LITERASI MEDIA – Suasana ruang rapat utama DPRD Kota Sukabumi berlangsung hangat ketika Tim Koordinasi Percepatan Pembangunan (TKPP) hadir memenuhi undangan Panja Wakaf dan TKPP DPRD, pada Sabtu (25/10).
Dipimpin langsung oleh Ketua TKPP, Ubaydillah, tim yang beranggotakan Ujang Fahrudin Jetli, Jamaludin, dan Ani Nurhayati ini menjelaskan secara terbuka mengenai fungsi, peran, dan capaian kinerja mereka di hadapan para anggota dewan.
Dalam pemaparannya, Ubaydillah menegaskan bahwa keberadaan TKPP bukanlah bentuk intervensi terhadap peran aparatur sipil negara (ASN), melainkan bagian dari upaya memperkuat sinergi antara perangkat daerah dan kepala daerah.
“Kami hadir untuk mempercepat koordinasi dan memastikan program pembangunan berjalan efektif. ASN tetap memegang peran utama, kami hanya membantu memperlancar komunikasi dan pelaksanaan kebijakan,” jelasnya.
Ia juga memaparkan sejumlah indikator yang menunjukkan efektivitas kinerja TKPP, di antaranya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta perbaikan performa BUMD dan BLUD.
Menurut data yang disampaikan, RSUD R. Syamsudin, S.H. mencatat profit sekitar Rp7 miliar pada tahun 2025, PDAM meraih laba Rp410 juta hingga September, dan BPR membukukan keuntungan sekitar Rp4 miliar.
Capaian tersebut disebut sebagai hasil sinergi antara berbagai pihak yang terus diperkuat melalui koordinasi dan evaluasi rutin.
Menanggapi dinamika politik yang berkembang terkait pembentukan Panja oleh DPRD, Ubaydillah menilai langkah tersebut sebagai wujud pengawasan yang konstruktif.
Ia menyambut baik kritik dan masukan dari berbagai kalangan demi memperbaiki sistem kerja TKPP ke depan.
“Kami terbuka terhadap kritik. Semua dilakukan demi kemajuan Kota Sukabumi,” ujarnya.
Ubaydillah juga menepis anggapan terkait rangkap jabatan yang melekat padanya di sejumlah lembaga daerah. Ia menilai keterlibatan tersebut murni sebagai bagian dari fungsi koordinatif untuk mempercepat proses pembenahan di sektor BLUD dan BUMD.
“Keterlibatan kami di Dewan Pengawas justru untuk memastikan tata kelola berjalan sehat dan akuntabel. Hasilnya bisa dilihat dari peningkatan kinerja lembaga-lembaga tersebut,” ungkapnya.
Secara keseluruhan, rapat tersebut menjadi ruang dialog yang memperjelas posisi TKPP sebagai mitra strategis pemerintah kota dalam mengawal agenda pembangunan.
Dengan capaian yang mulai terlihat, TKPP berkomitmen terus menjaga transparansi dan akuntabilitas demi terwujudnya tata kelola pembangunan yang efektif di Kota Sukabumi. (kio).









