GMNI Sukabumi Soroti Kondisi Indonesia Terkini, Aris: DPR Gagal Serap Aspirasi Publik

- Penulis

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 07:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DPC GMNI Sukabumi Raya saat melakukan aksi unjuk rasa. Foto: Istimewa.

DPC GMNI Sukabumi Raya saat melakukan aksi unjuk rasa. Foto: Istimewa.

LITERASI MEDIA – Melihat situasi kondisi politik yang saat ini berkembang, DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sukabumi Raya menyoroti suatu ujian besar terhadap praktik berdemokrasi di Indonesia.

Ketua DPC GMNI Sukabumi Raya, Aris Gunawan, menyebut bahwa ujian tersebut tampak dari dua fenomena, diantaranya kegagalan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sebagai representasi rakyat dalam menyerap aspirasi publik. Kemudian, maraknya tindakan represif oleh institusi kepolisian dalam merespons ekspresi ketidakpuasan tersebut.

“Eskalasi dari masalah sosial politik ini bukan hanya menciptakan ketegangan di ruang publik, tetapi juga mengikis kepercayaan rakyat terhadap institusi-institusi yang ada,” kata Aris, kepada literasimedia.com, Sabtu (29/8).

Baca Juga :  Mahasiswa Lapor ke Polda Soal Tindakan Represif Polisi di Sukabumi

Maka dengan ini, lanjut Aris, DPC GMNI Sukabumi Raya menyatakan sikap, diantaranya menuntut agar Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) mengambil langkah hukum berupa pemecatan Ahmad Sahroni selaku Wakil Ketua Komisi III dari Fraksi NasDem atas pernyataan provokatif yang menyebabkan kerusuhan dan terganggunya stabilitas keamanan negara.

“Kemudian menuntut agar DPR mengutamakan aspirasi rakyat dan membuka ruang dialog atas tuntutan pembahasan kenaikan tunjangan fantastis DPR yang menyakiti hati rakyat,” jelasnya.

Baca Juga :  Tetesan Berkah di Tanah Suci, Momi Soraya Tebar 705 Paket Makanan di Pelataran Masjidil Haram

Selain itu, lanjut Aris, pihaknya juga menuntut Polri bertanggung jawab atas peristiwa tewasnya Alm. Affan Kurniawan (Driver Ojol) akibat terlindas mobil rantis Brimob, serta memecat oknum-oknum Polri yang terlibat dalam kasus tersebut.

Selanjutnya, menuntut reformasi di tubuh Polri dengan menegaskan kembali tugas fungsi Polri mengayomi dan melindungi masyarakat, bukan menjadi tameng para pejabat dalam menindas rakyat.

“Terakhir, kami menuntut Polri agar memastikan kepada seluruh jajaran di daerah untuk tidak melakukan tindakan represif kepada rakyat yang berdemonstrasi,” cetusnya. (Boy)

Editor : Nuria Ariawan

Berita Terkait

TPID Kota Sukabumi Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi, Jaga Harga dan Pasokan Pangan
Polres Sukabumi Kota Gelar Operasi Patuh Lodaya 2026, Berikut Sasaran Pelanggarannya
Lapas Sukabumi Perkuat Komitmen Pemberantasan Narkoba Lewat Tes Urine Mendadak
110 Orang Positif HIV di Sukabumi hingga Oktober, Sejauh Mana Efektivitas Pencegahannya?
Disdikbud Kota Sukabumi Evaluasi Revitalisasi Sekolah, 11 SD Masih Menunggu Kepastian Bantuan
“Jaket Boleh Berbeda, Semangat Tetap Satu”, Pesan Kapolres Sukabumi Kota kepada Ojol
Hotel dan Restoran Minim Parkir, DPRD Kota Sukabumi Minta Dishub Bertindak
Yosep Pujianto Targetkan PKB Kota Sukabumi Lebih Dekat dengan Masyarakat
Berita ini 69 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:33 WIB

TPID Kota Sukabumi Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi, Jaga Harga dan Pasokan Pangan

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:26 WIB

Polres Sukabumi Kota Gelar Operasi Patuh Lodaya 2026, Berikut Sasaran Pelanggarannya

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:32 WIB

Lapas Sukabumi Perkuat Komitmen Pemberantasan Narkoba Lewat Tes Urine Mendadak

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:53 WIB

110 Orang Positif HIV di Sukabumi hingga Oktober, Sejauh Mana Efektivitas Pencegahannya?

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 18:00 WIB

“Jaket Boleh Berbeda, Semangat Tetap Satu”, Pesan Kapolres Sukabumi Kota kepada Ojol

Berita Terbaru