Kunjungan Duta Besar ke RS Bunut, Soroti Heritage dan Terapi Regeneratif

- Penulis

Rabu, 22 April 2026 - 16:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RS Bunut menjadi salah satu lokasi kunjungan sejumlah duta besar dalam agenda diplomatic forum, pada Selasa (21/4) kemarin. Foto: Istimewa

RS Bunut menjadi salah satu lokasi kunjungan sejumlah duta besar dalam agenda diplomatic forum, pada Selasa (21/4) kemarin. Foto: Istimewa

LITERASI MEDIA – RSUD R. Syamsudin, S.H. Kota Sukabumi menjadi salah satu lokasi kunjungan dalam agenda diplomatic forum yang digelar di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi.

Kunjungan tersebut tidak hanya menyoroti nilai sejarah rumah sakit, tetapi juga menandai peluncuran layanan kesehatan terbaru berbasis terapi regeneratif.

Rumah sakit yang lebih dikenal sebagai RS Bunut ini memperkenalkan salah satu ruang bersejarahnya, yakni Ruang Aster, kepada para delegasi termasuk duta besar. Ruangan tersebut merupakan bangunan sejak tahun 1920 yang hingga kini masih dipertahankan keaslian dan nilai heritage-nya.

“Kunjungan ini bagian dari agenda diplomatic forum yang mengangkat tema heritage. Kami memiliki Ruang Aster yang menjadi salah satu warisan sejarah rumah sakit yang masih terjaga hingga saat ini,” ujar Direktur RSUD R. Syamsudin, S.H, Yanyan Rusyandi, kepada literasimedia.com, Rabu (22/4).

Selain meninjau sisi sejarah dan arsitektur bangunan, agenda kunjungan juga dirangkaikan dengan soft launching layanan baru, yakni pusat terapi regeneratif regional Jawa Barat yang kini hadir di RS Bunut.

Baca Juga :  Soal P2RW jadi Program Padat Karya, Begini Respon Ketua Komisi II DPRD Kota Sukabumi

Layanan ini berfokus pada terapi regeneratif, yaitu metode pengobatan yang bertujuan memperbaiki atau mengganti sel-sel tubuh yang rusak. Salah satu layanan unggulannya adalah terapi Stem Cell yang bekerja dengan memanfaatkan sel hidup untuk membantu regenerasi jaringan tubuh.

Dalam pelaksanaannya, RS Bunut bekerja sama dengan Stem Cell and Cancer Research (SCCR) yang berbasis di Semarang sebagai penyedia produk Stem Cell, sementara RS Bunut bertindak sebagai pelaksana aplikasi klinis.

“Stem Cell ini digunakan untuk membantu pasien dengan berbagai penyakit seperti stroke, jantung, dan penyakit degeneratif lainnya, dengan cara meregenerasi sel-sel yang rusak,” jelasnya.

Selain Stem Cell, layanan lain yang diperkenalkan adalah Sekretom, yakni protein hasil dari Stem Cell yang berfungsi sebagai terapi maupun peningkat daya tahan tubuh (imun booster). Pada tahap awal, layanan Sekretom difokuskan untuk meningkatkan imunitas, terutama bagi masyarakat dengan aktivitas tinggi.

Baca Juga :  Antisipasi Bencana Hidrometeorologi, Forkopimda Kota Sukabumi Gelar Apel Siap Siaga

Untuk menarik minat masyarakat, pihak RS Bunut memberikan promo khusus bagi 10 pasien pertama dengan tarif Rp900 ribu per injeksi. Setelah kuota terpenuhi, harga akan kembali normal sebesar Rp2,5 juta per sekali tindakan.

“Program ini sudah mulai berjalan. Bahkan sudah ada satu pasien dari kalangan duta besar yang mencoba layanan ini,” ungkapnya.

Dalam kunjungan tersebut, para duta besar juga memberikan pesan agar nilai heritage RS Bunut tetap dijaga keaslian dan orisinalitasnya. Sementara untuk layanan Stem Cell, masih akan terus dikembangkan dan didiskusikan lebih lanjut.

Ke depan, Pemkot Sukabumi menargetkan layanan ini dapat menarik pasien dari luar daerah bahkan mancanegara. Hal ini seiring dengan minat dari sejumlah pihak internasional yang mulai menanyakan layanan dan biaya terapi Stem Cell di RS Bunut.

Dengan kombinasi nilai sejarah dan inovasi layanan kesehatan, RS Bunut diharapkan mampu menjadi salah satu pusat layanan unggulan di Jawa Barat. (Boy)

Editor : Nuria Ariawan

Berita Terkait

TPID Kota Sukabumi Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi, Jaga Harga dan Pasokan Pangan
Polres Sukabumi Kota Gelar Operasi Patuh Lodaya 2026, Berikut Sasaran Pelanggarannya
Lapas Sukabumi Perkuat Komitmen Pemberantasan Narkoba Lewat Tes Urine Mendadak
110 Orang Positif HIV di Sukabumi hingga Oktober, Sejauh Mana Efektivitas Pencegahannya?
Disdikbud Kota Sukabumi Evaluasi Revitalisasi Sekolah, 11 SD Masih Menunggu Kepastian Bantuan
“Jaket Boleh Berbeda, Semangat Tetap Satu”, Pesan Kapolres Sukabumi Kota kepada Ojol
Hotel dan Restoran Minim Parkir, DPRD Kota Sukabumi Minta Dishub Bertindak
Yosep Pujianto Targetkan PKB Kota Sukabumi Lebih Dekat dengan Masyarakat
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:33 WIB

TPID Kota Sukabumi Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi, Jaga Harga dan Pasokan Pangan

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:26 WIB

Polres Sukabumi Kota Gelar Operasi Patuh Lodaya 2026, Berikut Sasaran Pelanggarannya

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:32 WIB

Lapas Sukabumi Perkuat Komitmen Pemberantasan Narkoba Lewat Tes Urine Mendadak

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:53 WIB

110 Orang Positif HIV di Sukabumi hingga Oktober, Sejauh Mana Efektivitas Pencegahannya?

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 18:00 WIB

“Jaket Boleh Berbeda, Semangat Tetap Satu”, Pesan Kapolres Sukabumi Kota kepada Ojol

Berita Terbaru