LITERASI MEDIA – Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi peserta didik jenjang PAUD, SD, dan SMP, pada Senin (7/9).
Kebijakan tersebut diambil menyusul dampak erupsi Gunung Anak Krakatau yang menyebabkan sebaran abu vulkanik hingga berdampak terhadap kualitas udara di sejumlah wilayah, termasuk Kota Sukabumi.
Penerapan PJJ dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk melindungi kesehatan dan keselamatan peserta didik. Pemkot Sukabumi masih memantau perkembangan kondisi udara sebelum menentukan kebijakan pembelajaran selanjutnya.
Sementara itu, tenaga pendidik dan tenaga kependidikan tetap diminta menjalankan tugas seperti biasa. Mereka diwajibkan menggunakan masker serta memperhatikan protokol kesehatan lainnya selama beraktivitas.
Kebijakan tersebut telah disampaikan Pemerintah Kota Sukabumi melalui surat kepada berbagai satuan pendidikan dengan Nomor 400.3.7/2927/DISDIKBUD/2026.
Pemkot Sukabumi juga telah berkoordinasi dengan Kantor Cabang Pendidikan Wilayah V Provinsi Jawa Barat terkait pelaksanaan pembelajaran pada jenjang SMA, SMK, dan SLB.
Berdasarkan Surat Edaran Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, sejumlah SMA di Kota Sukabumi turut menetapkan pembelajaran secara daring pada 7 September 2026. Penerapannya disesuaikan dengan kondisi masing-masing daerah serta hasil penilaian kepala satuan pendidikan.
“Keputusan pembelajaran daring untuk jenjang SMA, SMK, dan SLB disesuaikan dengan kondisi di masing-masing daerah dan berdasarkan penilaian kepala satuan pendidikan,” demikian kebijakan yang disampaikan Pemkot Sukabumi.
Selain sektor pendidikan, Pemkot Sukabumi juga memberikan perhatian terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama kondisi tersebut berlangsung.
Sekolah dipersilakan berkoordinasi dengan kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) masing-masing untuk menyesuaikan pelaksanaan program MBG dengan kondisi di lapangan.
Pemkot Sukabumi memastikan perkembangan kondisi udara akan terus dipantau sebagai bahan evaluasi kebijakan pembelajaran dan aktivitas pendidikan berikutnya. (Boy)
Editor : Nuria Ariawan









