LITERASI MEDIA – Usai dilantik sebagai Inspektur Daerah Kota Sukabumi, Yudi Yustiawan, akan melakukan langkah yang diutamakan, yakni fokus pada pencegahan dini dan kepatuhan.
Hal itu diungkapkan Yudi saat menerima kunjungan sejumlah awak media di kantornya, di Jalan Suryakencana, Kecamatan Cikole, pada Kamis (24/7) kemarin.
“Peran Inspektorat tak hanya sebagai pengawas. Tetapi sebagai mitra konsultatif yang fokus pada kepatuhan terhadap aturan dan potensi pelanggaran,” ujar Yudi.
Yudi mengatakan akan mengedepankan sistem peringatan dini agar temuan-temuan tidak terus berulang. “Paradigma baru ini menuntut seluruh perangkat daerah untuk lebih adaptif dan proaktif dalam menindaklanjuti potensi masalah sejak awal,” terangnya.
Hasil tindak lanjut rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), kata Yudi, menunjukkan tren positif dalam pengelolaan anggaran di Kota Sukabumi. Hal itu terlihat dari turunnya angka rekomendasi dari BPK, yang dari 51 rekomendasi di tahun 2023 menjadi 48 di tahun 2024. “Dari seluruh temuan tahun 2024, 99 persen sudah berhasil diselesaikan,” tegasnya.
Kunci menjaga kualitas tata kelola pemerintahan, lanjut dia, konsistensi penerapan early warning. “Ya jangan sampai lengah. Kelalaian kecil bisa berujung pada persoalan yang berulang di kemudian hari,” ungkapnya.
Melalui media, Yudi berpesan agar organisasi perangkat daerah (OPD) di Kota Sukabumi tidak memandang inspektorat sebagai institusi yang mencari-cari kesalahan.
“Kami memposisikan sebagai mitra strategis dalam membangun sistem pemerintahan yang bersih, akuntabel, dan berkelanjutan,” pungkasnya. (Boy)
Penulis : Nuria Ariawan









