LITERASI MEDIA – Plt Direktur UOBK RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi, Yanyan Rusyandi, akhirnya angkat bicara terkait maraknya pemberitaan mengenai dugaan penggunaan Napza (narkotika, psikotropika, dan bahan adiktif lainnya) oleh oknum pegawai UOBK RSUD R Syamsudin S.H.
Ia menjelaskan, salah satu program Kesehatan Keselamatan Kerja Rumah Sakit (K3RS) UOBK RSUD R Syamsudin SH adalah melakukan screening penyalahgunaan Napza
secara periodik dan dalam pelaksanaannya didapatkan 10 orang pegawai yang terindikasi terlibat penyalahgunaan Napza baik langsung maupun tidak langsung.
“Jadi ada 10 orang pegawai yang
terindikasi terlibat, diantaranya 9 orang pegawai rumah sakit, dan 1 orang outsourching,” ujar Yanyan, pada Jumat (15/8).
“Terkait hal tersebut sudah dilakukan klarifikasi dan konfirmasi kepada yang bersangkutan dan telah dilakukan tindakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tambahnya.
Dalam menangani hal ini, sambung Yanyan, pihak manajemen UOBK RSUD R Syamsudin SH sangat berhati-hati dalam mengambil langkah-langkah dengan berkonsultasi kepada pihak-pihak yang berkompeten.
“Pada prinsipnya kami tentunya tetap memegang prinsip utama pelayanan kepada masyarakat yang aman dan berkualitas,” pungkasnya. (Boy)
Editor : Nuria Ariawan









