Ayep Zaki Sambut Masyarakat Dapil 4 yang Usulkan Bergabung Menuju Kota Sukabumi Raya

- Penulis

Selasa, 20 Mei 2025 - 07:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, menerima kunjungan tokoh masyarakat Dapil 4 yang menyampaikan aspirasi terkait rencana penggabungan sembilan kecamatan ke wilayah administrasi Kota Sukabumi, di Balai Kota, pada Senin (19/5). Foto: Istimewa.

Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, menerima kunjungan tokoh masyarakat Dapil 4 yang menyampaikan aspirasi terkait rencana penggabungan sembilan kecamatan ke wilayah administrasi Kota Sukabumi, di Balai Kota, pada Senin (19/5). Foto: Istimewa.

LITERASI MEDIA – Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, menerima kunjungan sejumlah tokoh masyarakat dari Daerah Pemilihan (Dapil) 4 Kabupaten Sukabumi yang menyampaikan aspirasi dari warga terkait keinginan dan rencana penggabungan sembilan kecamatan ke wilayah administrasi Kota Sukabumi.

Dalam pertemuan yang berlangsung di Balai Kota Sukabumi, pada Senin (19/5), Ayep Zaki menegaskan bahwa aspirasi tersebut merupakan inisiatif murni dari masyarakat. Para tokoh datang secara langsung untuk memastikan wacana perluasan batas wilayah Kota Sukabumi ditanggapi serius.

“Ini adalah keinginan tokoh-tokoh masyarakat dari sembilan kecamatan. Mereka sengaja menemui saya untuk menyampaikan aspirasi ini, dan saya menyambut baik karena ini lahir dari masyarakat,” ujar Ayep Zaki.

Ayep Zaki juga mengungkapkan, dirinya telah berdiskusi dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi terkait isu ini. Bahkan menyatakan dukungan terbuka melalui media sosial, menyebut bahwa Kota Sukabumi perlu diperluas.

Baca Juga :  Sekretaris DPD Perindo Kota Sukabumi Dedi K. Winata Mundur, Gelombang Eksodus Massal Guncang Partai!

“Tentu hal ini perlu dikaji secara mendalam. Saya sudah berkonsultasi dengan Komisi II DPR RI dan kami juga bekerja sama dengan tim kajian dari Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk mendalami rencana ini secara akademis,” imbuh Ayep Zaki.

Tokoh masyarakat Dapil 4, Uung Rustiawan dan Asep Rohendi, menyatakan aspirasi ini merupakan hasil rapat dan suara mayoritas warga. Mereka menilai penggabungan wilayah adalah solusi cepat dan realistis dibanding menunggu pemekaran Kabupaten Sukabumi Utara (KSU) yang masih tertahan oleh moratorium.

“Sekitar 70 hingga 80 persen masyarakat dari sembilan kecamatan menyatakan siap bergabung dengan Kota Sukabumi. Ini aspirasi murni dari masyarakat, bukan atas nama kelompok,” tegas Uung.

Dasar hukum penggabungan ini diatur dalam Pasal 44–48 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Tokoh masyarakat juga menilai bahwa secara ekonomi, penggabungan wilayah jauh lebih efisien dibanding pemekaran.

Baca Juga :  Pemkot Sukabumi Gelar Silaturahmi dengan BMPD, Bahas Pertumbuhan Ekonomi dan Pembangunan

Mereka juga menyampaikan bahwa alasan utama warga ingin bergabung adalah karena akses pelayanan publik yang selama ini dinilai jauh dari pusat pemerintahan kabupaten di Palabuhanratu, serta keinginan agar pembangunan lebih merata.

“Kalau memang diperlukan untuk memperkuat legitimasi, kami siap mendukung pelaksanaan jejak pendapat di tingkat desa, RW, dan RT,” ujar Asep Rohendi.

Meski demikian, mereka mengakui  beberapa wilayah seperti Sukabumi dan Cisaat masih memerlukan pendekatan secara khusus karena persoalan UMK dan wilayah yang berada di zona tengah.

Proses selanjutnya akan didasarkan pada kajian ilmiah dan keputusan politik. Pemerintah Kota Sukabumi akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan bahwa setiap langkah sejalan dengan peraturan perundang-undangan dan aspirasi masyarakat. (***)

Penulis : Akio Lintang

Berita Terkait

TPID Kota Sukabumi Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi, Jaga Harga dan Pasokan Pangan
Polres Sukabumi Kota Gelar Operasi Patuh Lodaya 2026, Berikut Sasaran Pelanggarannya
Lapas Sukabumi Perkuat Komitmen Pemberantasan Narkoba Lewat Tes Urine Mendadak
110 Orang Positif HIV di Sukabumi hingga Oktober, Sejauh Mana Efektivitas Pencegahannya?
Disdikbud Kota Sukabumi Evaluasi Revitalisasi Sekolah, 11 SD Masih Menunggu Kepastian Bantuan
“Jaket Boleh Berbeda, Semangat Tetap Satu”, Pesan Kapolres Sukabumi Kota kepada Ojol
Hotel dan Restoran Minim Parkir, DPRD Kota Sukabumi Minta Dishub Bertindak
Yosep Pujianto Targetkan PKB Kota Sukabumi Lebih Dekat dengan Masyarakat
Berita ini 79 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:33 WIB

TPID Kota Sukabumi Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi, Jaga Harga dan Pasokan Pangan

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:26 WIB

Polres Sukabumi Kota Gelar Operasi Patuh Lodaya 2026, Berikut Sasaran Pelanggarannya

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:32 WIB

Lapas Sukabumi Perkuat Komitmen Pemberantasan Narkoba Lewat Tes Urine Mendadak

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:53 WIB

110 Orang Positif HIV di Sukabumi hingga Oktober, Sejauh Mana Efektivitas Pencegahannya?

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 18:00 WIB

“Jaket Boleh Berbeda, Semangat Tetap Satu”, Pesan Kapolres Sukabumi Kota kepada Ojol

Berita Terbaru