LITERASI MEDIA – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) mulai mengintai warga di Kota Sukabumi. Sebagai langkah pencegahan, pemerintah bersama warga menggencarkan fogging di wilayah yang terindikasi terdapat kasus DBD.
Camat Cikole, Caesar Anwar, mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya melakukan fogging di RW 05 dan 05 kelurahan Gunung Parang.
“Kita mendapat laporan warga masyarakat mengenai peningkatan jumlah nyamuk. Makanya kami menindaklanjuti dengan melaksanakan Fogging sengaja langkah antisipasi dan pencegahan agar penyebaran nyamuk Aedes aegypti tidak meluas dan membahayakan warga,” ujar Caesar.
Caesar menjelaskan, laporan awal datang dari warga yang melihat banyak nyamuk di lingkungan mereka.
“Atas inisiatif pihak RW dan kelurahan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi untuk mengajukan permohonan fogging,” lanjutnya.
Pihaknya mengimbau kepada warga untuk terus menjaga kebersihan lingkungan, khususnya di musim hujan seperti saat ini. Termasuk air yang tergenang dapat menjadi sarang nyamuk yang membahayakan.
“Kalau ada kasus, segera lapor ke puskesmas agar bisa cepat ditindaklanjuti,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua RW 06 Kelurahan Gunung Parang, Indah Widyapuspita, menjelaskan kasus mencurigakan DBD terungkap setelah ada warga yang awalnya dirawat di rumah sakit dengan dugaan penyumbatan usus. Namun, hasil pemeriksaan menunjukkan trombosit pasien turun dan ditemukan indikasi DBD.
“Ada tiga warga yang positif DBD. Satu pasien meninggal dunia dengan penyebab utama penyumbatan usus, namun ada komplikasi dengan penurunan trombosit,” kata Indah.
Ia menuturkan fogging digelar di dua RW yakni 05 dan 06. “Untuk saat ini fogging dilaksanakan di ke RW an 05 dan 06,” pungkasnya. (Boy)









