Perkuat Pemahaman Soal Transisi PAUD ke SD, Pemkot Sukabumi Gelar Sosialisasi Parenting 2025

- Penulis

Selasa, 29 April 2025 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bunda PAUD Kota Sukabumi Ranty Rachmatilah, bersama Ketua Bidang I TP PKK Kia Florita, menghadiri Sosialisasi Parenting tahun 2025 yang berlangsung di TK Negeri Pembina Gunungpuyuh, pada Selasa (29/4/2025). Foto: Humas Pemkot Sukabumi.

Bunda PAUD Kota Sukabumi Ranty Rachmatilah, bersama Ketua Bidang I TP PKK Kia Florita, menghadiri Sosialisasi Parenting tahun 2025 yang berlangsung di TK Negeri Pembina Gunungpuyuh, pada Selasa (29/4/2025). Foto: Humas Pemkot Sukabumi.

LITERASI MEDIA – Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) menggelar Sosialisasi Parenting tahun 2025 yang berlangsung di TK Negeri Pembina Gunungpuyuh, pada Selasa (29/4/2025).

Kegiatan tersebut sebagai langkah strategis untuk memperkuat pemahaman orangtua dan pendidik mengenai pentingnya masa transisi anak dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) ke Sekolah Dasar (SD).

Kegiatan ini diikuti oleh 154 peserta yang berasal dari empat TK Pembina, yaitu TK Negeri Pembina Gunungpuyuh, TK Negeri Pembina Cibeureum, TK Negeri Pembina Baros, dan TK Negeri Pembina Lembursitu.

Bunda PAUD Kota Sukabumi, Ranty Rachmatilah, menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antara satuan pendidikan, orang tua, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif.

Ia menjelaskan, keberhasilan anak dalam menghadapi jenjang pendidikan dasar sangat dipengaruhi oleh kesiapan emosional, sosial, dan kemandirian, bukan hanya kemampuan akademik seperti membaca, menulis, dan berhitung.

Menurutnya, transisi dari PAUD ke SD bukanlah perlombaan calistung. Ia menegaskan bahwa proses ini harus menjadi pengalaman yang menyenangkan dan bermakna bagi anak.

“Anak-anak perlu mendapatkan bekal berupa nilai-nilai agama dan budi pekerti, keterampilan sosial dan komunikasi, kematangan emosi serta kognitif, kemampuan motorik dan perawatan diri, serta sikap positif terhadap proses belajar,” ungkapnya.

Baca Juga :  Ketua DPRD Angkat Jempol Strategi Wali Kota Sukabumi Genjot PAD

Ranty menyoroti pentingnya masa perkenalan selama dua minggu di awal tahun ajaran sebagai bagian dari proses adaptasi yang ramah anak.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa transisi yang baik harus didukung oleh regulasi yang berlaku. Pemerintah telah menetapkan larangan penggunaan tes calistung sebagai syarat masuk SD melalui PP Nomor 17 Tahun 2010.

Sementara itu, Permendikbudristek Nomor 1 Tahun 2021 menegaskan bahwa setiap anak berhak diterima di sekolah dasar tanpa diskriminasi atau seleksi akademik. Kedua aturan ini menjadi dasar penting dalam mewujudkan sistem pendidikan yang inklusif dan berkeadilan.

Selain itu, Ranty juga menyampaikan materi mengenai pentingnya gizi seimbang mewakili Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan). Menurutnya, konsumsi ikan perlu dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari keluarga, mengingat kandungan protein yang tinggi sangat penting bagi pertumbuhan fisik dan perkembangan otak anak.

Orangtua diimbau untuk memperhatikan komposisi makanan anak agar mereka tumbuh sehat dan siap secara fisik serta mental untuk mengikuti proses belajar di sekolah dasar.

Baca Juga :  Jelang Ramadan, Lapas Sukabumi Bersih-Bersih TMP Suryakencana dengan Libatkan 15 Warga Binaan

Pada sesi berikutnya, Ketua Bidang I TP PKK Kota Sukabumi, Kia Florita, turut memberikan paparan mengenai pentingnya perlindungan terhadap anak dari tindakan perundungan dan kekerasan.

Ia secara terbuka membagikan pengalaman pribadinya sebagai korban perundungan semasa kecil, yang menjadi motivasi kuat baginya untuk menyuarakan pentingnya perhatian terhadap kondisi mental dan emosional anak-anak.

Kia menekankan perlunya menumbuhkan empati dan kepedulian terhadap perasaan anak, serta membiasakan anak untuk mengenali dan menjaga diri dari tindakan yang tidak pantas.

Kegiatan ini merupakan wujud nyata dari implementasi kebijakan Transisi PAUD ke SD yang menyenangkan, yang menjadi bagian dari arah kebijakan Merdeka Belajar.

Melalui kegiatan ini, para peserta tidak hanya memperoleh wawasan yang luas mengenai pentingnya fase transisi dalam pendidikan anak, tetapi juga mendapatkan strategi konkret untuk mendampingi anak melewati fase tersebut dengan lebih baik.

Diharapkan, seluruh pihak dapat terus bersinergi dalam menciptakan generasi masa depan yang sehat, cerdas, berakhlak mulia, dan mampu bersaing menuju Indonesia Emas 2045. (***)

Editor : Nuria Ariawan

Berita Terkait

Selaraskan Prioritas Pembangunan, Bappeda dan DPRD Kota Sukabumi Bahas KUA-PPAS 2027
International Job Fair 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan Lebih dari 5.000 Peluang Kerja Global
Iman Adinugraha Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Kasepuhan Cipta Mulya, Ajak Semua Pihak Gotong Royong
Lapang Merdeka Sukabumi Kian Tertib, Kehadiran Security Beri Rasa Aman bagi Pengunjung
HUT ke-65 IKWI Kota Sukabumi Diisi Aksi Berbagi, Tebarkan Semangat Kepedulian Sosial
Optimalkan Pajak Air Tanah, BPKPD Kota Sukabumi Kaji Penerapan Water Meter Ultrasonik
DLH Kota Sukabumi Perkuat Pengelolaan Sampah, Edukasi Warga Jadi Fokus Utama
53 Tahun KNPI: Dirintis Bung H. Hamami, Harmoni dalam Estafeta Kepemimpinan Bung Sudar Fauzi
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 20:44 WIB

Selaraskan Prioritas Pembangunan, Bappeda dan DPRD Kota Sukabumi Bahas KUA-PPAS 2027

Senin, 27 Juli 2026 - 19:59 WIB

International Job Fair 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan Lebih dari 5.000 Peluang Kerja Global

Senin, 27 Juli 2026 - 14:40 WIB

Iman Adinugraha Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Kasepuhan Cipta Mulya, Ajak Semua Pihak Gotong Royong

Sabtu, 25 Juli 2026 - 21:53 WIB

Lapang Merdeka Sukabumi Kian Tertib, Kehadiran Security Beri Rasa Aman bagi Pengunjung

Sabtu, 25 Juli 2026 - 13:36 WIB

HUT ke-65 IKWI Kota Sukabumi Diisi Aksi Berbagi, Tebarkan Semangat Kepedulian Sosial

Berita Terbaru