Nah Loh! Forum RT/RW di Kota Sukabumi Geruduk SMAN 2 dan Ancam Laporkan ke Bapak Aing

- Penulis

Kamis, 26 Juni 2025 - 21:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Forum RT/RW Kelurahan Karamat, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi usai menggelar audensi dengan pihak SMAN 2, pada Kamis (26/6). Foto: Nuria Ariawan.

Forum RT/RW Kelurahan Karamat, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi usai menggelar audensi dengan pihak SMAN 2, pada Kamis (26/6). Foto: Nuria Ariawan.

LITERASI MEDIA – Isu Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025 di Kota Sukabumi kini dibuat heboh. Pasalnya, Forum RT/RW Kelurahan Karamat, Kecamatan Gunungpuyuh, menggeruduk SMA Negeri 2, pada Kamis (26/6). Hal ini dipicu karena kecewa banyaknya warga sekitar yang anaknya tidak masuk atau terakomodir di dalam SPMB.

Forum RT/RW yang dipimpin, Irpan Mulyana, mengaku kecewa dan heran. Sebab, calon siswa yang jarak rumahnya hanya sekitar lima meter dari sekolah tidak diterima dengan dalih sistem, termasuk puluhan calon siswa SMAN 2 yang berdomisili di Kelurahan Karamat.

“Kedatangan kami sebagai forum RT/ RW Kelurahan Karamat ini, karena banyak keluhan dari beberapa RW yang anaknya tidak masuk ke SMAN 2 Kota Sukabumi. Padahal sekolah ini masuk domisili Kelurahan Karamat, sesuai ketentuan. Masa iya warga disini tidak bisa masuk kan aneh,” ujar Irpan.

Abah Ivan, sapaan akrab Irpan Mulyana menjelaskan bahwa pada tahun-tahun sebelumnya, calon siswa dari Kelurahan Karamat selalu terakomodir. Namun, tahun ini situasinya berubah drastis. Ia menuding adanya ketimpangan akibat keberadaan siswa dari luar Kota Sukabumi yang justru diterima.

“Katanya karena ada penyangga dari Kabupaten Sukabumi. Ada 60 sekian dari Kabupaten dan Kota yang masuk,” bebernya.

Abah Ivan menyebut, ada siswa dari daerah Kabupaten Sukabumi seperti Parungseah dan Kadudampit yang diterima. Sementara warga Kelurahan Karamat yang berada tepat di sekitar sekolah justru tak lolos seleksi.

Baca Juga :  Petugas Lapas Sukabumi Gagalkan Aksi Lempar Sabu dari Luar Tembok Penjara

“Jangan sampai warga kami yang menjadi korban. Biasanya bisa masuk ke SMAN 2, tapi sekarang kenapa tidak?” tegasnya.

Abah Ivan juga menambahkan bahwa forum RT/RW siap membawa masalah ini ke tingkat provinsi, jika tuntutan mereka tidak direspon. “Kami siap mengadu ke provinsi atau bahkan mendatangi Bapak Aing. Entong pilih kasih atuh, Bapak Aing,” ucapnya.

Salah satu kasus yang disorot adalah calon siswa yang rumahnya hanya beberapa meter dari sekolah, namun calon siswa tersebut tidak diterima hanya karena Kartu Keluarga (KK)-nya belum satu tahun.

“Kepala sekolah bilang, sistemnya menolak karena KK belum satu tahun. Tapi masa iya jaraknya cuma lima meter tidak dipertimbangkan?” tuturnya kecewa.

Forum RT/RW menuntut agar nanti pada gelombang kedua, semua calon siswa dari Kelurahan Karamat yang lokasinya sangat dekat dengan sekolah dapat diterima. “Tolong dong ada toleransinya. Apalagi yang paling dekat,” katanya.

Ia menegaskan, jika tuntutan tidak dipenuhi, pihaknya akan menempuh jalur resmi ke KCD, bahkan ke Gubernur Jawa Barat. “Pak Kepsek, Pak Rahmat, dan Pak Aceng Insya Allah akan mengakomodir. Tapi kalau tidak, kita akan tempuh ke KCD, ke Provinsi, bila perlu ke Bapak Aing. Camkan itu,” tegasnya.

