LITERASI MEDIA – “Bagi saya, guru bukan sekadar profesi. Guru adalah pengabdian. Ayah saya almarhum Haji Sadeli adalah seorang guru dan pernah menjadi Ketua PGRI. Apa yang saya lakukan hari ini saya dedikasikan untuk beliau.”
Kalimat itu diucapkan H. Iman Adinugraha dengan nada tenang, namun sarat makna, saat menerima para kepala sekolah dan pengurus PGRI Cabang Palabuhanratu di Rumah Aspirasinya Iman Adinuhraha, pada Rabu (24/12). Bukan sekadar pertemuan formal, hari itu menjadi ruang batin, tempat kenangan, kepedulian, dan harapan bertemu.
Sebagai Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Iman Adinugraha mendengarkan satu per satu keluh kesah para guru. Tentang kebijakan yang berubah, tentang bangunan sekolah yang rapuh dimakan usia dan bencana, hingga tentang guru-guru yang tetap mengabdi di tengah keterbatasan.

“Saya tahu betul bagaimana perjuangan guru. Saya tumbuh di rumah seorang pendidik. Saya melihat langsung bagaimana almarhum ayah saya Haji Sadeli mendahulukan murid-muridnya, bahkan di atas kepentingan pribadi,” ujar Iman.
Pertemuan itu bukan berakhir pada catatan aspirasi semata. Di hadapan pengurus PGRI, Iman menyampaikan kado yang tak terduga, hibah lahan pribadi seluas 300 meter persegi di Palabuhanratu untuk pembangunan Kantor PGRI Cabang Palabuhanratu.
Tak hanya itu, ia juga menyerahkan bantuan dana awal sebesar Rp100 juta, serta berkomitmen menghadirkan satu unit ambulans untuk kebutuhan darurat para guru.
Iman menegaskan, semua aspirasi itu akan dirangkum dan diperjuangkan melalui kewenangannya di DPR RI.
“Rumah Aspirasi ini bukan sekadar tempat bertemu. Ini tempat menyatukan suara rakyat, termasuk para guru, untuk diperjuangkan di Senayan,” tegasnya.
Di akhir pertemuan, Iman meninjau langsung lokasi lahan yang akan dihibahkan. Di atas tanah itu, kelak akan berdiri kantor PGRI, bukan hanya sebagai bangunan fisik, tetapi simbol penghormatan bagi para pendidik.
“Kalau ayah saya masih ada, saya yakin beliau akan bangga. Karena sejatinya, membahagiakan guru berarti sedang menanam masa depan bangsa,” pungkas Iman.
Di tempat yang sama, Ketua PGRI Cabang Palabuhanratu, M. Udep Suherdi, menyampaikan pertemuan tersebut menjadi ruang terbuka bagi para guru untuk menyampaikan berbagai aspirasi dan kendala yang dihadapi di lapangan.
Salah satu isu utama yang disampaikan adalah penerapan Permendikdasmen Nomor 7 Tahun 2025 terkait pengangkatan kepala sekolah yang dibatasi hanya satu periode.
“Kebijakan ini menjadi kendala bagi kami, khususnya kepala sekolah yang masa jabatannya tidak diperpanjang sehingga otomatis kembali menjadi guru. Kami berharap aturan ini dapat ditinjau kembali,” papar Udep.
Selain itu, PGRI Cabang Palabuhanratu juga menyampaikan aspirasi terkait kondisi sarana dan prasarana pendidikan, terutama bangunan sekolah yang terdampak bencana dan dinilai sudah tidak layak pakai.
“Kondisi beberapa bangunan sekolah sangat memprihatinkan dan membutuhkan penanganan mendesak. Kami berharap ada perhatian khusus dari pemerintah pusat,” tambahnya.
Udep mengungkapkan rasa syukur dan apresiasi atas kepedulian H. Iman Adinugraha terhadap dunia pendidikan. Selain hibah lahan dan dana pembangunan, bantuan ambulans dinilai sangat bermanfaat untuk kebutuhan darurat para guru.
“Ini luar biasa bagi kami. Ambulans ini sangat membantu ketika ada guru yang sakit dalam kondisi darurat. Kami mengucapkan terima kasih atas kepedulian beliau terhadap PGRI dan dunia pendidikan,” tutupnya. (kio).









