit ini pada awalnya dimiliki oleh Pemerintah Hindia Belanda.

“Nilai sejarahnya dulu ini adalah rumah sakit milik Santa Lidwina, milik Pemerintah Hindia Belanda,” ujar Yanyan, Selasa (9/9).

Seiring berakhirnya penjajahan, kata Yanyan, kepemilikan rumah sakit kemudian diserahkan kepada Pemerintah Republik Indonesia.

“Pada saat Belandanya kalah hingga kemerdekaan maka diserahkan kepada Pemerintah Indonesia. Pada saat diserahkan ke Indonesia, setelah proses berjalan panjang diserahkanlah bahwa ini milik Pemkot Sukabumi,” jelasnya.

Menariknya, nama RSUD ini tidak diambil dari seorang dokter seperti lazimnya rumah sakit besar lain di Indonesia, melainkan dari wali kota pertama Sukabumi, R Syamsudin SH.

“Kalau yang lain kan nama rumah sakitnya dokter Hasan Sadikin, dr. Tjipto, ini salah satu rumah sakit yang bukan dokter. Namanya R Syamsudin. Siapa dia? Wali kota pertama di Kota Sukabumi dari orang pribumi,” terangnya.

Baca Juga :  Pastikan Pasokan Darah Tercukupi, RS Bunut Kota Sukabumi Gelar Baksos Donor Darah

Selain sejarah panjang, RSUD Bunut juga masih mempertahankan salah satu bangunan lamanya, yakni Ruang Aster. Ruang rawat inap ini dianggap bernilai historis karena konstruksinya menggunakan gedeg (anyaman bambu berlapis kapur) yang dikenal tahan gempa.

“Jadi yang dipertahankan itu Ruang Aster. Ruang ini sebagai heritage, bangunan lama, dindingnya pakai gedeg sehingga itu anti gempa,” ucap Yanyan.

Meski demikian, pihak rumah sakit belum berencana mengajukan Ruang Aster sebagai cagar budaya.

“Kita belum berbicara sama dinas terkait dalam hal ini kebudayaan. Kalau nanti ada proses pengajuan secara prinsip kita siap buat memberikan keterangan terkait bangunan heritage,” tambahnya.

Kini, RSUD R Syamsudin SH berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dan menjadi rumah sakit rujukan utama, tidak hanya bagi warga Kota Sukabumi, tetapi juga Kabupaten Sukabumi dan Cianjur.

Memasuki usia ke-105, RSUD Bunut tidak hanya menjaga warisan sejarah, tetapi juga bersiap menghadapi tantangan modern. Salah satunya melalui rencana pembangunan Paviliun Jabar, gedung baru yang akan didirikan di area lapangan voli rumah sakit.

Baca Juga :  Ayep Zaki Hadiri Peresmian Kantor Pertanahan Kota Sukabumi

“Jadi arahan dari Bu Kadis (Dinas Kesehatan) Provinsi agar selesaikan dulu DED-nya. DED akan selesai di akhir September maka nanti angkanya sudah fix baru kita ajukan ulang ke provinsi. Insya Allah akan dibantu di tahun 2026,” kata Yanyan.

Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, turut menegaskan dukungan penuh pemerintah provinsi. Menurutnya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi telah mengalokasikan anggaran ratusan miliar rupiah.

“Saya terimakasih juga kepada Pak KDM akan mensupport Rumah Sakit R Syamsudin dengan anggaran di tahun 2025 sebesar Rp 275 miliar untuk membangun Paviliun Jabar,” ucap Ayep.

Gedung baru ini rencananya dibangun hingga delapan lantai dengan sejumlah fasilitas vital. “Rencana 8 lantai tapi disesuaikan dengan anggarannya,” ujar Ayep.

Selain UGD, kamar operasi, dan ruang rawat inap, dana dari Pemprov Jabar juga akan dipakai merehabilitasi fasilitas lama.

“Untuk kamar bedah, UGD dan kamar rawat inap. Jadi peningkatan fasilitas dan yang jelek-jelek kita akan rehab semuanya,” pungkasnya. (Boy)

Editor : Nuria Ariawan

Berita Terkait

Selaraskan Prioritas Pembangunan, Bappeda dan DPRD Kota Sukabumi Bahas KUA-PPAS 2027
International Job Fair 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan Lebih dari 5.000 Peluang Kerja Global
Iman Adinugraha Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Kasepuhan Cipta Mulya, Ajak Semua Pihak Gotong Royong
Lapang Merdeka Sukabumi Kian Tertib, Kehadiran Security Beri Rasa Aman bagi Pengunjung
HUT ke-65 IKWI Kota Sukabumi Diisi Aksi Berbagi, Tebarkan Semangat Kepedulian Sosial
Optimalkan Pajak Air Tanah, BPKPD Kota Sukabumi Kaji Penerapan Water Meter Ultrasonik
DLH Kota Sukabumi Perkuat Pengelolaan Sampah, Edukasi Warga Jadi Fokus Utama
53 Tahun KNPI: Dirintis Bung H. Hamami, Harmoni dalam Estafeta Kepemimpinan Bung Sudar Fauzi
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 20:44 WIB

Selaraskan Prioritas Pembangunan, Bappeda dan DPRD Kota Sukabumi Bahas KUA-PPAS 2027

Senin, 27 Juli 2026 - 19:59 WIB

International Job Fair 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan Lebih dari 5.000 Peluang Kerja Global

Senin, 27 Juli 2026 - 14:40 WIB

Iman Adinugraha Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Kasepuhan Cipta Mulya, Ajak Semua Pihak Gotong Royong

Sabtu, 25 Juli 2026 - 21:53 WIB

Lapang Merdeka Sukabumi Kian Tertib, Kehadiran Security Beri Rasa Aman bagi Pengunjung

Sabtu, 25 Juli 2026 - 13:36 WIB

HUT ke-65 IKWI Kota Sukabumi Diisi Aksi Berbagi, Tebarkan Semangat Kepedulian Sosial

Berita Terbaru