LITERASI MEDIA – RSUD R. Syamsudin, S.H. Kota Sukabumi menjadi salah satu lokasi kunjungan dalam agenda diplomatic forum yang digelar di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi.
Kunjungan tersebut tidak hanya menyoroti nilai sejarah rumah sakit, tetapi juga menandai peluncuran layanan kesehatan terbaru berbasis terapi regeneratif.
Rumah sakit yang lebih dikenal sebagai RS Bunut ini memperkenalkan salah satu ruang bersejarahnya, yakni Ruang Aster, kepada para delegasi termasuk duta besar. Ruangan tersebut merupakan bangunan sejak tahun 1920 yang hingga kini masih dipertahankan keaslian dan nilai heritage-nya.
“Kunjungan ini bagian dari agenda diplomatic forum yang mengangkat tema heritage. Kami memiliki Ruang Aster yang menjadi salah satu warisan sejarah rumah sakit yang masih terjaga hingga saat ini,” ujar Direktur RSUD R. Syamsudin, S.H, Yanyan Rusyandi, kepada literasimedia.com, Rabu (22/4).

Selain meninjau sisi sejarah dan arsitektur bangunan, agenda kunjungan juga dirangkaikan dengan soft launching layanan baru, yakni pusat terapi regeneratif regional Jawa Barat yang kini hadir di RS Bunut.
Layanan ini berfokus pada terapi regeneratif, yaitu metode pengobatan yang bertujuan memperbaiki atau mengganti sel-sel tubuh yang rusak. Salah satu layanan unggulannya adalah terapi Stem Cell yang bekerja dengan memanfaatkan sel hidup untuk membantu regenerasi jaringan tubuh.
Dalam pelaksanaannya, RS Bunut bekerja sama dengan Stem Cell and Cancer Research (SCCR) yang berbasis di Semarang sebagai penyedia produk Stem Cell, sementara RS Bunut bertindak sebagai pelaksana aplikasi klinis.
“Stem Cell ini digunakan untuk membantu pasien dengan berbagai penyakit seperti stroke, jantung, dan penyakit degeneratif lainnya, dengan cara meregenerasi sel-sel yang rusak,” jelasnya.
Selain Stem Cell, layanan lain yang diperkenalkan adalah Sekretom, yakni protein hasil dari Stem Cell yang berfungsi sebagai terapi maupun peningkat daya tahan tubuh (imun booster). Pada tahap awal, layanan Sekretom difokuskan untuk meningkatkan imunitas, terutama bagi masyarakat dengan aktivitas tinggi.
Untuk menarik minat masyarakat, pihak RS Bunut memberikan promo khusus bagi 10 pasien pertama dengan tarif Rp900 ribu per injeksi. Setelah kuota terpenuhi, harga akan kembali normal sebesar Rp2,5 juta per sekali tindakan.
“Program ini sudah mulai berjalan. Bahkan sudah ada satu pasien dari kalangan duta besar yang mencoba layanan ini,” ungkapnya.
Dalam kunjungan tersebut, para duta besar juga memberikan pesan agar nilai heritage RS Bunut tetap dijaga keaslian dan orisinalitasnya. Sementara untuk layanan Stem Cell, masih akan terus dikembangkan dan didiskusikan lebih lanjut.
Ke depan, Pemkot Sukabumi menargetkan layanan ini dapat menarik pasien dari luar daerah bahkan mancanegara. Hal ini seiring dengan minat dari sejumlah pihak internasional yang mulai menanyakan layanan dan biaya terapi Stem Cell di RS Bunut.
Dengan kombinasi nilai sejarah dan inovasi layanan kesehatan, RS Bunut diharapkan mampu menjadi salah satu pusat layanan unggulan di Jawa Barat. (Boy)
Editor : Nuria Ariawan









