LITERASIMEDIA.COM – Perjalanan dari Sukabumi menuju Istana Presiden bukan sekadar perpindahan tempat bagi Diren Pandimas. Di balik kesempatan mengikuti upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, terselip pengalaman yang mempertemukannya dengan sejumlah tokoh nasional sekaligus membuka ruang refleksi tentang arti kemerdekaan bagi generasi muda.
Tokoh muda Sukabumi yang dikenal sebagai pakar hukum itu mendapat kesempatan hadir langsung dalam momentum peringatan kemerdekaan di Istana. Suasana yang penuh khidmat membuat perayaan kemerdekaan terasa berbeda. Bukan hanya karena rangkaian upacara yang berlangsung, tetapi juga karena Diren berada di tengah berbagai figur yang selama ini memiliki peran penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Di sela momentum tersebut, Diren berkesempatan bertegur sapa dengan Komisaris Jenderal Suyudi Ario Seto, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN). Pertemuan singkat itu menjadi salah satu momen yang berkesan, terlebih karena berlangsung dalam suasana peringatan hari kemerdekaan yang sarat dengan pesan kebangsaan.
Kesempatan serupa juga dirasakan Diren ketika bertemu dengan Marsekal Madya TNI Ir. Tedi Rizalihadi, S.T., M.M., perwira tinggi TNI Angkatan Udara yang saat ini menjabat sebagai Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Wakasau).
Bagi Diren, pertemuan dengan dua tokoh tersebut bukan sekadar kesempatan untuk saling menyapa. Ada pengalaman dan pesan yang menurutnya jauh lebih penting untuk dibawa pulang. Berada di Istana dalam momentum kemerdekaan membuatnya kembali melihat bahwa perjalanan bangsa dibangun oleh banyak orang dengan tugas dan tanggung jawabnya masing-masing.
“Bagi saya, bisa hadir di Istana pada momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia adalah sebuah kehormatan. Ada rasa bangga, tetapi juga ada tanggung jawab yang ikut terasa. Apalagi ketika kita berada di tengah para tokoh yang mengabdikan dirinya untuk bangsa,” ujar Diren.
Menurutnya, kemerdekaan tidak semestinya berhenti pada perayaan dan seremoni setiap 17 Agustus. Justru, momentum tersebut menjadi pengingat bagi generasi sekarang untuk meneruskan perjuangan dengan cara yang sesuai dengan tantangan zaman.
Diren melihat generasi muda memiliki ruang yang sangat luas untuk mengambil peran. Tidak harus selalu berada di panggung politik atau pemerintahan, kontribusi dapat dilakukan melalui profesi, pendidikan, dunia usaha, kegiatan sosial hingga bidang hukum.
“Saya melihat kemerdekaan sebagai kesempatan bagi setiap generasi untuk memberikan sesuatu kepada bangsa. Anak muda dari daerah pun memiliki ruang yang sama untuk berkontribusi. Kuncinya adalah terus belajar, menjaga integritas dan jangan takut mengambil peran,” katanya.
Pengalaman di Istana juga membawa Diren pada satu pemikiran sederhana. Kemerdekaan yang diwariskan para pahlawan bukanlah sesuatu yang selesai ketika bendera Merah Putih dikibarkan. Kemerdekaan justru menghadirkan pekerjaan baru bagi setiap generasi untuk menjaga apa yang telah diperjuangkan sekaligus menjawab persoalan yang muncul pada zamannya.
Sebagai seorang yang berkecimpung di bidang hukum, Diren menilai tantangan generasi muda hari ini tidak kalah penting. Menjaga hukum tetap menjadi pijakan, menghormati konstitusi, membangun kepedulian sosial serta mempertahankan integritas menjadi bagian dari perjuangan yang bisa dilakukan di masa kini.
“Dulu para pahlawan berjuang dengan cara dan tantangan pada zamannya. Hari ini kita mempunyai tantangan yang berbeda. Karena itu, cara kita mengisi kemerdekaan juga harus relevan dengan zaman. Bagi saya, menggunakan ilmu, profesi dan kemampuan yang kita miliki untuk memberikan manfaat adalah salah satu bentuk perjuangan,” tuturnya.
Dari momentum di Istana itu, Diren tidak hanya membawa pulang sebuah pengalaman. Ada pesan yang semakin kuat tentang pentingnya anak muda daerah berani membuka ruang, membangun jejaring dan mengambil bagian dalam agenda kebangsaan.
Sukabumi menjadi titik awal perjalanan tersebut. Sementara Istana menjadi salah satu ruang yang mempertemukan Diren dengan wajah-wajah pengabdian dalam skala nasional.
Dan pada akhirnya, makna kemerdekaan bagi Diren bukan sekadar tentang berada di tempat bersejarah atau menyaksikan upacara dari dekat. Lebih dari itu, kemerdekaan adalah kesempatan untuk terus bergerak dan memastikan setiap ilmu, profesi dan langkah yang diambil dapat memberikan arti bagi masyarakat dan bangsa. (Kio).









