LITERASI MEDIA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi mencatat sebanyak 138 kejadian bencana terjadi selama kurun Januari hingga April 2026. Rangkaian bencana tersebut menimbulkan kerugian materil yang ditaksir mencapai Rp5.426.500.000.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi, Yoseph Sabaruddin, mengatakan bahwa luas area terdampak bencana mencapai 3.659 hektare. Selain itu, tercatat 19 unit bangunan mengalami rusak berat, 27 unit rusak sedang, dan 74 unit rusak ringan.
“Total kejadian selama awal Januari sampai akhir April tahun ini mencapai 138 kejadian dengan berbagai dampak kerusakan dan kerugian,” ujar Yoseph, dalam keterangan resminya, Sabtu (16/5).
Ia merinci, pada Januari terjadi 44 kejadian bencana, kemudian Februari sebanyak 28 kejadian, Maret meningkat menjadi 46 kejadian, lalu April sebanyak 20 kejadian.
Berdasarkan jenisnya, cuaca ekstrem menjadi bencana yang paling dominan dengan 113 kejadian. Selain itu, terdapat 11 kejadian kebakaran di area permukiman, enam kejadian tanah longsor, lima kejadian banjir, serta tiga kali gempa bumi.
“Nilai kerugian terbesar berasal dari bencana kebakaran dengan nilai kerugian mencapai Rp2.774.000.000,” jelasnya.
Jika dilihat berdasarkan wilayah, Kecamatan Baros menjadi daerah paling terdampak dengan 26 kejadian bencana. Disusul Kecamatan Warudoyong 22 kejadian, Kecamatan Cikole 20 kejadian, Kecamatan Gunungpuyuh dan Citamiang masing-masing 18 kejadian, lalu Kecamatan Lembursitu dan Cibeureum masing-masing 17 kejadian.
Ia mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama menghadapi potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan guna mengantisipasi risiko banjir saat hujan deras.
“Masyarakat diharapkan tetap waspada dan menjaga lingkungan agar terhindar dari dampak bencana, khususnya banjir saat curah hujan tinggi,” pungkasnya. (Boy)
Editor : Nuria Ariawan









