LITERASI MEDIA – Suasana penuh haru menyelimuti lingkungan Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi, Minggu (8/5), saat Momi Soraya, kader Partai Gerindra, kembali melaksanakan ibadah kurban dengan menyembelih seekor sapi seberat 500 kilogram.
Kegiatan tahunan yang telah menjadi rutinitasnya setiap Idul Adha ini terasa sangat personal dan menyentuh hati masyarakat.
Sejak pagi, warga telah berkumpul. Kedatangan Momi Soraya disambut hangat warga sekitar, dengan saling bersalaman, berpelukan, dan bertukar senyum dalam suasana kekeluargaan.

Sebelum prosesi penyembelihan dimulai, Momi Soraya bersama panitia dan warga menggelar doa bersama. Di bawah langit Gunungpuyuh yang cerah, suara doa bergema lirih namun khusyuk, menjadi pengantar atas niat tulus untuk berbagi kepada sesama.
Saat hewan kurban disembelih, mata Momi Soraya tampak berkaca-kaca. Haru dan rasa syukur menyatu dalam momen sakral tersebut.
“Ini bukan sekadar menyembelih hewan, tapi tentang pengorbanan, ketulusan, dan keberkahan yang harus kita bagikan,” ungkap Momi Soraya.
Setelahnya wanita berhijab ini langsung menunaikan salat dhuha di mushola terdekat, menandakan ia memperkuat spiritualitas di hari penuh makna itu.
Sebanyak 300 lebih kupon dibagikan kepada warga sekitar, sebagai bagian dari distribusi daging kurban. Senyum semringah terlihat dari raut wajah warga yang menerima, bukan hanya karena daging yang mereka terima, tetapi juga karena perhatian dan kasih yang mereka rasakan dari sosok yang telah mereka kenal lama ini.
“Bu Momi sudah tidak asing lagi bagi kami di Gunungpuyuh. Setiap tahun beliau hadir, bukan hanya dengan hewan kurban, tapi juga dengan ketulusan,” tutur Nurul As Saefillah, panitia kurban.
Tidak hanya di Gunungpuyuh, tahun ini Momi Soraya juga menyalurkan hewan kurban di kawasan Pesona Pangrango dan Jakarta, sebagai bentuk konsistensinya dalam menebar kepedulian dan kebersamaan di momen Idul Adha.
Baginya, berkurban bukan hanya bentuk ketaatan terhadap ajaran Islam, tetapi juga wujud nyata solidaritas sosial. “Idul Adha adalah momentum untuk merefleksikan kepedulian kita terhadap sesama. Ini tentang berbagi dari yang mampu kepada yang membutuhkan,” ujar Momi di akhir acara.
Di tengah riuhnya dunia, Momi Soraya hadir dengan ketenangan, membawa pesan bahwa keberkahan hidup terletak pada seberapa besar kita mampu berbagi. Dan Gunungpuyuh kembali menjadi saksi atas jejak kepeduliannya. (Kio).









