Kondisi Jalan Memprihatinkan, Dinas PU Kabupaten Sukabumi Fokus Perbaikan Hotmix di 2025

- Penulis

Rabu, 3 Desember 2025 - 16:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LITERASI MEDIA – Kondisi jalan di Kabupaten Sukabumi kembali menjadi sorotan publik. Berdasarkan data terbaru Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sukabumi, dari total panjang jalan kabupaten sepanjang 1.424,36 kilometer, tercatat 507,6 kilometer atau 35,63 persen dalam kondisi rusak berat.

Kepala Dinas PU Kabupaten Sukabumi, Uus Firdaus, menyebut angka tersebut menunjukkan betapa besar tantangan pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas infrastruktur.

Ia menegaskan bahwa upaya perbaikan tidak hanya membutuhkan waktu, tetapi juga dukungan anggaran yang signifikan.

“Untuk mencapai tingkat kemantapan jalan hingga 80 persen, dibutuhkan anggaran sekitar Rp1,3 triliun,” ujar Uus.

Baca Juga :  Jamkrindo Gelar Edukasi Kesehatan Mental untuk Cegah Perundungan di Sekolah Dasar

Ia merinci kondisi jalan kabupaten saat ini: kategori baik mencapai 40,70 persen, rusak sedang 290,67 kilometer atau 20,41 persen, rusak ringan 54,06 kilometer atau 3,79 persen, dan rusak berat 507,6 kilometer atau 35,63 persen.

“Persentase kondisi jalan baik masih jauh dari ideal, sehingga perlu langkah-langkah terpadu untuk meningkatkan kualitasnya,” tambahnya.

Untuk tahun anggaran 2025, Pemerintah Kabupaten Sukabumi mengalokasikan Rp149,89 miliar untuk pembangunan dan pemeliharaan jalan. Meski demikian, jumlah tersebut dinilai masih jauh dari kebutuhan riil di lapangan.

Tahun ini, metode perbaikan akan lebih banyak menggunakan hotmix, karena dinilai lebih efisien dalam menjangkau banyak titik kerusakan.

Baca Juga :  Budi Azhar: Semangat Tahun Baru Islam Harus Hadirkan Manfaat bagi Masyarakat

“Hotmix lebih ekonomis. Pengecoran biayanya bisa dua kali lipat, sehingga hanya digunakan pada ruas yang dilalui kendaraan berat atau berada di wilayah tanah labil,” jelasnya.

Meski penggunaan hotmix lebih dominan, Uus menegaskan bahwa pengecoran tetap diperlukan pada ruas-ruas tertentu yang membutuhkan ketahanan ekstra terhadap beban tinggi dan potensi kerusakan cepat.

“Hotmix memungkinkan cakupan perbaikan lebih luas, sementara pengecoran kita terapkan untuk lokasi prioritas yang memerlukan struktur kuat,” pungkasnya. (Kio).

Berita Terkait

TPID Kota Sukabumi Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi, Jaga Harga dan Pasokan Pangan
Polres Sukabumi Kota Gelar Operasi Patuh Lodaya 2026, Berikut Sasaran Pelanggarannya
Lapas Sukabumi Perkuat Komitmen Pemberantasan Narkoba Lewat Tes Urine Mendadak
110 Orang Positif HIV di Sukabumi hingga Oktober, Sejauh Mana Efektivitas Pencegahannya?
Disdikbud Kota Sukabumi Evaluasi Revitalisasi Sekolah, 11 SD Masih Menunggu Kepastian Bantuan
“Jaket Boleh Berbeda, Semangat Tetap Satu”, Pesan Kapolres Sukabumi Kota kepada Ojol
Hotel dan Restoran Minim Parkir, DPRD Kota Sukabumi Minta Dishub Bertindak
Yosep Pujianto Targetkan PKB Kota Sukabumi Lebih Dekat dengan Masyarakat
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:33 WIB

TPID Kota Sukabumi Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi, Jaga Harga dan Pasokan Pangan

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:26 WIB

Polres Sukabumi Kota Gelar Operasi Patuh Lodaya 2026, Berikut Sasaran Pelanggarannya

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:32 WIB

Lapas Sukabumi Perkuat Komitmen Pemberantasan Narkoba Lewat Tes Urine Mendadak

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:53 WIB

110 Orang Positif HIV di Sukabumi hingga Oktober, Sejauh Mana Efektivitas Pencegahannya?

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 18:00 WIB

“Jaket Boleh Berbeda, Semangat Tetap Satu”, Pesan Kapolres Sukabumi Kota kepada Ojol

Berita Terbaru