LITERASI MEDIA – Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi memperoleh bantuan dari pemerintah pusat untuk memperbaiki sejumlah jaringan irigasi yang mengalami kerusakan.
Bantuan tersebut merupakan implementasi Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan, Peningkatan, Rehabilitasi, Operasi, dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi.
Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Sukabumi, Alby Alfriazi, mengatakan program perbaikan irigasi ini menjadi salah satu langkah strategis dalam mengurangi dampak kekeringan akibat fenomena El Nino yang memengaruhi ketersediaan air di sejumlah wilayah.
Menurut Alby, di tengah keterbatasan anggaran, DPUTR terus melakukan berbagai upaya pemeliharaan agar jaringan irigasi tetap berfungsi optimal selama musim kemarau. Langkah tersebut meliputi normalisasi saluran irigasi, pemeriksaan pintu air, pembersihan sampah, hingga pengerukan sedimen pada saluran yang mulai terdampak kekeringan.
“Upaya yang bisa kita lakukan di tengah keterbatasan anggaran Bidang SDA DPUTR di antaranya pemeliharaan normalisasi jaringan irigasi permukaan, pengecekan pintu air, pembersihan sampah, serta pengerukan sedimen di aliran yang sudah terdampak kekeringan,” ujar Alby, belum lama ini.
Ia menjelaskan, kondisi jaringan irigasi yang berada di bawah kewenangan DPUTR Kota Sukabumi saat ini masih dapat dimanfaatkan, meski tingkat kerusakannya bervariasi, mulai dari rusak ringan hingga rusak berat.
Kerusakan yang ditemukan antara lain tembok penahan tanah (TPT) yang ambruk, pintu air yang rusak bahkan hilang, serta tingginya sedimentasi di sejumlah saluran. Selain itu, penurunan debit air mulai terlihat di beberapa titik, salah satunya di kolam retensi kawasan Terminal Sukabumi.
“Kerusakannya beragam, ada TPT yang rubuh, pintu air rusak bahkan hilang, kemudian ada juga sedimentasi yang cukup tinggi. Saat ini debit air juga mulai berkurang, salah satunya terlihat di kolam retensi terminal,” katanya.
Untuk mempercepat penanganan, DPUTR Kota Sukabumi telah mengajukan usulan perbaikan jaringan irigasi kepada Kementerian Pekerjaan Umum sesuai dengan skema bantuan Inpres Nomor 2 Tahun 2025.
Alby mengungkapkan, tim dari Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) telah melakukan survei lapangan terhadap sejumlah lokasi yang diusulkan. Hasil survei tersebut akan menjadi dasar pelaksanaan pekerjaan.
“Prosesnya sudah sampai survei lapangan untuk melihat lokasi-lokasi yang diusulkan. Mudah-mudahan pelaksanaan perbaikannya bisa dimulai pada Agustus. Selain itu, kami juga sudah mengajukan usulan bantuan untuk tahap kedua,” pungkasnya. (Boy)
Editor : Nuria Ariawan









