Kecamatan Cikole Kota Sukabumi Lakukan Fogging Pasca 1 dari 3 Warga Meninggal Diduga DBD

- Penulis

Selasa, 12 Agustus 2025 - 17:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LITERASI MEDIA – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) mulai mengintai warga di Kota Sukabumi. Sebagai langkah pencegahan, pemerintah bersama warga menggencarkan fogging di wilayah yang terindikasi terdapat kasus DBD.

Camat Cikole, Caesar Anwar, mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya melakukan fogging di RW 05 dan 05 kelurahan Gunung Parang.

“Kita mendapat laporan warga masyarakat mengenai peningkatan jumlah nyamuk. Makanya kami menindaklanjuti dengan melaksanakan Fogging sengaja langkah antisipasi dan pencegahan agar penyebaran nyamuk Aedes aegypti tidak meluas dan membahayakan warga,” ujar Caesar.

Baca Juga :  Jelang Tahun Baru 2026, Lapas Sukabumi Perkuat Kamtib melalui Apel Siaga dan Sidak Gabungan

Caesar menjelaskan, laporan awal datang dari warga yang melihat banyak nyamuk di lingkungan mereka.

“Atas inisiatif pihak RW dan kelurahan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi untuk mengajukan permohonan fogging,” lanjutnya.

Pihaknya mengimbau kepada warga untuk terus menjaga kebersihan lingkungan, khususnya di musim hujan seperti saat ini. Termasuk air yang tergenang dapat menjadi sarang nyamuk yang membahayakan.

“Kalau ada kasus, segera lapor ke puskesmas agar bisa cepat ditindaklanjuti,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua RW 06 Kelurahan Gunung Parang, Indah Widyapuspita, menjelaskan kasus mencurigakan DBD terungkap setelah ada warga yang awalnya dirawat di rumah sakit dengan dugaan penyumbatan usus. Namun, hasil pemeriksaan menunjukkan trombosit pasien turun dan ditemukan indikasi DBD.

Baca Juga :  Hadiri Konsolidasi Pengurus DPD DPC Partai NasDem Kota dan Kabupaten Sukabumi, Ini Pesan Ayep Zaki

“Ada tiga warga yang positif DBD. Satu pasien meninggal dunia dengan penyebab utama penyumbatan usus, namun ada komplikasi dengan penurunan trombosit,” kata Indah.

Ia menuturkan fogging digelar di dua RW yakni 05 dan 06. “Untuk saat ini fogging dilaksanakan di ke RW an 05 dan 06,” pungkasnya. (Boy)

Berita Terkait

Puluhan Penerima Manfaat Terima Hewan Qurban dari Polres Sukabumi Kota
Anggaran Program Unggulan Insentif Masyarakat Kota Sukabumi di 2026 Dipastikan Naik
Petugas Gabungan Sita 10.705 Batang Rokok Ilegal di Kota Sukabumi
Respon Keluhan Warga, Satpol PP Gerebek Kios Penjual Tramadol dan Hexymer di Jalan R.A Kosasih
Polemik Dana Abadi Rp10 Juta per RT, Agus Samsul Singgung Janji Politik Tak Matang
Kelurahan Gunung Puyuh Genjot Pendapatan Pajak Lewat Inovasi Mawar Bajak
10 Trofi dan 3 Gelar Beruntun! Persib Resmi Jadi Legenda Sepak Bola Indonesia
Persib Juara, Flare Menyala di Sukabumi! Euforia Bobotoh Tak Terbendung
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 12:54 WIB

Puluhan Penerima Manfaat Terima Hewan Qurban dari Polres Sukabumi Kota

Senin, 25 Mei 2026 - 23:10 WIB

Anggaran Program Unggulan Insentif Masyarakat Kota Sukabumi di 2026 Dipastikan Naik

Senin, 25 Mei 2026 - 18:35 WIB

Petugas Gabungan Sita 10.705 Batang Rokok Ilegal di Kota Sukabumi

Senin, 25 Mei 2026 - 16:35 WIB

Respon Keluhan Warga, Satpol PP Gerebek Kios Penjual Tramadol dan Hexymer di Jalan R.A Kosasih

Senin, 25 Mei 2026 - 12:17 WIB

Polemik Dana Abadi Rp10 Juta per RT, Agus Samsul Singgung Janji Politik Tak Matang

Berita Terbaru