LITERASIMEDIA.COM – Tokoh pemuda Kabupaten Sukabumi, Diren Pandimas, menyatakan dukungan terhadap pengembangan Proyek Strategis Nasional (PSN) energi panas bumi atau geotermal di wilayah Cisolok-Cikakak.
Menurut Diren, pengembangan potensi panas bumi tidak hanya berkaitan dengan penyediaan energi bersih, tetapi juga dapat menjadi pintu masuk bagi peningkatan ekonomi masyarakat Sukabumi, khususnya generasi muda yang berada di sekitar kawasan proyek.
Pernyataan tersebut disampaikan Diren setelah menghadiri pertemuan dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Jakarta, Kamis (13/8). Dalam kesempatan tersebut, Diren mendapat sambutan langsung dari Direktur Panas Bumi Direktorat Jenderal EBTKE Kementerian ESDM, Dr. Priatin Hadi Wijaya, S.T., M.T.
Diren mengatakan, keterlibatan pemuda dalam pengembangan proyek tersebut menjadi penting agar keberadaan investasi energi panas bumi benar-benar memberikan dampak yang dirasakan masyarakat lokal.
“Terima kasih kami sampaikan kepada Pak Hadi Wijaya. Dalam rapat tadi kami menyampaikan bahwa pemuda Sukabumi siap mendukung penuh pengembangan energi hijau panas bumi di Cisolok-Cikakak,” ujar Diren.
Ia menilai, proyek geotermal harus dipandang lebih luas. Selain menghasilkan listrik bersih untuk mendukung kebutuhan energi nasional, proyek tersebut dinilai berpotensi membuka lapangan pekerjaan, menggerakkan UMKM dan mempercepat pembangunan infrastruktur di sekitar kawasan.
“Ini bukan hanya soal menyuplai listrik bersih ke jaringan nasional, tetapi juga bagaimana investasi ini membuka akses infrastruktur, menciptakan lapangan kerja dan melibatkan UMKM lokal di sekitar proyek,” katanya.
Bagi Diren, potensi panas bumi merupakan salah satu kekuatan Indonesia dalam menjalankan transisi menuju energi bersih. Karena itu, ia mendorong agar pengelolaan sumber energi tersebut dilakukan secara optimal dengan tetap menempatkan kepentingan masyarakat dan lingkungan sebagai bagian penting dari pembangunan.
“Geothermal adalah salah satu senjata utama Indonesia untuk mencapai target *Net Zero Emission*. Cadangan kita termasuk yang terbesar di dunia, tetapi yang terkelola baru sebagian kecil. Kita harus bergerak cepat agar energi ramah lingkungan ini bisa langsung menyejahterakan rakyat,” tegasnya.
Diren juga mengapresiasi langkah pemerintah yang terus mendorong pemanfaatan potensi geotermal di Cisolok dan Cikakak. Ia melihat proyek tersebut sebagai peluang strategis untuk menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah Sukabumi Selatan.
Menurutnya, peluang pertama yang harus dipastikan adalah keterlibatan tenaga kerja lokal. Pemuda Sukabumi, kata Diren, harus mendapatkan ruang untuk ikut berkontribusi sesuai kompetensi yang dimiliki, baik pada pekerjaan teknis maupun sektor pendukung.
Selain tenaga kerja, pembangunan proyek diharapkan mampu memberikan efek berantai terhadap pelaku usaha lokal. Kebutuhan barang dan jasa selama proses pembangunan maupun operasional dapat diarahkan untuk melibatkan UMKM dan masyarakat sekitar.
“Jangan sampai masyarakat hanya menjadi penonton. Kita ingin pemuda dan warga sekitar menjadi bagian dari proses pembangunan sehingga manfaat ekonominya benar-benar dirasakan,” ungkapnya.
Diren juga menyoroti pentingnya peningkatan infrastruktur sebagai bagian dari manfaat keberadaan proyek. Perbaikan akses jalan dan sarana penunjang lainnya diharapkan dapat memberikan manfaat tidak hanya bagi kebutuhan proyek, tetapi juga meningkatkan mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Di sisi lain, dukungan terhadap PSN geotermal tersebut menurut Diren harus dibarengi dengan komitmen menjaga lingkungan dan keterbukaan informasi kepada masyarakat.
Ia menilai komunikasi antara pemerintah, pengembang dan masyarakat harus dibangun sejak awal. Edukasi yang terbuka diperlukan agar masyarakat mendapatkan informasi yang utuh mengenai manfaat, tahapan maupun aspek lingkungan dari pengembangan panas bumi.
“Dukungan kami tentu diiringi harapan agar aspek lingkungan tetap menjadi prioritas utama. Kami siap menjadi jembatan edukasi antara pemerintah, pengembang dan masyarakat setempat agar PSN ini berjalan kondusif, transparan dan memberikan manfaat berkesinambungan,” tambah Diren.
Diren menegaskan, pemuda tidak ingin sekadar memberikan dukungan secara simbolis. Ia mendorong agar keterlibatan pemuda diwujudkan melalui kolaborasi nyata, mulai dari edukasi masyarakat, penguatan UMKM, peningkatan kapasitas tenaga kerja hingga pengawasan terhadap manfaat sosial dan ekonomi proyek.
Dengan potensi tersebut, Diren berharap pengembangan geotermal Cisolok-Cikakak dapat menjadi momentum bagi Sukabumi untuk ikut mengambil peran dalam transisi energi nasional sekaligus mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat di daerah. (kio)