Baca Juga :  Wali Kota Sukabumi Lepas Atlet Tinju Popda Jabar 2025, Targetkan Dua Medali Emas

Sementara itu, Kepala Sekolah SMAN 2 Kota Sukabumi, Rahmat Mulyana, menjelaskan bahwa situasi ini merupakan bagian dari dinamika pelaksanaan SPMB tahun 2025. Ia mengapresiasi aspirasi yang disampaikan forum RT/RW.

“Warga yang berada di sekitar sekolah tidak diterima di jalur domisili karena adanya perubahan sistem dari zonasi menjadi domisili. Persentase kuota jalur domisili pun turun dari 50 persen menjadi 35 persen, sehingga radiusnya menyempit,” jelas Rahmat.

Pada tahun sebelumnya, lanjutnya, sistem zonasi mencakup radius hingga 1,1 kilometer. Namun kini dengan sistem domisili hanya 800 meter, sehingga berdampak pada calon siswa dari wilayah seperti Kelurahan Karamat.

“Kami sebagai pelaksana hanya bisa menjalankan berdasarkan pedoman dan juklak juknis. Namun tentu saja aspirasi ini akan kami teruskan kepada pimpinan, baik ke KCD maupun ke Provinsi,” ujarnya.

Terkait kasus calon siswa yang jaraknya hanya lima meter tapi tidak diterima, Rahmat menyebut hal itu berkaitan dengan persyaratan administrasi yang belum terpenuhi. “Salah satu syaratnya adalah KK minimal satu tahun. Jika kurang dari itu, sistem menolak,” jelasnya.

Meski begitu, Rahmat menghargai semangat warga menyampaikan aspirasi. “Ini adalah bagian dari tanggung jawab kita bersama. Kami berharap di tahap kedua nanti, putra-putri Kelurahan Karamat bisa terakomodir, termasuk melalui jalur prestasi,” pungkasnya. (Boy)

Penulis : Nuria Ariawan

Berita Terkait

Selaraskan Prioritas Pembangunan, Bappeda dan DPRD Kota Sukabumi Bahas KUA-PPAS 2027
International Job Fair 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan Lebih dari 5.000 Peluang Kerja Global
Iman Adinugraha Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Kasepuhan Cipta Mulya, Ajak Semua Pihak Gotong Royong
Lapang Merdeka Sukabumi Kian Tertib, Kehadiran Security Beri Rasa Aman bagi Pengunjung
HUT ke-65 IKWI Kota Sukabumi Diisi Aksi Berbagi, Tebarkan Semangat Kepedulian Sosial
Optimalkan Pajak Air Tanah, BPKPD Kota Sukabumi Kaji Penerapan Water Meter Ultrasonik
DLH Kota Sukabumi Perkuat Pengelolaan Sampah, Edukasi Warga Jadi Fokus Utama
53 Tahun KNPI: Dirintis Bung H. Hamami, Harmoni dalam Estafeta Kepemimpinan Bung Sudar Fauzi
Berita ini 76 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 20:44 WIB

Selaraskan Prioritas Pembangunan, Bappeda dan DPRD Kota Sukabumi Bahas KUA-PPAS 2027

Senin, 27 Juli 2026 - 19:59 WIB

International Job Fair 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan Lebih dari 5.000 Peluang Kerja Global

Senin, 27 Juli 2026 - 14:40 WIB

Iman Adinugraha Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Kasepuhan Cipta Mulya, Ajak Semua Pihak Gotong Royong

Sabtu, 25 Juli 2026 - 21:53 WIB

Lapang Merdeka Sukabumi Kian Tertib, Kehadiran Security Beri Rasa Aman bagi Pengunjung

Sabtu, 25 Juli 2026 - 13:36 WIB

HUT ke-65 IKWI Kota Sukabumi Diisi Aksi Berbagi, Tebarkan Semangat Kepedulian Sosial

Berita Terbaru