Bukan Libur! Ini Alasan Siswa PAUD hingga SMP di Sukabumi Belajar dari Rumah Hari Ini

- Penulis

Senin, 7 September 2026 - 07:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LITERASI MEDIA – Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi peserta didik jenjang PAUD, SD, dan SMP, pada Senin (7/9).

Kebijakan tersebut diambil menyusul dampak erupsi Gunung Anak Krakatau yang menyebabkan sebaran abu vulkanik hingga berdampak terhadap kualitas udara di sejumlah wilayah, termasuk Kota Sukabumi.

Penerapan PJJ dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk melindungi kesehatan dan keselamatan peserta didik. Pemkot Sukabumi masih memantau perkembangan kondisi udara sebelum menentukan kebijakan pembelajaran selanjutnya.

Sementara itu, tenaga pendidik dan tenaga kependidikan tetap diminta menjalankan tugas seperti biasa. Mereka diwajibkan menggunakan masker serta memperhatikan protokol kesehatan lainnya selama beraktivitas.

Baca Juga :  Sampah Menggunung di Brawijaya Viral, Lurah Gunungpuyuh Libatkan Linmas untuk Jaga Lokasi

Kebijakan tersebut telah disampaikan Pemerintah Kota Sukabumi melalui surat kepada berbagai satuan pendidikan dengan Nomor 400.3.7/2927/DISDIKBUD/2026.

Pemkot Sukabumi juga telah berkoordinasi dengan Kantor Cabang Pendidikan Wilayah V Provinsi Jawa Barat terkait pelaksanaan pembelajaran pada jenjang SMA, SMK, dan SLB.

Berdasarkan Surat Edaran Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, sejumlah SMA di Kota Sukabumi turut menetapkan pembelajaran secara daring pada 7 September 2026. Penerapannya disesuaikan dengan kondisi masing-masing daerah serta hasil penilaian kepala satuan pendidikan.

Baca Juga :  Dinkes Kota Sukabumi Perkuat Kolaborasi dan Budaya Kerja melalui Apel Pagi

“Keputusan pembelajaran daring untuk jenjang SMA, SMK, dan SLB disesuaikan dengan kondisi di masing-masing daerah dan berdasarkan penilaian kepala satuan pendidikan,” demikian kebijakan yang disampaikan Pemkot Sukabumi.

Selain sektor pendidikan, Pemkot Sukabumi juga memberikan perhatian terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama kondisi tersebut berlangsung.

Sekolah dipersilakan berkoordinasi dengan kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) masing-masing untuk menyesuaikan pelaksanaan program MBG dengan kondisi di lapangan.

Pemkot Sukabumi memastikan perkembangan kondisi udara akan terus dipantau sebagai bahan evaluasi kebijakan pembelajaran dan aktivitas pendidikan berikutnya. (Boy)

Editor : Nuria Ariawan

Berita Terkait

Dari Disiplin hingga Judi Online, Ini Pesan Kepala Diskominfo Kota Sukabumi kepada ASN
AIDS, TBC, dan Malaria Jadi Perhatian, Dinkes Kota Sukabumi Siapkan Strategi Baru
Kota Sukabumi Sukses Tekan Inflasi Agustus hingga Masuk 10 Besar Inflasi Terendah
Sambut HUT ke-106, RSUD R. Syamsudin SH Tawarkan Promo Layanan Terapi Regeneratif
Sudah Dilaporkan Sejak 2025, Kenapa Mantan Legislator Sukabumi Baru Jadi Tersangka?
Polisi Periksa Mantan Legislator Sukabumi, Dugaan Penipuan dan Penggelapan Diselidiki
Kantor Kecamatan Gunungpuyuh Mulai Berdiri, DPUTR Pastikan Proyek On Track
Disdikbud Kota Sukabumi Minta Orang Tua Dampingi Anak Selama PJJ Imbas Abu Vulkanik
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 16:29 WIB

Dari Disiplin hingga Judi Online, Ini Pesan Kepala Diskominfo Kota Sukabumi kepada ASN

Rabu, 9 September 2026 - 16:12 WIB

AIDS, TBC, dan Malaria Jadi Perhatian, Dinkes Kota Sukabumi Siapkan Strategi Baru

Selasa, 8 September 2026 - 21:05 WIB

Kota Sukabumi Sukses Tekan Inflasi Agustus hingga Masuk 10 Besar Inflasi Terendah

Selasa, 8 September 2026 - 16:22 WIB

Sambut HUT ke-106, RSUD R. Syamsudin SH Tawarkan Promo Layanan Terapi Regeneratif

Senin, 7 September 2026 - 19:07 WIB

Sudah Dilaporkan Sejak 2025, Kenapa Mantan Legislator Sukabumi Baru Jadi Tersangka?

Berita Terbaru