PMII Kota Sukabumi Kecam Tragedi Tragis Tewasnya Ojol Dilindas Rantis Brimob

- Penulis

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 06:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mobil Rantis Brimob sesaat sebelum melindas driver ojol. Foto: Istimewa.

Mobil Rantis Brimob sesaat sebelum melindas driver ojol. Foto: Istimewa.

LITERASI MEDIA – Berita tidak mengenakan atau tragedi tragis kembali terdengar. Kali ini, salah satu institusi yang seharusnya melindungi rakyat kembali menodai amanahnya.

Diketahui, tragedi tragis itu terjadi pada Kamis (28/8) malam, dimana seorang driver Ojek Online (Ojol) tewas usai dilindas rantis Brimob pada saat kericuhan aksi demonstrasi di Gedung DPR RI.

Ketua PC PMII Kota Sukabumi, Bahrul Ulum, menyampaikan bahwa apa yang semua pihak saksikan adalah rentetan pelanggaran yang dilakukan oleh aparat negara yang sejatinya menjadi pengayom dan pelindung masyarakat.

Baca Juga :  Prakiraan Cuaca Jawa Barat 30 Januari 2026, Waspada Hujan Tiba-tiba!

“Polisi dididik, dilatih, dan dipersenjatai negara untuk melindungi warga, bukan malah melakukan pembunuhan,” ujar Bahrul, dalam keterangannya, Sabtu (30/8).

Perilaku tidak manusiawi sering sekali dilakukan oleh anggota polisi terhadap masyarakat yang melakukan aksi demonstrasi sehingga ini merupakan impunitas di tubuh kepolisian.

“Namun nahas hal demikian terus berulang tanpa adanya perubahan signifikan,” cetusnya.

Maka dari itu, PC PMII Kota Sukabumi dengan tegas menyatakan bahwa pihaknya mengutuk keras tindakan represifitas dan penghilangan nyawa yang dilakukan aparat kepolisian.

Kemudian, menuntut investigasi yang independen, transparan, dan akuntabel terhadap kasus ini serta hukum berat bagi pelaku tanpa pandang bulu.

Baca Juga :  Dishub Kota Sukabumi Perbaiki Lampu Lalu Lintas di Simpang Cigodeg, Lalu Lintas Kembali Normal

“Kami juga menuntut pihak kepolisian bertanggung jawab penuh terhadap keluarga korban,” tegasnya

Menurutnya, apabila Polri benar-benar ingin menghidupkan makna salam presisi, maka langkah pertama adalah membersihkan tubuhnya sendiri dari oknum yang brutal. Presisi bukan berarti represi, melainkan presisi dalam menegakkan hukum, presisi dalam melindungi masyarakat, dan presisi dalam melindungi demokrasi.

“Tunjukkan makna presisi kalian sebenarnya! Perlawanan tidak akan pernah padam! Salam pergerakan!,” tandasnya. (Boy)

Editor : Nuria Ariawan

Berita Terkait

TPID Kota Sukabumi Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi, Jaga Harga dan Pasokan Pangan
Polres Sukabumi Kota Gelar Operasi Patuh Lodaya 2026, Berikut Sasaran Pelanggarannya
Lapas Sukabumi Perkuat Komitmen Pemberantasan Narkoba Lewat Tes Urine Mendadak
110 Orang Positif HIV di Sukabumi hingga Oktober, Sejauh Mana Efektivitas Pencegahannya?
Disdikbud Kota Sukabumi Evaluasi Revitalisasi Sekolah, 11 SD Masih Menunggu Kepastian Bantuan
“Jaket Boleh Berbeda, Semangat Tetap Satu”, Pesan Kapolres Sukabumi Kota kepada Ojol
Hotel dan Restoran Minim Parkir, DPRD Kota Sukabumi Minta Dishub Bertindak
Yosep Pujianto Targetkan PKB Kota Sukabumi Lebih Dekat dengan Masyarakat
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:33 WIB

TPID Kota Sukabumi Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi, Jaga Harga dan Pasokan Pangan

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:26 WIB

Polres Sukabumi Kota Gelar Operasi Patuh Lodaya 2026, Berikut Sasaran Pelanggarannya

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:32 WIB

Lapas Sukabumi Perkuat Komitmen Pemberantasan Narkoba Lewat Tes Urine Mendadak

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:53 WIB

110 Orang Positif HIV di Sukabumi hingga Oktober, Sejauh Mana Efektivitas Pencegahannya?

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 18:00 WIB

“Jaket Boleh Berbeda, Semangat Tetap Satu”, Pesan Kapolres Sukabumi Kota kepada Ojol

Berita Terbaru