Iman Adinugraha Bongkar Praktik Pungli Tenaga Kerja Sukabumi Saat Kunker Komisi VII

- Penulis

Jumat, 14 November 2025 - 21:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi VII DPR RI Iman Adinuraha saat menyuaran isu pungli tenaga kerja saat kunker ke Pabrik Sepatu di Serang Banten, Jumat (14/11).

Anggota Komisi VII DPR RI Iman Adinuraha saat menyuaran isu pungli tenaga kerja saat kunker ke Pabrik Sepatu di Serang Banten, Jumat (14/11).

LITERASI MEDIA – Suasana hangat dan penuh diskusi mewarnai kunjungan kerja Komisi VII DPR RI ke sejumlah pabrik sepatu di Serang, Banten. Para legislator meninjau langsung ruang produksi, berbincang dengan manajemen, hingga menyerap aspirasi industri padat karya yang menjadi tulang punggung ekspor nasional.

Namun di balik agenda formal tersebut, ada satu momen yang mencuri perhatian: kepedulian Iman Adinugraha terhadap nasib para tenaga kerja di kampung halamannya, Sukabumi.

Kepedulian yang Mengalir dari Suara Pekerja

Di sela dialog dengan manajemen PT Nikomas Gemilang, PT GSI Sukabumi, dan Ditjen IKFT Kementerian Perindustrian, Iman terlihat beberapa kali mencatat poin-poin penting yang disampaikan para pelaku industri. Bukan hanya soal mesin, produksi, atau ekspor—tetapi terutama soal manusia yang bekerja di baliknya.

Ketika mendapat giliran bicara, nada suara Iman berubah lebih tegas namun tetap mengalir dengan empati. Ia membawa isu yang selama ini menjadi keluhan banyak warga Sukabumi: pungutan liar dalam proses perekrutan maupun penempatan tenaga kerja.

“Saya sampaikan dalam forum ini, bahwa praktik pungli tenaga kerja di Sukabumi masih marak terjadi,” ujar Iman, lantang namun jelas, seolah menyuarakan keresahan para pencari kerja yang selama ini tak tersampaikan.

Baca Juga :  Bukan Sekadar Bantuan, Iman Adinugraha Bawa Kehangatan di Tengah Duka

Membela Pekerja Tanpa Diminta

Iman tidak menunggu momentum besar untuk bersuara. Ia menyisipkan keberpihakannya justru dalam forum yang dihadiri pihak-pihak strategis, perusahaan, kementerian, dan para pengawas industri.

Baginya, isu pungli bukan sekadar pelanggaran administratif, melainkan bentuk ketidakadilan yang menekan para pekerja dari kalangan bawah.

“Pungli ini bukan hanya merugikan masyarakat, tetapi juga mencoreng citra perusahaan. Kita tidak boleh membiarkan pekerja dibebani biaya liar hanya untuk bisa bekerja,” tegasnya.

Kepedulian ini ia bangun dari banyak percakapan dengan warga, tenaga kerja, hingga keluarga mereka. Keluhan yang datang berulang membuatnya bertekad membawa persoalan ini ke tingkat nasional.

Dorongan untuk Perusahaan dan Aparat

Iman menuturkan, perusahaan-perusahaan besar yang beroperasi di Sukabumi sebenarnya sudah menunjukkan niat baik. Dalam forum tersebut, perwakilan manajemen PT Nikomas Gemilang dan PT GSI Sukabumi menyampaikan kesiapan untuk memperkuat pengawasan internal serta membuka saluran pengaduan bagi korban pungli.

“Pihak perusahaan meminta kerja sama semua pihak, masyarakat, pemerintah daerah, hingga aparat penegak hukum, untuk melaporkan bila masih ditemukan oknum yang memeras tenaga kerja kita,” ungkap Iman.

Baca Juga :  Cari Kerja? Job Fair Sukabumi 2026 Hadirkan Puluhan Lowongan

Namun ia juga tahu bahwa membasmi pungli tidak cukup hanya dengan komitmen formal. Harus ada keberanian melapor dan jaminan bahwa pelapor akan dilindungi.

Karena itu, Iman mendorong agar kanal pengaduan perusahaan dibuat lebih ramah, mudah diakses, dan aman bagi pekerja.

Melihat Industri dengan Kacamata Kemanusiaan

Kunjungan kerja Komisi VII DPR RI kali ini, di mata Iman, bukan hanya urusan industri, tapi tentang manusia yang bekerja di balik mesin-mesin produksi. Tentang para anak muda yang berharap pekerjaan tanpa harus membayar, dan para orang tua yang bergantung pada gaji rutin untuk menghidupi keluarga.

“Kita ingin memastikan industri di Sukabumi berkembang dengan sehat, tanpa pungli dan praktik-praktik yang merugikan tenaga kerja. Mereka adalah tulang punggung industri, dan harus kita jaga,” tuturnya menutup diskusi.

Kehadiran Iman dalam forum tersebut bukan hanya menjalankan tugas sebagai legislator, tetapi memperlihatkan sisi lain seorang wakil rakyat yang membawa suara pekerja ke meja pembuat kebijakan. (Kio).

Berita Terkait

Selaraskan Prioritas Pembangunan, Bappeda dan DPRD Kota Sukabumi Bahas KUA-PPAS 2027
International Job Fair 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan Lebih dari 5.000 Peluang Kerja Global
Iman Adinugraha Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Kasepuhan Cipta Mulya, Ajak Semua Pihak Gotong Royong
Lapang Merdeka Sukabumi Kian Tertib, Kehadiran Security Beri Rasa Aman bagi Pengunjung
HUT ke-65 IKWI Kota Sukabumi Diisi Aksi Berbagi, Tebarkan Semangat Kepedulian Sosial
Optimalkan Pajak Air Tanah, BPKPD Kota Sukabumi Kaji Penerapan Water Meter Ultrasonik
DLH Kota Sukabumi Perkuat Pengelolaan Sampah, Edukasi Warga Jadi Fokus Utama
53 Tahun KNPI: Dirintis Bung H. Hamami, Harmoni dalam Estafeta Kepemimpinan Bung Sudar Fauzi
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 20:44 WIB

Selaraskan Prioritas Pembangunan, Bappeda dan DPRD Kota Sukabumi Bahas KUA-PPAS 2027

Senin, 27 Juli 2026 - 19:59 WIB

International Job Fair 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan Lebih dari 5.000 Peluang Kerja Global

Senin, 27 Juli 2026 - 14:40 WIB

Iman Adinugraha Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Kasepuhan Cipta Mulya, Ajak Semua Pihak Gotong Royong

Sabtu, 25 Juli 2026 - 21:53 WIB

Lapang Merdeka Sukabumi Kian Tertib, Kehadiran Security Beri Rasa Aman bagi Pengunjung

Sabtu, 25 Juli 2026 - 13:36 WIB

HUT ke-65 IKWI Kota Sukabumi Diisi Aksi Berbagi, Tebarkan Semangat Kepedulian Sosial

Berita Terbaru