Iyus Yusuf: Digitalisasi Pemerintah Harus Permudah Layanan, Bukan Sekadar Tambah Aplikasi

- Penulis

Minggu, 19 Juli 2026 - 18:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi I DPRD Kota Sukabumi dari Fraksi PKB, Iyus Yusuf. (Foto: Istimewa)

Anggota Komisi I DPRD Kota Sukabumi dari Fraksi PKB, Iyus Yusuf. (Foto: Istimewa)

LITERASI MEDIA – Digitalisasi pemerintahan dinilai harus mampu menghadirkan pelayanan publik yang lebih cepat, mudah, dan terintegrasi, bukan sekadar menambah jumlah aplikasi.

Hal itu disampaikan Anggota Komisi I DPRD Kota Sukabumi dari Fraksi PKB, Iyus Yusuf, yang menekankan pentingnya implementasi nyata Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) bagi masyarakat.

Menurutnya, transformasi digital di lingkungan pemerintah daerah seharusnya menyederhanakan birokrasi dan mempermudah akses layanan publik. Karena itu, pembangunan sistem digital perlu diarahkan pada integrasi layanan antarorganisasi perangkat daerah (OPD), sehingga masyarakat tidak harus berulang kali menyerahkan data yang sebenarnya sudah dimiliki pemerintah.

“Digitalisasi pemerintahan jangan hanya berhenti pada pembuatan aplikasi. Yang terpenting adalah masyarakat benar-benar merasakan kemudahan saat mengakses pelayanan publik,” ujar Iyus, Sabtu (19/7).

Ia menjelaskan, Kota Sukabumi telah memiliki landasan hukum yang cukup kuat dalam pengembangan SPBE, mulai dari Perda Nomor 5 Tahun 2020 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik, hingga Perwal Nomor 19 Tahun 2024 tentang Pembangunan dan Pengembangan Aplikasi SPBE, serta Perwal Nomor 22 Tahun 2024 mengenai Arsitektur dan Peta Rencana SPBE Tahun 2024–2026.

Baca Juga :  Jamkrindo Bersama IFG Group Memberangkatkan 25.304 Pemudik

“Dengan regulasi tersebut, tantangan berikutnya adalah memastikan seluruh sistem digital yang dikembangkan dapat saling terhubung dan mendukung pelayanan lintas OPD secara efektif,” jelasnya.

Iyus menilai implementasi regulasi tersebut perlu terus dievaluasi agar pembangunan aplikasi tidak berjalan sendiri-sendiri atau menimbulkan tumpang tindih layanan.

“Kita sudah memiliki regulasi yang menjadi pedoman. Sekarang yang harus dipastikan adalah implementasinya. Apakah sistem yang dibangun sudah benar-benar terintegrasi dan dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh perangkat daerah,” katanya.

Selain aspek integrasi, Iyus juga menyoroti efektivitas penggunaan anggaran dalam pengembangan sistem digital. Menurutnya, investasi pemerintah pada teknologi informasi harus memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik.

Ia mengingatkan agar pembangunan aplikasi tidak hanya menjadi proyek administratif yang menghabiskan anggaran tanpa dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat maupun aparatur pemerintah.

Baca Juga :  Pasca Dipasangi Pagar, Volume Sampah di Lapang Merdeka Kota Sukabumi Menurun

“Anggaran yang dialokasikan untuk digitalisasi harus menghasilkan pelayanan yang lebih efisien dan berkualitas. Jangan sampai aplikasi sudah dibuat, tetapi tidak digunakan secara optimal atau manfaatnya tidak dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Iyus menilai pemerintah juga perlu memperhatikan aspek keamanan data pribadi masyarakat serta memastikan layanan digital tetap dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk warga yang belum terbiasa memanfaatkan teknologi.

Menurutnya, transformasi digital harus berjalan seiring dengan penyediaan pendampingan serta alternatif layanan bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan dalam mengakses layanan berbasis elektronik.

“Keberhasilan digitalisasi pemerintahan bukan diukur dari banyaknya aplikasi yang dimiliki, tetapi dari seberapa cepat, mudah, transparan, dan efektif pelayanan yang diterima masyarakat,” tegasnya.

Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa transformasi digital di sektor pemerintahan tidak hanya berorientasi pada pengembangan teknologi, tetapi juga pada peningkatan kualitas pelayanan publik yang inklusif, efisien, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. (Boy)

Editor : Nuria Ariawan

Berita Terkait

Iman Adinugraha Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Kasepuhan Cipta Mulya, Ajak Semua Pihak Gotong Royong
Lapang Merdeka Sukabumi Kian Tertib, Kehadiran Security Beri Rasa Aman bagi Pengunjung
HUT ke-65 IKWI Kota Sukabumi Diisi Aksi Berbagi, Tebarkan Semangat Kepedulian Sosial
Optimalkan Pajak Air Tanah, BPKPD Kota Sukabumi Kaji Penerapan Water Meter Ultrasonik
DLH Kota Sukabumi Perkuat Pengelolaan Sampah, Edukasi Warga Jadi Fokus Utama
53 Tahun KNPI: Dirintis Bung H. Hamami, Harmoni dalam Estafeta Kepemimpinan Bung Sudar Fauzi
Tingkatkan Kualitas Infrastruktur, Pemkot Sukabumi Anggarkan Rp2,1 Miliar untuk Proyek Jalan Prana
Ayep Zaki Tinjau Proyek Jalan Prana, Tekankan Kualitas Infrastruktur dan Ancam Blacklist Kontraktor Nakal
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 14:40 WIB

Iman Adinugraha Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Kasepuhan Cipta Mulya, Ajak Semua Pihak Gotong Royong

Sabtu, 25 Juli 2026 - 21:53 WIB

Lapang Merdeka Sukabumi Kian Tertib, Kehadiran Security Beri Rasa Aman bagi Pengunjung

Sabtu, 25 Juli 2026 - 13:36 WIB

HUT ke-65 IKWI Kota Sukabumi Diisi Aksi Berbagi, Tebarkan Semangat Kepedulian Sosial

Jumat, 24 Juli 2026 - 13:37 WIB

Optimalkan Pajak Air Tanah, BPKPD Kota Sukabumi Kaji Penerapan Water Meter Ultrasonik

Jumat, 24 Juli 2026 - 11:54 WIB

DLH Kota Sukabumi Perkuat Pengelolaan Sampah, Edukasi Warga Jadi Fokus Utama

Berita Terbaru