LITERASI MEDIA – Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi mulai merealisasikan pembangunan Kantor Kecamatan Gunungpuyuh sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui penyediaan infrastruktur pemerintahan yang lebih representatif.
Proyek pembangunan Kantor Kecamatan Gunungpuyuh ini menelan anggaran sebesar Rp5.458.453.050, yang bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Sukabumi.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Sukabumi, Sony Hermanto, mengatakan pembangunan Kantor Kecamatan Gunungpuyuh merupakan bagian dari program pembangunan infrastruktur daerah yang bertujuan mendukung peningkatan pelayanan kepada masyarakat.
Menurutnya, proyek tersebut memiliki masa pelaksanaan selama 174 hari kalender atau sekitar enam bulan. Nantinya, gedung baru akan dilengkapi dengan 41 ruangan, penataan lingkungan yang lebih representatif, serta perluasan area parkir untuk menunjang aktivitas pelayanan masyarakat dan aparatur pemerintahan.
Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, menyampaikan peletakan batu pertama pada Kamis (25/6) lalu menjadi tanda dimulainya pembangunan kantor kecamatan yang telah lama dinantikan masyarakat.
Ia menjelaskan, seluruh pendanaan pembangunan bersumber dari PAD Kota Sukabumi, yang berasal dari berbagai penerimaan daerah seperti Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2), Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), Opsen, Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT), serta sumber pendapatan daerah lainnya.
“Pembangunan Kantor Kecamatan Gunungpuyuh ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mengembalikan manfaat pajak yang dibayarkan masyarakat melalui program pembangunan yang transparan, akuntabel, dan berkelanjutan,” katanya.
Selain pembangunan Kantor Kecamatan Gunungpuyuh, Pemkot Sukabumi juga tengah merealisasikan sejumlah proyek infrastruktur strategis lainnya pada 2026. Di antaranya penataan Jalan Gudang, pembangunan trotoar di kawasan Setukpa, serta pembangunan Jalan Prana yang akan segera dimulai.
Pemkot Sukabumi berharap berbagai pembangunan tersebut dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperbaiki infrastruktur perkotaan, sekaligus mendorong kenyamanan masyarakat dalam mengakses layanan pemerintahan. (Boy)
Editor : Nuria Ariawan









