Kasus TBC Meningkat di Kota Sukabumi, Dinkes Soroti Banyak Pasien Putus Berobat

- Penulis

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dinkes Kota Sukabumi bersama Kementerian Kesehatan menggelar Rakor Pengendalian dan Penanggulangan TBC yang berlangsung di salah satu hotel di Jalan Bhayangkara, Kamis (11/6). (Foto: Istimewa)

Dinkes Kota Sukabumi bersama Kementerian Kesehatan menggelar Rakor Pengendalian dan Penanggulangan TBC yang berlangsung di salah satu hotel di Jalan Bhayangkara, Kamis (11/6). (Foto: Istimewa)

LITERASI MEDIA – Jumlah kasus Tuberculosis (TBC) yang ditemukan dan dilaporkan di wilayah Kota Sukabumi tercatat mengalami peningkatan. Hal ini menjadi bahasan utama dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian dan Penanggulangan TBC, yang digelar oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi bersama Kementerian Kesehatan, di salah satu hotel di Jalan Bhayangkara, Kamis (11/6).

Kepala Dinkes Kota Sukabumi, Ida Halimah, menyampaikan bahwa penyakit TBC masih menjadi permasalahan global, yang dalam penanganannya memerlukan kerja sama dari seluruh pihak.

Ia menjelaskan, dalam pendataan yang dilakukan sejak awal tahun, terungkap bahwa penderita TBC di Kota Sukabumi menyentuh angka 1.400 orang.

Baca Juga :  Komisi II DPRD Tegaskan Parkir di Jalan Veteran Pungli, Bukan Kebocoran PAD

Ia mengingatkan semua pihak bahwa ukuran keberhasilan penanganan TBC tidak hanya dilihat dari jumlah angka temuan, namun juga dari berapa banyak penderita yang berhasil disembuhkan.

“Proses pengobatan ini harus tuntas. Pada tahun 2025 keberhasilan pengobatan ini masih 76 persen. Angka temuan mencapai 90 persen tapi keberhasilan pengobatan masih di bawah itu. Maka diperlukan koordinasi dan kolaborasi, ketika ada warga yang putus pengobatannya harus dicatat dan dilaporkan,” jelasnya.

Baca Juga :  Siapkan Gapura Ikonik, Wali Kota Sukabumi Tinjau Tugu Batas Kota

Ketika diwawancara usai membuka rakor, ia menegaskan bahwa upaya untuk menemukan dan mengobati kasus TBC akan semakin dioptimalkan, sebab TBC merupakan penyakit menular yang penanganannya harus dilakukan secara tuntas.

“Misalnya kami menargetkan 90 persen (temuan) dari target sekitar 2.000 orang. Maka ketika ditemukan 90 persen, semuanya harus berhasil diobati,” tandasnya.

Rakor pengendalian dan penanganan TBC, membahas pula berbagai langkah percepatan penanganan, mulai dari peningkatan sosialisasi kepada masyarakat, pemeriksaan kontak erat penderita, hingga penguatan layanan disetiap Puskesmas dan fasilitas kesehatan. (Boy)

Editor : Nuria Ariawan

Berita Terkait

TPID Kota Sukabumi Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi, Jaga Harga dan Pasokan Pangan
Polres Sukabumi Kota Gelar Operasi Patuh Lodaya 2026, Berikut Sasaran Pelanggarannya
Lapas Sukabumi Perkuat Komitmen Pemberantasan Narkoba Lewat Tes Urine Mendadak
110 Orang Positif HIV di Sukabumi hingga Oktober, Sejauh Mana Efektivitas Pencegahannya?
Disdikbud Kota Sukabumi Evaluasi Revitalisasi Sekolah, 11 SD Masih Menunggu Kepastian Bantuan
“Jaket Boleh Berbeda, Semangat Tetap Satu”, Pesan Kapolres Sukabumi Kota kepada Ojol
Hotel dan Restoran Minim Parkir, DPRD Kota Sukabumi Minta Dishub Bertindak
Yosep Pujianto Targetkan PKB Kota Sukabumi Lebih Dekat dengan Masyarakat
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:33 WIB

TPID Kota Sukabumi Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi, Jaga Harga dan Pasokan Pangan

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:26 WIB

Polres Sukabumi Kota Gelar Operasi Patuh Lodaya 2026, Berikut Sasaran Pelanggarannya

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:32 WIB

Lapas Sukabumi Perkuat Komitmen Pemberantasan Narkoba Lewat Tes Urine Mendadak

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:53 WIB

110 Orang Positif HIV di Sukabumi hingga Oktober, Sejauh Mana Efektivitas Pencegahannya?

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 18:00 WIB

“Jaket Boleh Berbeda, Semangat Tetap Satu”, Pesan Kapolres Sukabumi Kota kepada Ojol

Berita Terbaru