LITERASI MEDIA – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Sukabumi mencatat kualitas air sungai di enam titik pemantauan masih dalam kondisi terkendali hingga Semester I 2026.
Hasil pemantauan menunjukkan penilaian kualitas air sungai berbeda berdasarkan metode yang digunakan. Mengacu pada metode SISKA, kualitas air sungai di Kota Sukabumi masuk kategori cukup baik.
Sementara berdasarkan ketentuan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup, kualitas air sungai berada pada kategori sedang.
Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan DLH Kota Sukabumi, Tri Sari Setiati, mengatakan pemantauan dilakukan di enam titik aliran sungai untuk mengawasi kondisi lingkungan sekaligus mendeteksi potensi pencemaran.
“Secara umum masih dalam batas wajar dan belum masuk kategori berat. Namun, tetap perlu perhatian bersama agar tidak terjadi penurunan kualitas,” kata Tri.
Berdasarkan hasil pemantauan, Indeks Kualitas Air (IKA) Kota Sukabumi tercatat rata-rata 81,63. Dari enam titik yang dipantau, nilai indeks terendah berada di Sungai Cipelang Tengah dengan angka 77,52.
Sementara itu, nilai indeks tertinggi tercatat di Sungai Cipelang Hilir dengan angka 90,74.
Menurut Tri, kondisi tersebut menunjukkan kualitas air sungai di Kota Sukabumi secara umum masih cukup terjaga. Meski demikian, sejumlah titik tetap memerlukan perhatian karena ditemukan indikasi pencemaran ringan.
Ia menyebut aktivitas domestik masyarakat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kualitas air sungai. Pembuangan limbah rumah tangga serta kandungan bakteri coliform turut menjadi perhatian dalam pengendalian pencemaran.
DLH Kota Sukabumi pun terus mendorong berbagai upaya untuk menjaga kualitas air sungai. Langkah tersebut antara lain dilakukan melalui pemeliharaan kebersihan sungai, penghijauan kawasan bantaran sungai, serta edukasi kepada masyarakat.
“Kami tak akan bosan-bosan mengingatkan agar masyarakat tidak membuang sampah dan limbah domestik ke aliran sungai karena dapat memperburuk kualitas air dan meningkatkan risiko pencemaran,” ujarnya.
Selain masyarakat, DLH juga mengingatkan pelaku usaha agar memastikan limbah yang dihasilkan telah melalui proses pengolahan sebelum dibuang ke lingkungan.
Tri menambahkan, faktor cuaca juga dapat memengaruhi kualitas air sungai. Saat musim hujan, peningkatan debit dan aliran air berpotensi membawa material pencemar dari kawasan hulu menuju wilayah hilir.
“Sejumlah faktor berpotensi memengaruhi kualitas air. Namun, DLH memastikan kondisi air sungai di Kota Sukabumi hingga Semester I Tahun 2026 secara umum masih berada dalam kondisi terkendali,” pungkasnya. (Boy)
Editor : Nuria Ariawan









